Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.883 karya publik ditemukan.

2026: 1762025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Analisis Bahan Kimia Obat Pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Pasar Cibinong

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang dipakai untuk menyembuhkan beragam penyakit, termasuk pegal linu. Dalam persaingan industri jamu yang sengit, beberapa produsen memasukkan bahan kimia obat (BKO) ke produk mereka. Studi ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur kadar paracetamol dalam jamu pegal linu yang dijual di Pasar Cibinong. Penelitian melibatkan analisis empat sampel jamu pegal linu dari berbagai merek. Untuk analisis kualitatif digunakan kromatografi lapis tipis (KLT), dan analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya, satu sampel terdeteksi mengandung paracetamol dengan nilai Rf pada KLT adalah 1.04, cocok dengan nilai Rf standar paracetamol. Kadar paracetamol yang ditemukan adalah 4,27 microliter.

Hubungan Kerasionalan Pengobatan dan Luaran Klinis Pasien Rawat Inap Hipertensi Dengan Dispepsia di Rumah Sakit Umum Kartika Husada Setu

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : penyakit Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak menimbulkan permasalahan Kesehatan. Salah satu permasalahan Kesehatan yang ditimbulkan oleh hipertensi yaitu dispepsia. Penggunaan obat antihipertensi dan obat dispepsia yang rasional dibutuhkan untuk mencapai luaran klinis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kerasionalan pengobatan dan luaran klinis pasien rawat inap hipertensi dengan dispepsia di Rumah Sakit Umum “X”. Subyek dan Metode : penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data secara retrospektif dengan metode total sampling untuk data periode Januari 2022 – Juli 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 37 rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji statistic chi-square, yang mana nilai p < 0.05 dinyatakan signifikan secara statistik. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan pengobatan rasional dengan terkontrol sebanyak 15 pasien (78.9%), yang mendapatkan pengobatan rasional tetapi tidak terkontrol sebanyak 4 pasien (21.1%), yang mendapatkan pengobatan tidak rasional dengan terkontrol sebanyak 18 pasien (100%), dan yang mendapatkan pengobatan tidak rasional dengan tidak terkontrol sebanyak 0 pasien (0%). Kesimpulan : terdapat hubungan signifikan rasionalitas penggunaan obat dan luaran klinis pasien berupa tercapainya target tekanan darah dan gejala dispepsia di Rumah Sakit Umum “X”.

Hubungan Kerasionalan Pengobatan Dengan Luaran Klinis Pasien Rawat Inap Hipertensi Dengan Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (Riskesdas), prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Mengingat peningkatan hipertensi dan permasalahannya setiap tahun serta penggunaan obat antihipertensi seumur hidup, pemilihan obat merupakan bagian penting untuk mencapai luaran klinis yang berkualitas. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kerasionalan pengobatan dengan luaran klinis pasien rawat inap hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian pasien rawat inap hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Januari sampai dengan Desember 2023, dengan pemilihan sampel menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data secara sekunder menggunakan rekam medis. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Hasil dan Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh (p-value 0,004 <0,05). Apabila p<0,005 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kerasionalan pengobatan dengan luaran klinis pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kota Bekasi.

Analisis Implementasi Clinical Pathway Tuberkulosis Paru Berdasarkan Rekam Medis di RSUD Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Rumah sakit hendaknya harus dilengkapi dengan alat untuk mengelola kualitas mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien sehingga pelayanan kesehatan di mana diberi atas tenaga kesehatan bisa terpadu dan mengurangi resiko dalam proses layanan klinis. Salah satu alat untuk mengelola kualitas layanan adalah clinical pathway. clinical pathway ataupun juga alur klinis yaitu proses multidisiplin yang dirancang untuk menyediakan perawatan kepada penderita dengan tepat waktu melalui sebuah pendekatan kolaboratif dan juga interdisipliner. Tujuan: Dalam dilaksanakannya penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji implementasi yang dimiliki clinical pathway tuberkulosis paru pasien rawat inap pada RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Adanya sebuah penelitian ini yaitu berupa penelitian kuantitatif melalui penarikan data dengan retrospektif menggunakan sebuah data yang berupa rekam medis menderita dari tuberkulosis paru rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi selama periode Januari-Desember 2023. Populasi penelitian adalah 88 responden, dengan sampel sebanyak 72 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan batas kesalahan 0,5%. Instrumen pengumpulan data menggunakan formulir clinical pathway yang berpedoman pada KARS 2012. Hasil: Didapatkan jika penderita TB paru mayoritasnya dialami oleh laki-laki (63,9%), dengan mayoritas usia >50 tahun (41,7%), pendidikan SMA (59,7%), dan pekerjaan wiraswasta (56,9%). Tatalaksana pengobatan pada tahap intensif dilakukan pada 91,7% pasien, dan tahap lanjut pada 8,3% pasien, dengan tingkat kesesuaian pengobatan mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian, outcome klinis kategori sembuh tercatat sebanyak 36,1%, sedangkan pasien yang melanjutkan pengobatan jalan sebanyak 63,9%. Kesimpulan: Implementasi clinical pathway tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi belum terimplemplementasi dengan baik dikarenakan ada beberapa aktivitas yang belum terlaksanakan. Penerapan clinical pathway sangat penting dalam meningkatkan outcome klinis pasiennya. Disebabkan but, bisa direkomendasikan kepada sebuah instansi yang melayani kesehatan terutama pada manajemen rumah sakit untuk menerapkan clinical pathway dalam meningkatkan outcome klinis pasien

Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Gizi Buruk Pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Utara Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Jika gizi buruk terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, otak anak yang sehat bisa tidak berkembang dengan baik, dan kondisi ini bisa sulit disembuhkan atau bahkan tidak dapat pulih. Kader posyandu bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat untuk mencegah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, berkontribusi pada pencegahan gizi buruk. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di posyandu di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Jumlah sampel yang diambil sesuai dengan populasi, yang terdiri dari 113 posyandu yang bekerja di wilayah Puskesmas Mekarmukti, berdasarkan metode sampel total. Variabel dependen yaitu perilaku kader posyandu, sedangkan variabel independen yakni faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku pencegahan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan teknik univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan perhitungan analisis chi-square pada variable pendidikan dengan perilaku kader posyandu membuktikan nilai p = 0,040 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Pada variable pengetahuan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Lalu variable keaktifan dengan perilaku kader posyandu juga menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) menandakan terdapatnya hubungan antara keaktifan dan perilaku kader posyandu. Kemudian variable pelatihan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,037 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pelatihan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Kesimpulan: Sebagian besar kader posyandu di Desa Mekarmukti mempunyai perilaku baik, didukung oleh pengetahuan yang tinggi dan latar belakang pendidikan yang memadai. Kader yang aktif saat pelaksanaan posyandu dan kader yang pernah mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan kinerja optimal dalam peran kader.

Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada evaluasi pelanggan terhadap aspek layanan kesehatan. Kualitas layanan bergantung pada pemahaman pasien, bukan hanya penyediaan layanan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan pasien BPJS Kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan pasien BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang, Untuk mengumpulkan sampel dari 96 responden tersebut peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel. Kepuasan pasien adalah variabel dependen dari penelitian, dan variabel independennya dimensi (tangibles, reliability, response, assurance, emphaty). Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Variabel yang dievaluasi meliputi kegemaran pasien, bukti nyata, keberlanjutan, kereaktifan, kepastian, dan simpati, dengan signifikansi p < 0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa mayoritas pasien memandang layanan RS. Cikarang Medika tidak bagus. Dari 96 responden, 32 (33,0%) mengungkapkan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, sementara 64 (66,7%) merasa puas dengan layanan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang sangat terkait dengan kualitas dan kualitas. Pasien dapat memilih untuk datang kembali dan memberikan informasi tentang layanan kesehatan dan pengobatan kepada orang lain.

Aktivitas Fotoproteksi dan Karakteristik Lip Tint Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bibir merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki fungsi untuk estetika yang dapat menunjang penampilan dan rentan terhadap sinar matahari jika tidak terlindungi dapat menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, menggelap dan berkerut. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan lip tint yang memiliki efektifitas fotoproteksi dengan nilai SPF (Sun Protection Factory). Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang bermanfaat sebagai fotoproteksi karena antioksidan adalah faktor sekunder dari nilai SPF. Selain itu, kulit buah naga merah memiliki pigmen antosianin dan kayu secang memiliki brazilin, keduanya berpotensi sebagai pewarna kosmetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas fotoproteksi sediaan lip tint yang dilihat dari nilai SPF. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai SPF sediaan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 290-320 nm. Data nilai SPF sediaan dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji One Way Anova untuk melihat perebedaan nilai SPF sediaan lip tint antar formula. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai SPF sediaan lip tint F1, F2 dan F3 berturut-turut sebesar 4.70 +- 0.04, 13.70 +- 0.04 dan 20.36 +- 0.03 dengan nilai SPF terbaik diberikan pada F3 sebesar 20.36 +- 0.003 kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nilai SPF antar formula dengan nilai sig < 0,05.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tingkat pengetahuan dan kepatuhan adalah salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Faktor tesebut menjadi salah satu penentu dalam terjadinya kenaikan atau penurunan angka morbiditas tetrhadap penyakit tuberkulosis paru. Tujuan: Mengukur tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di RSUD Kab. Bekasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik observasional secara crosssectional dilakukan di RSUD Kab. Bekasi dengan sampel sebanyak 146 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan yang sudah tervalidasi dengan nilai r Tabel 0,361 dan kepatuhan pasien pada pengobatan menggunakan kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapat responden sebanyak 29,5% dengan usia terbanyak 26-35 tahun, 61% jenis kelamin laki-laki, 63,7% pendidikan SMA, 75,3% bekerja, 87% memiliki pendampingan peran PMO, 67,8% fase pengobatan lanjutan, 83,6% pasien kategori I dan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai signifikansi p=0,000 dengan derajat signifikansi a<0,05, yang menunjukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi

Pengaruh Static Cycle dan Deep Breathing Exercise Pada Insan Pasca Stroke Dengan Penurunan Kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyebab kematian tertinggi kedua di dunia di sebabkan oleh stroke dengan angka 15 juta jiwa setiap tahun nya. Rata-rata stroke bersifat iskemik karena terjadi penurunan aliran darah yang disebabkan oklusi arteri. Gejala stroke yang bersifat hemoragik sebesar 10-40% tergantung epidemiologi regional serta disebabkan pecahnya arteri cerebral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca stroke dengan penurunan kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain penelitian berupa pretest-posttest twogroup. Penelitian dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik Fisioterapi RS Sentra Medika Cikarang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 orang dan dibagi kedalam 2 kelompok perlakuan. Masing- masing kelompok perlakuan terdiri dari 8 orang.total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kardiorespirasi pada insan pasca stroke sedangkan variabel independen adalah static cycle dan deep breathing exercise. Data dikumpulkan menggunakan pemeriksaan 6MWT pre-test dan post-test dengan metode shapiro wilk test. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh pemberian intervensi static cycle dengan intensitas ringan – sedang durasi 10 -15 menit didapatkan nilai p=0,0002 atau p<0,05 dan deep breathing exercise didapatkan nilai p=0,0002 atau p<0,05 dengan durasi 4- 5 menit menit.Kesimpulan:Dengan instrumen 6MTW untyk mengukur kebugaran kardiovaskuler secara pre test dan post test maka hasil penelitian yang didapatkan berupa terdapat pengaruh pemberian static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca stroke dengan penurunan kardiorespirasi.

Evaluasi Hygiene dan Sanitasi, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen di Rumah Makan Lestari H. Shomad

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rumah makan saat ini tidak hanya berhadapan dengan persaingan tetapi berhadapan juga dengan konsumen yang keinginan dan kebutuhannya terpenuhi. Dalam usaha rumah makan kebersihan serta kualitas pelayanan termasuk faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Lestari H.Shomad. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung ke Rumah Makan Lestari H. Shomad. Instrumen penelitian ini dilakukan dengan sampel 100 responden yang diberikan kuesioner berisi 15 pertanyaan dari indikator kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, sedangkan Hygiene Sanitasi dilakukan dengan wawancara menggunakan lembar observasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dan cara pengambilan sampel dengan metode sampling incidental/ Accidental sampling. Berdasarkan hasil observasi hygiene sanitasi didapatkan jumlah skor 733 yang berarti mutu C (Cukup). Sedangkan dari hasil dan pembahasan terkait kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap Rumah Makan H. Shomad dengan 100 responden adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen dengan hasil p-value uji chi square 0.000.

Aktivitas Fotoproteksi dan Antioksidan Losio Kombinasi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) dan Daun Pegagan (Centella Asiatica)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan sinar matahari secara terus menerus tanpa perlindungan dapat mengakibatkan kulit menjadi kemerahan, kusam atau hiperpigmentasi, hingga dapat menyebabkan resiko kanker kulit. Salah satu nilai ukur efektivitas fotoproteksi dari sediaan losio berupa nilai SPF (Sun Protection Factor) dan aktivitas antioksidan yang dimanfaatkan sebagai tabir surya. Salah satu pemanfaatan bahan alami yang akan digunakan dalam sediaan losio yaitu ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) dan nilai antioksidan sediaan losio kombinasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica). Jenis penelitian ini kuantitatif dan kualitatif dengan metode eksperimental secara in vitro, populasi daun kersen (Muntingia calabura L) tua dan daun pegagan (Centella asiatica) muda yang terdapat di daerah Cikarang Timur, kabupaten Bekasi, Jawa barat. Nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan losio kombinasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) terbaik pada formula F3 sebesar 14,23+-0.5001 dan Nilai antioksidan sediaan losio kombinasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) terbaik pada formula F3 sebesar 3,866 ng/mL.

Inhibitor Enzim TMPK/Thymidylate Kinase (TP5A) dan Decapping Enzyme D9 Pada Senyawa Daun Sambiloto (Andorgraphis Paniculata) Pada Monkeypox Secara In Silico

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sejak Mei 2022, wabah cacar monyet telah menyebabkan lebih dari 90.000 kasus di 115 negara, termasuk negara-negara non-endemis. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus orthopox, mirip dengan cacar tetapi dengan tingkat kematian lebih rendah. Daun Sambiloto diketahui mengandung senyawa aktif yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa dalam daun Sambiloto sebagai obat antivirus untuk cacar monyet menggunakan pendekatan pre-experimental berbasis komputer. Senyawa tanaman dilakukan seleksi terlebih dahulu untuk memprediksi nilai farmakokinetik dan toksisitasnya pada website pkCSM, lalu diseleksi kembali untuk memisahkan apakah senyawa tanaman tersebut dikatakan mirip obat atau tidak mirip obat pada website Lipinski Rule. Data ligan/ senyawa tanaman diperoleh dari PubChem, sedangkan makromolekul berupa enzim Thymidylate Kinase (kode 1E2Q) dan Decapping Enzyme D9 (kode 7SF0), yang diambil dari Protein Data Bank. Makromolekul tersebut dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, kemudian dilakukan docking mdengan ligan pada aplikasi PyRx selanjutnya divisualisasikan dengan PyMol dan Ligplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 senyawa dalam daun Sambiloto dapat menghambat enzim Thymidylate Kinase dengan energi afinitas -15.4 hingga -4.9 kcal/mol, di mana Andrographidin A memiliki energi afinitas terbaik sebesar -13.4 kcal/mol. Selain itu, senyawa daun Sambiloto juga efektif menghambat Decapping Enzyme D9 dengan energi afinitas -16.6 hingga -4.5 kcal/mol. Senyawa paling efektif adalah 5-Hydroxy-7,8-dimethoxyflavone_5-glucoside, Andrographidin A, dan Wogonin_5-glucoside dengan energi afinitas -13.0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan potensi daun Sambiloto sebagai bahan untuk pengembangan obat antivirus terhadap virus cacar monyet. (MPXV).

Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pencegahan Anemia Pada Siswi di SMAN 1 Kedung Waringin

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Media video animasi merupakan alat yang sangat cocok untuk menyampaikan edukasi gizi karena kemampuannya dalam memudahkan penyampaian informasi terkait gizi secara visual dan menarik tujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video animasi terhadap pengetahuan,sikap serta perilaku konsumsi makan anemia pada siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Subyek dan Metode: Preeksperimental dengan rancangan one grup pretest - posttest, SMAN 1 Kedung Waringin, populasi 30, teknik purposive sampling, variabel independent : Media video animasi dan variabel Dependent : Pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi makan, instrumen pengukuran variabel menggunakan uji shapirowilk, serta metode analisis data uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh edukasi gizi melalui media video animasi terhadap pengetahuan (0,000),sikap (0,008) dan perilaku konsumsi makan (0,000) sisiwi di SMAN 1 Kedungwaringin Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Dengan nilai P-Value 0,000 maka terdapat pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan pada siswi.

Analisis Implementasi Clinical Pathway Tuberkulosis Paru Berdasarkan Rekam Medis di RS Kartika Husada Setu

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Tingginya kasus tuberkulosis paru berdampak pada morbiditas dan mortalitas pasien, dalam penatalaksanaan tuberkulosis paru di fasilitas kesehatan sudah diimplementasikan berdasarkan pedoman nasional dengan tujuan kesesuaian pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman klinis terkait tuberkulosis paru melalui clinical pathway untuk meningkatkan layanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui keefektivitasan implementasi clinical pathway dan outcome klinis pasien tuberkulosis paru Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan data secara retrospektif, diambil dari data rekam medis pasien sebanyak 34 data pasien rawat inap di RS Kartika Husada Setu periode Januari-Desember tahun 2023 data dikumpul menggunakan form clinical pathway. Hasil: Terdapat 34 pasien dengan jenis kelamin laki-laki 18 pasien (52,9%), berusia >55 tahun 12 pasien (35,3%) yang pendidikan terakhir SD dan SMA 12 pasien (35,3%) dan memiliki pekerjaan sebanyak 17 pasien (50%) serta pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus (DM) sebanyak 7 pasien (20,6%). Implementasi clinical pathway di RS Kartika Husada Setu, dari 38 indikator ada sebanyak 22 indikator (57,9%) sudah efektif dan 16 indikator (42,1%) lainnya belum efektif. Outcome klinis pasien tuberkulosis paru menunjukkan dari 34 pasien (100%) dinyatakan belum sembuh dengan kategori dipindah ke Fasyankes 1 sebanyak 23 pasien dan lanjut terapi sebanyak 11 pasien. Terdapat hubungan implementasi clinical pathway terhadap keefektivitasan clinical pathway dan outcome klinis pasien dengan uji Chi-Square menunjukkan nilai p value sebesar 0,002 <0,05 dan 0,000 <0,05. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi clinical pathway dengan efektivitas clinical pathway dan outcome klinis pasien.

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Pada Pasien Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pebayuran Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kurangnya dukungan keluarga dapat mengakibatkan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 dimana diabetes melitus akan merusak tubuh dan organ penderitanya hingga menimbulkan komplikasi serta gangguan lain. komplikasi akibat diabetes militus di bagi menjadi dua (mikrovaskular dan makrovaskular). Berdasarkan peneliti pada tahun 2021. Prevalensi diabetes militus meningkat seiring pertambahan umur penduduk menjadi 19.9% jiwa pada umur 65-79 tahun, diprediksikan akan terus meningkat. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendeketan cross-sctional Pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) Subjek penelitian adalah pasien DM tipe 2 di puskesmas pebayuran yang berjumlah 80 responden. Tujuan penelitian: Ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi. Hasil: Didapatkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 dengan nilai P-value 0,002 (a<0,005) dan memiliki hubungan yang sangat kuat ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.324. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi.

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari normal, atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko hipertensi salah satunya yaitu pola makan (kebiasaan konsumsi lemak, natrium dan kalium secara berlebih). Tujuan : Untuk menganalisa hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti. Metode : Penelitian ini adalah observatif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas Mekarmukti. Sampel sebanyak 77 responden usia 15-64 tahun dipilih menggunakan metode non-probability sampling. Variabel independen adalah pola makan, sedangkan variabel dependen adalah hipertensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan, dengan analisis statistik univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil : Uji statistik chisquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan hipretensi diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi.

Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdeklok Kabupaten Karawang Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Dalam kondisi anemia, risiko terjadinya abortus, persalinan prematur, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim menjadi lebih tinggi.Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada kehamilan, yaitu melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi dengan pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Tablet Fe dengan Sari Kacang Hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design.. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Range List dan Uji Mann-Whitney. Hasil : Kelompok Tablet Fe yang diberikan tablet Fe sebanyak 15 orang mengalami peningkatan Hb dengan dengan rata-rata 18.13. Responden sebanyak 15 orang pada kelompok Kacang Hijau yang diberikan sari kacang hijau dengan rata-rata kenaikan Hb adalah 12.87. Nilai t hitung yang didapatkan adalah 2.698 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai t tabel pada derajat kebebasan/degree of freedom (df) 28 adalah 2.048 atau t hitung (2.698) > t tabel (2.048) sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan kadar Hb pada kelompok Tablet Fe dibandingkan dengan kelompok Kacang Hijau dengan nilai p-value 0.099 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2024Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pemecahan masalah untuk menyusun perencanaan, pengelolaan, dan pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hemoglobin.

Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal dan Asupan Makanan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Usia sekolah adalah tahap kritis dimana kebutuhan energi dan zat gizi harus terpenuhi, karena mereka sedang dalam tahap tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan makanan berkualitas agar memenuhi kebutuhan gizi mereka selama di sekolah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membawa bekal dan asupan makanan dengan status gizi remaja putri. Subyek dan Metode Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Cikarang Selatan. Sampel sebanyak 50 orang diambil secara purposive sampling, alat penelitian ini menggunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtoise, dan alat pengukur LiLA. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji normalitas, dan uji Pearson untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa adanya hubungan antara kebiasaan membawa bekal dengan status gizi yang signifikan berdasarkan IMT/U (pvalue=0,002), terdapat hubungan kebiasaan membawa bekal dengan status gizi berdasarkan %LiLA (0,000) dan tidak adanya hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan IMT/U (0,442), tidak di dapatkan hubungan antara asupan makanan dengan status gizi berdasarkan %LiLA (p-value=0,570). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membawa bekal menurut IMT/U dan % Lila, perlu dilakukan edukasi terkait pentingnya membawa bekal ke sekolah dengan prinsip gizi seimbang atau sesuai konsep isi piringku.

Pengaruh Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri di SMPN 1 Karang Bahagia Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Keputihan merupakan keluarnya cairan bukan darah yang keluar dari jalan lahir, dan mempunyai ciri-ciri seperti berbau atau tidak, berwarna atau tidak, kental atau cair, dan gatal atau tidak. Keputihan dibedakan menjadi dua kategori: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Karang Bahagia Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana remaja putri SMPN 1 Karang Bahagia tahun 2024 akan semakin mengetahui tentang keputihan akibat menonton video eduksi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Hasil : Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi dengan media video mengenai keputihan dengan 80 responden didapatkan, 53 (66.3%) responden sedangkan pengetahuan baik yaitu 27 (33.8%) responden. Terdapat peningkatan menjadi 80 (100%) responden karena dilakukan edukasi dengan media video tentang keputihan yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Hasil analisisis dengan uji Paired T-test ada pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan keputihan dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = diterima, ada pengaruh yang antara peningkatan pengetahuan dengan media video. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai masalah keputihan.

Efektivitas Aroma Terapi Peppermint dan Lemon Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Muall adallalh sualtu kecendrungan memuntalhkan sesuatu atau sensasi yang muncul pada daeralh kerongkongan atau epigastrik tanpa diikuti dengan muntalh. Sedangkan muntalh iallalh pengeluaran isi lambung melallui mulut, dan umumnya disertali dengan dorongan yang kualt yang terjadi pada kehamilan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetalhui pengaruh Efektivitas Aromaterapi Peppermint Dan Lemon Untuk Mengurangi Muall Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek: penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukatenang. Metode: Desain penelitian ini adalah metode qualsy experimentall, lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah semual ibu halmil yalng berkunjung di Puskesmas Sukatenang sebalnyalk 38 oralng. Teknik penelitian ini menggunakan Alccidentall salmpling dan ukuran pengambilan sampel data primer dan sekunder. Variabel dependen menguralngi muall muntalh paldal ibu halmil trimester I. dan variabel independent Alromalteralpi peppermint daln lemon. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu pertanyaan tertulis yang diajukan kepada 38 responden untuk mengukur frekunsi muall muntalh paldal ibu halmil dengaln PUQE-24., serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat bahwa nilai p = 0, 001 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat hasil uji Mann Whitney bahwa nilai p = 0, 038 < 0,05 yang artinya ada perbedaan efektifitas aromaterapi peppermint dan lemon terhadap frekuensi muall muntalh Pada Ibu Hamil Trimester I. Kesimpulan: Variabel independent aromaterapi peppermint lebih efektif untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I dibandingkan aromaterapi lemon.Saran diharapkan Bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah diharapkan dapat menggunakan aromaterapi peppermint dan lemon sebagai pengobatan pertama sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengurangi kejadian mual muntah sehingga dapat mengurangi pengobatan farmakologi.