BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Gastritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri, karena terjadinya radang pada dinding lambung yang menimbulkan kerusakan mukosa. Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi herbal berupa perasan kunyit dan madu untuk menurunkan tingkat nyeri gastritis akut pada remaja. Metode yang digunakan quasy ekperiment, dengan desain penelitian one grup pre test-post test desain. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan tehnik total sampel, uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh perasan kunyit dan madu terhadap nyeri pada remaja dengan gastritis akut di kota Pontianak Kalimantan Barat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah pada nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian temulawak madu terhadap peningkatan nafsu makan pada balita dengan gizi kurang. Penelitian ini berjenis kausalitas dengan metode penelitian kuantitatif quasi eksperiment. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner CEBQ. Populasi sasaran adalah balita dengan gizi kurang di Desa Solokan wilayah kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang. Subjek penelitian terdiri dari 42 balita gizi kurang, diperoleh menggunakan total sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian temulawak madu sebagai variable independent dan peningkatan nafsu makan balita dengan gizi kurang sebagai dependent variable. Pengukuran variable menggunakan one grup pretest-post test. Analisa data menggunakan analisis bivariat dan analisis unvariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nafsu makan balita sebelum diberikan temulawak madu dan sesudah diberikan temulawak madu. Hal ini dibuktikan dari jumlah balita dengan nafsu makan baik meningkat yaitu sebelum pemberian temulawak madu sebesar 9.5%, sedangkan sesudah diberikan temulawak madu jumlah balita dengan nafsu makan baik sebesar 83.3%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa temulawak madu dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki nafsu makan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease 2019 yang disebut covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Madu merupakan cairan kental yang diproduksi oleh lebah mengandung berbagai senyawa dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti madu sebagai obat untuk mengatasi covid-19 secara pre experimental design berbasis komputer. Penelitian dilakukan dengan penyiapan Ligan yang diperoleh dari Zink Web dan makromolekul yang diperoleh dari Protein Data Bank yaitu enzim 3CLpro dengan kode 6M03, mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R. Makromolekul dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, visualisasi ligan makromolekul menggunakan perangkat lunak PyMol dan Ligplot. Hasil didapatkan 26 senyawa madu diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim 3CLpro yaitu -5.0 sampai -7,6 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan energi afinitas -7.6 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator inflamasi IFN-α yaitu -5.0 sampai -8,0 kcal/mol didapatkan nilai terbaik rutin dengan nilai energi afinitas -8.0 kcal/mol, senyawa yang menghambat mediator inflamasi TNF-α yaitu -4.7 sampai -7,5 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan nilai energi afinitas sebesar -7.5 (kkal/mol), yang dapat berpotensi dalam pengobatan antivirus SARS COV-2 yang potensial.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Abstrak - Diabetes mellitus tipe II adalah suatu kondisi hiperglikemia puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, yang disebabkan karena resistensi insulin di jaringan perifer. Hati memproduksi glukosa lebih dari normal, karbohidrat dalam makanan tidak di metabolism dengan baik dan akhirnya mengeluarkan jumlah insulin kurang dari yang dibutuhkan yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan case control, menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi,penggaris,SOP perawatan luka dengan madu,SOP perawatan tanpa madu,madu dan buku catatan.analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat.berdasarkan analisa data menggunakan uji t dependen didasarkan taraf kemaknaan yang ditetapkan α<0,05.hasil penelitian ini adalah proses perawatan ulkus diabetikum menggunakan madu yang diukur dari keadaan ulkus yaitu tidak ada lesi,kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 1 responden (10%), ulkus superfisialis terbatas pada kulit dan jaringan subkutan terdapat 1 responden (10%), ulkus dalam tembus sampai kulit sampai ligament sebanyak 4 responden (40%), ulkus sampai ke dalam tulang sebanyak 3 responden (30%), gangren sebagian kaki 1 responden (10%) dan proses perawatan luka sesudah menggunakan madu yaitu tidak ada lesi kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 2 responden (20%), ulkus superfisialis dan terbatas pada kulit dan jaringan subkutan sebanyak 3 responden (30%), ulkus dalam tembus kulit sampai ligament sebanyak 2 responden (20%), ulkus sampai ke dalam 2 responden (20%),gangren sebagian kaki 1 responden (10%).dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh madu dalam proses perawatan ulkus diabetikum. Perawat bisa menggunakan madu sebagai alternatif lain dalam perawatan ulkus namun tidak mengurangi kualitas penyembuhan ulkus diabetikum.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya
terjadi ketika kadar sel darah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. WHO
menyebutkan bahwa 818 juta anak-anak dan perempuan yang dipengaruhi oleh
anemia, sebagian besar dinegara berkembang. Setiap tahun 1 juta meninggal
remaja dan anak-anak (0-4) dan wanita hamil adalah dengan satu estimasi global
Prevalensi dari 43% dan 51% berturut-turut. Anemia terjadi sering pada negara
berkembang dan Negara Industri. berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan pada 64 mahasiswi S1 Kperawatan Reguler dengan melakukan
pengukuran kadar hemoglobin pada 10 mahasiswi didapatkan 80% mengalami
kadar hemoglobin dibawah normal yang mengindikasikan terjadinya anemia.
Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar
Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia Di
Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design
dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh mahasiswi S1 keperawatan reguler dengan anemia berjumlah 20. Sampel
yang diambil sebanyak 20 responden dengan menggunakan total sampling yang
mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Insrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat ukur hemoglobin yaitu GCHb, sendok makan dan lembar
ceklis. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa
uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar hemoglobin sebelum
diberikan madu terendah adalah 9,5 gr/dl tertinggi adalah 1,8 gr/dl. Kadar
hemoglobin sesudah diberikan madu terendah adalah 9,8 gr/dl tertinggi adalah
14,7 gr/dl.
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian madu hutan dengan peningkatan kadar
hemoglobin pada mahasiswi S1 Keperawatan reguler.
Saran : Diharapkan bagi mahasiswi keperawatan reguler khususnya agar lebih
mengkonsumsi banyak makanan (daging, ikan, ayam, hati, telur dan sayuran hijau
seperti daun katuk, daun kelor, daun singkong, bayam) yang dapat meningkatkan
kadar hemoglobin dan mengkonsumsi zat besi jika dengan suplemen
menimbulkan banyak efek samping maka dapat menggunakan penatalaksanaan
non farmakologi yaitu pemberian madu
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah mengalami
peningkatan melebihi batas normal. Menurut WHO (2009, dalam Triyanto, 2014).
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Di tahun
2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Dari hasil survei
kasus Hipertensi di Puskesmas Cabangbungin Kabupaten Bekasi pada urutan ke tiga
dari sepuluh penyakit terbesar pada tahun 2018. Dari data diperoleh bahwa yang
datang ke kepuskesmas pada tahun 2018 penderita hipertensi pada jumlah penduduk
usia >18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di puskesmas
Cabangbungin sebanyak 499. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan
oleh peneliti di Rt 09 Rw 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten
Bekasi Tahun 2019 mengatakan penduduk usia >18 tahun yang menderita hipertensi
sebanyak 56 orang.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Buah
Belimbing dan Madu Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
di Rt 09 RW 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Bekasi tahun 2019”.
1
Metode : Jenis Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan
rancangan one group pre test post test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 responden.
Uji statistic yang digunakan yaitu uji T-test (paired sample). Teknik Paired t-Test
digunakan untuk melihat pengaruh pemberian jus buah belimbing dan madu terhadap
penurunan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan (Pre - test) dan mengukur
tekanan darah sesudah dilakukan tindakan (Post - test), maka teknik analisa bivariat
yang digunakan adalah dengan uji Paired t-Test untuk mengetahui perubahan tekanan
darah sesudah diberikan jus buah belimbing dan madu.
Hasil ; Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian bahwa rata-rata proses
penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi yang mengkonsumsi jus
buah belimbing dan madu 142,67. Hasil uji statistik dengan uji beda dua mean
dependent (paired sample T test) diperoleh P value =0,002 dengan nilai α = < α 0,05.
Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya perbedaan rata-rata
tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum mengkonsumsi jus buah belimbing dan
madu, dan setelah mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu di RT 09 RW 02
Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Saran : Dengan hasil penelitian ini penderita hipertensi agar lebih meningkatkan
pengetahuan tentang obat tradisional untuk mempercepat proses penurunan tekanan
darah tinggi sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan.