2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kista ovarium merupakan salah satu tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai pada wanita dimasa reproduksinya. Kista ovarium merupakan penyebab kematian semua kanker ginekologi diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 23,400 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kista ovarium pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya kepoli kebidanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 823 wanita usia subur. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 262 resonden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,002), paritas (P.value= 0,001),menarche dini (P.value= 0,002),merokok (P.value= 0,001),riwayat kista ovarium padakeluarga (P.value= 0,004).Tidak ada kesenjangan antara usia, paritas, menarche dini, merokok & riwayat kista ovarium pada keluarga dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti (usia, paritas, menarche dini, merokok dan riwayat kista ovarium pada keluarga) ternyata ada hubungan dengan kejadian kista ovarium, pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Saran diharapkan wanita usia subur memahami tentang kejadian kista ovarium, tanda dan gejala serta memperhatikan cara hidup sehat sebagai salah satu cara untuk mencegah dan bagi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khususnya kista ovarium agar wanita usia subur mendapat pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data yang di dapat dari RSUD Kab.Bekasi pada tahun 2018 terdapat 271 kasus dengan kanker payudara lebih banyak di bandingkan pada tahun 2017 hanya 71 kasus kanker payudara. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dari 348 siswi ternyata 205 siswi yang melakukan SADARI kurang baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 348 remaja puteri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 111 orang remaja puteri yang perilaku sadari kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pengetahuan (P-Value =0,001), Sumber informasi (PValue=0,002), Peran tenaga kesehatan (P-Value=0,045), Peran orangtua (P-Value=0,010) dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Pengetahuan, Sumber informasi, Peran tenaga kesehatan,Peran orangtua) hasilnya berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil survey BKKBN provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 83%
remaja tidak tahu tentang kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan disekitar masa subur dan masalah haid 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu resiko PMS. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dari 50siswi ternyata 35 siswi yang melakukan vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 208 orang remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 151 orang remaja puteri yang perilaku vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (P-Value=0,029), Sarana/prasarana (PValue=0,048), Peran orang tua (P-Value=0,035), Sumber informasi (P-Value=0,050), Peran tenaga kesehatan (PValue=0,019).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5variabel (pengetahuan, sarana/prasarana , peran orang tua, sumber informasi , peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) Jumlah remaja putri usia 15-19 tahun di Kabupaten Bekasi mencapai 318,864 jiwa dan remaja putri yang mengalami keputihan sebesar 29,48% (Dinas Kesehatan, 2015). Dari hasil studi pendahuluan 60 siswi kelas XI hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 56 orang (93,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor-faktro yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 105 orang remaja puteri di SMAN 1 Serang Baru dan didapatkan hasil 65 orang remaja puteri yang mengalami keputihan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner. analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pembersih kewanitaan (P-Value =0,001), Pengetahuan (P-Value=0,006), Pola Makan (P-Value=0,000), Stress (P=0,035), Dukungan Keluarga (P-Value=0,015), Sarana dan Prasarana (P-Value=0,002) dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Kesimpulan peneliti dari 6 variabel (Pembersih Kewanitaan, Pengetahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana) hasilnya berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru. Saran bagi sekolah untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan