Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RN

261 karya publik ditemukan.

2026: 162025: 252024: 402023: 732022: 142021: 692020: 52019: 16

Dukungan Keluarga dan Tingkat Stres dengan Kualitas Hidup PD Pasien DM Tipe 2 di Poli Penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suherman Medical University (UMS) GRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, March 2023 Name : Lucky Kurniawan NIM : 2210700074 THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND STRESS LEVEL WITH QUALITY OF LIFE IN TYPE II DM PATIENTS DI POLY DISEASE IN SENTRA MEDIKA HOSPITAL CIKARANG, 2022 xi+61 Pages+7 Tables+9 appendices According to WHO Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels and disturbances of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Insufficiency of insulin function is caused by a deficiency disorder of insulin production in the Langerhans beta cells of the pancreas gland, or a lack of responsiveness of the body's cells to insulin . Based on data from a preliminary study at the Sentra Medika Hospital in Cikarang, the results of interviews with 15 type II DM patients, 11 of them said that the lack of family support and stress levels caused a decrease in quality of life . This study aims to identify the frequency distribution of emotional support, reward support, instrumental distribution, information support, stress levels and quality of life in patients . This research method uses a quantitative method with an observational approach with a sample of 38 patients. The sample collection technique uses purposive sampling. The analysis used is the Chi-square test . The results of this study indicate a p value of 0.000 or <0.05 , so the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a relationship between family support and quality life of type II DM patients internal medicine polyclinic at Sentra Medika Cikarang Hospital, Bekasi Regency, 2020 2. And the results were obtained with a p value of 0.002 or <0.05, which means that there is a relationship between the level of stress and the quality of life of type II DM sufferers in the polyclinic in Sentra Medika Hospital Cikarang Bekasi Regency in 2022 . Suggestions for the development of new programs such as a DM center, where one of its activities is implementing family empowerment in managing stress levels for the care of type II DM patients Reading material: 2016-2022. Keywords: type II DM, family support, quality of life, stress

Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Bougenville RSUD Bayu Asih

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ERNA PUJIWATI NIM : 020319714 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULCUS DIABETIK FOOT DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA xv + 74 Halaman + 6 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Hubungan Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di Ruang Perawatan Bedah (Ruang Bougenville dan Ruang Mawar) yang berjumlah 26 orang. Tehnik sampel menggunakan accindental sampling dengan jumlah 22 orang. Instrumen penelitian untuk variabel motivasi menggunakan kuesioner dan variabel tindakan perawatan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi tiap variabel dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya. Bahan bacaan : 19 (2009-2017) Kata Kunci : Motivasi, Tindakan Perawatan Luka.

Faktor Karakteristik Perawat Berhubungan Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Manajemen Pola Diet pada Penderita Batu Ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengalami kekambuhan dan berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Pengetahuan mengenai pola diet pencegahan penting untuk mendukung penerapan manajemen pola diet secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 61 penderita batu ginjal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan manajemen pola diet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square test. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik penelitian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan nomor No:006834/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 22 responden (36,1%), diikuti kategori kurang sebanyak 21 responden (34,4%) dan baik sebanyak 18 responden (29,5%). Manajemen pola diet sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 39 responden (63,9%), sedangkan patuh sebanyak 22 responden (36,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p<0,001. Proporsi kepatuhan pada responden dengan pengetahuan baik sebesar 72,2%, cukup sebesar 38,1%, dan kurang sebesar 4,5%. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin tinggi proporsi kepatuhan dalam menerapkan manajemen pola diet. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen pola diet sebagai upaya mendukung pencegahan kekambuhan batu ginjal.

Pengaruh Pemberian Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu pada Balita Demam di Klinik Handayani pada Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kompres bawang merah yang secara empiris digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang merah terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh balita setelah diberikan kompres bawang merah. Nilai p-value hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres bawang merah berpengaruh terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026.

Pengaruh Pelaksanan IMD Terhadap Suhu Bayi Baru Lahir dengan Tindakan SC di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Bayi baru lahir rentan mengalami hipotermia karena sistem termoregulasi yang belum matang. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dapat membantu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 40 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling pada Juli–Agustus 2026. Suhu tubuh diukur pada menit pertama setelah lahir dan setelah 1 jam pelaksanaan IMD menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dengan α=0,05. Hasil: Sebelum IMD, seluruh responden (100%) mengalami hipotermia dengan rata-rata skor kategori suhu 1,00 (SD=0,000). Setelah IMD selama 1 jam, rata-rata skor meningkat menjadi 1,53 (SD=0,506). Sebanyak 21 bayi (52,5%) mencapai suhu normal, sedangkan 19 bayi (47,5%) masih mengalami hipotermia ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t=-6,565, df=39, dan p-value=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pelaksanaan IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. IMD minimal 1 jam perlu dioptimalkan sebagai upaya membantu menjaga suhu tubuh bayi.

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Post SC Eracs di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sensasi nyeri pascaoperasi Sectio Caesarea (SC) dengan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) tetap menjadi keluhan utama yang tidak dapat dihindarkan sepenuhnya akibat efek wearing-off anestesi dan dimulainya mobilisasi dini. Rasa nyeri ini dapat menghambat proses pemulihan fisik dan laktasi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu post SC ERACS yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi teknik relaksasi napas dalam selama 15 menit menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pretest), seluruh responden (100%) mengalami nyeri sedang dengan rata-rata skor nyeri sebesar 4,63 ± 0,490. Setelah diberikan intervensi (posttest), seluruh responden (100%) mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan dengan rata-rata skor nyeri sebesar 2,13 ± 0,730 (penurunan rata-rata sebesar 2,50 poin). Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,942 dan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang. Teknik relaksasi napas dalam direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) asuhan kebidanan sebagai terapi komplementer pendamping analgetik farmakologis.

Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Proses Involusi Uterus pada Ibu Nifas 6 Jam di Praktik Mandiri Bidan Sanih Wilayah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu proses fisiologis yang perlu dipantau adalah involusi uterus, yang ditandai dengan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU). Mobilisasi dini merupakan salah satu upaya yang dapat membantu mempercepat proses involusi uterus dan mencegah komplikasi masa nifas. Tujuan: Mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam di Praktik Mandiri Bidan Sanih Wilayah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasy Experiment dan pendekatan One-Group Pretest-Posttest. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas 6 jam yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran TFU dilakukan sebelum dan sesudah intervensi mobilisasi dini menggunakan metline. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Rata-rata TFU sebelum dilakukan mobilisasi dini adalah 13,057 cm (SD ± 0,8332 cm), dengan nilai minimum 11,2 cm dan maksimum 14,8 cm. Setelah dilakukan mobilisasi dini, rata-rata TFU menurun menjadi 11,167 cm (SD ± 0,8860 cm), dengan nilai minimum 9,7 cm dan maksimum 12,8 cm. Terjadi penurunan rata-rata TFU sebesar 1,89 cm (SD ± 0,4037 cm). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung = 25,641 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam. Simpulan: Mobilisasi dini terbukti mempercepat involusi uterus, sehingga disarankan menjadi asuhan rutin ibu nifas

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan pada balita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan ibu, personal hygiene, sanitasi ling-kungan, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sec-tional. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih dari populasi 130 balita menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder melalui buku KIA. Analisis dilakukan secara univariat dan bi-variat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p<0,001), personal hygiene (p<0,001), dan sanitasi lingkungan (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Sementara itu, status gizi tidak berhubungan secara sig-nifikan dengan kejadian diare (p=0,873; OR=0,841; 95% CI=0,348–2,034). Kes-impulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada peningkatan edukasi ibu, penerapan PHBS, serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Pengaruh Edukasi dengan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis. Edukasi menggunakan media booklet merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang keputihan yang terdiri dari 20 pertanyaan benar dan salah. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 40 responden (51,95%), kategori kurang sebanyak 34 responden (44,16%), dan kategori baik sebanyak 3 responden (3,90%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 54 responden (70,1%) dan kategori cukup sebanyak 23 responden (29,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026.

Pengaruh Simulasi Etika Batuk dan Bersin Terhadap Pencegahan Penularan ISPA Pada Remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Remaja di MAN 2 Setu Bekasi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.

Faktor-faktor yang Berhubugan Dengan Terjadinya Keputihan Pada Remaja Putri Kelas VIII dan IX di SMP Qur'an Eltahfidh Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas harian maupun psikososial. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pernah mengalami keputihan, dengan 45% di antaranya lebih dari dua kali. Di Indonesia, prevalensi mencapai sekitar 90%, di mana 60% kasus terjadi pada kelompok usia remaja. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2021 mencatat prevalensi keputihan pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 31,8%. Hasil survei awal di SMP Qur’an ElTahfidh mengungkapkan bahwa 21,5% siswi mengalami keputihan, namun mayoritas belum memahami perbedaan antara keputihan fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Hal ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII dan IX di SMP Qur’an ElTahfidh tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 93 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR). Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; OR=7,875), usia (p=0,001; OR=0,257), personal hygiene (p=0,000; OR=7,286), serta sumber informasi (p=0,007; OR=0,295) dengan kejadian keputihan. Diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan berkelanjutan, baik melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga kesehatan, agar remaja mampu memahami perbedaan keputihan normal dan patologis, meningkatkan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku pencegahan sejak dini. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi strategi promosi kesehatan remaja secara lebih terarah.