2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik terhadap lawan jenis maupun
sesama jenis. Jumlah perilaku seksual pada remaja di SMKN X Cikarang Selatan berjumlah 58%. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMKN X
Cikarang Selatan Desa Ciantra Sukadami Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2022. Jenis penelitian ini
menggunakan Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas 10 dan 11 di SMKN 1 Cikarang Selatan Desa Ciantra Kabupaten Bekasi yang berjumlah 150
orang Siswa. Dalam sampel ini menggunakan rumus Total Sampling didapat 150 Siswa. Instrumen yang digunakan
adalah kuesioner. Data analisis dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Dari 6 Variabel yang diteliti
(Pengetahuan, Sikap, Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Teman Sebaya) Hasil uji ststistik
bivariate dengan menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa Pengetahuan (p-value=0,055)OR 1,486, Sikap (pvalue=0,047)
OR 0,031, Lingkungan (p-value=0,003) OR 0,003, Sumber Informasi (p-value=0,044) 0,044, Peran
Orang Tua (p-value=0,079) OR 0,423, dan Teman Sebaya (p-value=0,001) OR0,959Ada hubungan antara Sikap,
Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Peran Teman Sebaya. Sedangkan pada Faktor Pengetahuan
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Perilaku Seksual pada Remaja. Saran dengan adanya penelitian ini
diharapkan para remaja mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kecemasan juga merupakan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan akan berdampak
negatif pada wanita sejak masa kehamilan sampai persalinan. Secara psikologis, ibu yang tidak
tenang dapat menurunkan kondisi tersebut kepada bayinya sehingga bayi mudah merasa gelisah,
yang akhirnya berdampak pada kesehatannya seiring ia tumbuh besar.
Metode penelitian ini bersifat desain korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. .
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil usia kehamilan trisemester III yang berada
di wilayah kerja BPM Ratna Ningsih di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon yaitu sebanyak
111 ibu hamil dimana sampel akhir 61 orang dengan menggunakan teknik Accidental sampling.
Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat, uji statistik dengan uji Chi-square.
Hasil analisa univariat didapatkan hasil dari 61 responden terdapat 41 responden (67.2%) yang
memiliki kecemasan dalam menghadapi persalinan, sedangkan terdapat 20 responden (32.8%) yang
tidak cemas dalam menghadapi persalinan. Hasil analisa bivariat dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara pembedahan (p value=0.004), status ekonomi (p value=0.000) , lingkungan (p
value=0.045) , usia (p value=0.000) , dukungan suami (p value=0.002) dengan kecemasan ibu hamil
dalam menghadapi persalinan.
Diharapkan dengan adanya penelitian ini responden dapat memperluas wawasan dan ilmu
pengetahuannya tentang faktor yang berhubungan dalam menghadapi persalinan dan meningkatkan
kesadaran responden bahwa persalinan tidak harus dilakukan dengan pembedahan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 49%, sebanyak 45% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Karawang ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 8.090. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru, Kec. Kotabaru, Kab. Karawang Tahun 2021.
Desain penelitian menggunakan analitik korelatif dengan desain penelitian crosssectional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis dari bulan juli september 2021. Populasi penelitian: ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru sebanayk 45. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, dan status Gizi. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 45 responden ibu hamil trimester III yang mengalami anemia sebanyak 25 responden (56%) sedangkan untuk ibu hamil trimester III yang tidak anemia sebanyak 20 responden (44%). Untuk kategori usia mayoritas usia 20-35 sebanyak 33 responden (73%), (p-value 0,00;OR;0,800). Untuk kategori pendidikan mayoritas tinggi ≥ SLTA yaitu sebanyak 33 responden (73%) (p-value 0,00;OR;0,893). Untuk kategori paritas mayoritas paritas > 1 yaitu sebanyak 27 responden (56%), (40%) (p-value 0,00;OR;3.143). Untuk kategori status gizi mayoritas normal sebanyak 36 responden (80%), p-value 0,024;OR;0,161).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara usia, pendidikan, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas KotabaruTahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
MOW Merupakan salah satu metode kontrasepsi secara operasi yaitu dengan teknik pembedahan untuk mencegah kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi MOW pada PUS. Jenis penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 122 PUS. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara umur, paritas, pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami dengan rendahnya minat penggunaan metode kontrasepsi MOW adalah umur (p=0.001), paritas (p=0.015), pendidikan (p=0.031), pengetahuan (p=0.004), dan dukungan suami (p=0.015). Dari 5 Variabel yang di teliti (Umur, Paritas, Pendidikan, Pengetahuan, dan Dukungan suami) hasilnya semua berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi MOW pada PUS di Puskesmas Sukaindah, Bekasi. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan WUS/PUS mendapatkan informasi tentang MOW dan dapat meningkatkan minat PUS terhadap penggunaan MOW kuhusnya di wilayah Puskesmas Sukaindah.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan tingkat dunia, Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan dini tinggi di dunia (rangking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Sibagariang, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah dengan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi seluruh remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi sebanyak 104 responden. Sampel yang diteliti sebagian remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan data primer.
Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Pendidikan remaja putri dengan nilai P= 0,009, Status ekonomi dengan nilai P=0,012, Pengetahuan dengan nilai P= 0,030, Budaya dengan nilai P= 0,021, Lingkungan dengan nilai P= 0,002, Peran Orang Tua dengan nilai P= 0,004, Peran Teman Sebaya nilai P= 0,030, dengan kejadian pernikahan dini di Dusun I Desa Tanjung Sari. Tidak ada kesenjangan dari semua variabel yang diteliti dengan Teori.
Dari 7 variabel yang diteliti yaitu pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, budaya, lingkungan, peran orang tua, peran teman sebaya adanya hubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Saran bagi remaja, staff Desa, peneliti selanjutnya dan institusi paham mengenai resiko pernikahan dini maupun Kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan perarutan yang ada, melanjutkan yang belum diteliti serta menmbah referensi yang ada mengenai pernikahan dini.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita, diperkirakan 15 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun. Riskesdas 2018 kejadian ISPA pada satu bulan terakhir adalah 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada usia balita yaitu 35%. Dan menurut SDKI 2017 prevalensi ISPA tertinggi pada anak umur 2435 bulan yaitu sebanyak 14%. Berdasar hasil survey, di Propinsi Jawa Barat terdapat 28,4% kasus ISPA balita, dan untuk kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 35,0% kasus dengan gejala ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objek yang dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan. Populasinya seluruh balita yang diperiksa di Poli Anak Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020 sebanyak 461 orang.
Sampel yang diteliti adalah balita yang berobat di Poli Anak sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase.
Hasil penelitian univariat menunjukan 82 responden yang dinyatakan berdiagnosa ISPA 17 orang (21%). Sedangkan responden yang tidak didiagnosa ISPA ada 65 orang (79%).
Kesimpulan dari hasil penelitian masih banyaknya angka kesakitan ISPA pada balita di Puskesmas Mekarmukti dikarenakan Puskesmas Mekarmukti merupakan daerah industri.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja puteri di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri usia 17-20 tahun di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi dengan jumlah 86 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 82 remaja puteri , sampel diambil dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil analisis univariat menunjukkan 71 responden (86,6%) tidak melakukan SADARI, 48 responden (58,5%) pengetahuan kurang, 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran orangtua, 45 responden (54,9%) terpapar sumber informasi mengenai SADARI, 63 responden (76,8%) kurang mendapatkan peran tenaga kesehatan, dan 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran teman sebaya.
Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan oleh peneliti selanjutnya dikarenakan penulis memiliki keterbatasan dalam penelitian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Covid-19 merupakan salah satu masalah tentang kesehatan yang cakupannya yang sangat mendunia. Kasus ini diawali dari laporan World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan bahwa ada kasus klaster pneumonia dengan etiologi yang belum jelas di Kota Wuhan Provinsi Hubei China. Untuk mengetahui gambaran penerapan
pencegahan covid-19 di Era New Normal pada remaja di RW 005 kel.Telaga Asih Kec. Cikarang Barat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di RW 005 Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi yang berjumlah 70 orang dan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah angket. Analisis data dilakukan secara univariat.
Dari hasil penelitian univariat diperoleh dari 70 responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (52,9%). yang melakukan pencegahan Covid-19 sebanyak 35 responden (50%). 38 responden (54,3%) memiliki pengetahuan baik. Dukungan orang tua 37 responden (52,9%) yang mendukung. Sumber informasi terpapar sebanyak 47 responden (67,1%). Dukungan kesehatan 35 responden (50%) mendukung . Dukungan teman sebaya tidak mendukung 47 responden (67,1%).
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh RW 005 Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat untuk terus memberikan penyuluhan terkait penerapan pencegahan COVID-19 kepada remaja.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemberian MPASI terlalu dini tidak dianjurkan karena akan menjadi sumber berbagai jenis penyakit, seperti terjadinya diare, sembelit, batuk, pilek, panas dan kolik usus. Data yang diambil pada tahun 2019 di desa bantarjaya terdapat bayi yang sudah diberikan MPASI yaitu sebanyak 66,6% dari 30 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-fakor yang berhubungan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran sebanyak 167 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan sebanyak 30 responden. Intrument penelitian menggunakan kuesioner dan data primer.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P= 0,020, hasil OR 8,750. Ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,014, hasil OR 16,000. Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nila P=0,042, hasil OR 10,667. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,020, hasil OR= 8,750. Ada hubungan tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500
Kesimpulan hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia merupakan rendahnya sel darah merah, dimana kadar hemoglobin serta hematokrit dibawah normal. Remaja salah satu kelompok yang rentan terkena anemia dikarenakan oleh gaya hidupnya terutama pada remaja putri. Anemia yang terjadi pada remaja akan berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, prestasi belajar, konsentrasi, kebugaran dan produktifitasnya. Di puskesmas Ciledug dari 3 SMP data anemia pada remaja putri tertinggi terjadi di SMP Muhammadiyah Ciledug sebanyak (63,63%) dengan 66 siswi, rata-rata kadar hemoglobin yang dimiliki oleh remaja putri di SMP tersebut adalah 9,4-11,4gr/dl.
Tujuan : Mengidentifikasi hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2020.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMP yang berjumlah 66 siswi, teknik sampel yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel 62 siswi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan seseorang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan munggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan nilai p-value¬ (0,000) yang artinya < 0,05.
Saran : Diharapkan remaja dapat menambah informasi mengenai anemia yang bisa didapat melalui buku, media cetak maupun internet sehingga mereka dapat melakukan pencegahan anemia dengan cara mengkonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi serta mengkonsumsi tablet penambah darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square
Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori
Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa tingkat pernikahan dini di Jawa Barat tahun 2014 jumlah pasangan usia perkawinan mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS) yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang di lakukan di Dusun III Desa Karang Baru pada 110 Remaja putri ternyata 67 orang telah melakukan pernikahan dini . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja puteri di Dusun III Desa Karang Baru Kabupaten Bekasi 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 110 orang remaja putri di dusun III Desa Karang Baru dan didapatkan hasil 67 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan bermakna Antara Pengetahuan (P-Value = 0,022), Pendidikan (P-Value = 0,003), Status Ekonomi(P-Value = 0,001), Lingkungan (P-Value=0,032), Teman Sebaya (P-Value=0,014), Sumber Informasi (P-Value 0,020) dengan kejadian pernikahan dini di Dusun III Desa Karang Baru Kab.Bekasi tahun 2018.
Dari 6 Variabel yang di teliti (Pengetahuan, Pendidikan,Status Ekonomi,Lingkungan,Teman Sebaya, Sumber Informasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun III Desa Karang Baru.Saran dengan Adanya kerja sama antara remaja, pihak desa sarimukti dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkan kejadian pernikahan dini tidak akan terjadi lagi atau angka kejadiannya dapat menurun drastis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kanker merupakan penyakit yang tidak menular.Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Di Indonesia kanker rahim menempati urutan ke 2 terbesar yang menyerang perempuan sebanyak (10,3%) setelah kanker payudara (18,4%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada pasangan usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasangan usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya ke poli kebidanan di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 889 pasangan usia subur.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre.Penelitian ini menggunakan data sekunder,sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,001),paritas (P.value= 0,001),kelebihan berat badan (P.value= 0,02),infeksi klamidia (P.value= 0,039),merokok (P.value= 0,000),riwayat kanker leher rahim pada keluarga (P.value= 0,000).Tidak ada kesenjangan antara factor-faktor yang berhubungan (usia,paritas,kelebihan berat badan,infeksi klamidia,merokok & riwayat kanker leher rahim pada keluarga) dengan teori.
Saran diharapkan pasangan usia subur dapat memeriksakan keadaannya dan melakukan skrining sedini mungkin dan bagi RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khusus kanker leher rahim agar pasangan usia subur mendapatan pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat demi terwujudnya keluarga yang sehar dan sejahtera.