Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Promosi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Citra Merek dan Promosi Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Toko Ritel Modern Mandalika Perfume Bogor

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan promosi media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen di Toko Ritel Modern Mandalika Perfume Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 116 responden yang merupakan konsumen Mandalika Perfume. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, kemudian Promosi media sosial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Secara simultan, Citra Merek dan Promosi media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 101,924 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,643 menunjukkan bahwa citra merek dan promosi media sosial mampu menjelaskan 64,3% variasi keputusan pembelian, sedangkan 35,7% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, kedua variabel memiliki peran dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen di Toko Ritel Modern Mandalika Perfume Bogor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Voucher Paket Data Internet di PT Distribusi Voucher Nusantara Kabupaten Bogor

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan pembelian peritel pada PT Distribusi Voucher Nusantara di Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini dilandasi adanya persaingan ketat dalam industri distribusi voucher telekomunikasi yang menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi promosi yang efektif dan penerapan harga yang kompetitif agar dapat mempertahankan loyalitas peritel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 92 responden yang merupakan peritel mitra PT Distribusi Voucher Nusantara. Teknik penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji t, uji f, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi (X₁) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai t hitung positif lebih besar dari t tabel (11,814 > 1,6615) dan Sig lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) Harga (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung positif lebih besar dari t tabel (13,975 > 1,6615) dan Sig lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) Secara simultan, promosi dan harga juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai f hitung lebih besar dari f tabel (140,680 > 3,095) dan Sig lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,754, yang berarti 75,4% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh promosi dan harga. Dengan demikian, semakin efektif promosi dan semakin kompetitif kebijakan harga yang diterapkan oleh PT Distribusi Voucher Nusantara, maka semakin tinggi keputusan pembelian peritel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Minat Ibu Mengenai Pentingnya Skrinning Hipotiroid Kongenital di Klinik A Cibinong, Kab. Bogor

2024•Koleksi Perpustakaan

Mendeteksi cacat bawaan melalui skrining bayi baru lahir (SBBL) adalah salah satu langkah untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Menurut perkiraan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1-3% dari total populasi anak mengalami retardasi mental. Cakupan skrinning hipotiroid di Indonesia menurut data pada tahun 2022 sebanyak 31,8% dari tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah ditemukan sebanyak 8 kasus yang terdeteksi di Kabupaten Bogor, tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian promosi Kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan skrinning hipotiroid kongenital terhadap tingkat pengetahuan dan minat ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra experiment dalam Forum Group Discussion dengan one group pretest postest design dengan media video animasi. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner. Dengan menggunakan uji statistik yaitu uji Paired Sample T-Test. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan menggunakan Non-probability Sampling yaitu metode purposive sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan dimana hasil pengetahuan memiliki nilai p value sebesar 0,014 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap pengetahuan ibu. Dan pada minat diperoleh nilai p value sebesar 0,003 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap minat ibu mengenai pemeriksaan Skrinning Hipotiroid Kongenital. Kesimpulan: Dalam penelitian ini didapatkan bahwa promosi Kesehatan menggunakan metode video animasi berpengaruh dalam perubahan dan meningkatkan pengetahuan dan minat ibu Mengenai Pentingnya Tentang Skrinning Hipotiroid Klinik A Cibinong, Kab.Bogor.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia >6-12 Bulan di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi

2020•Koleksi Perpustakaan

ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010). Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475). Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail