Pengaruh Penggunaan Madu Dalam Prses Perawatan Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019
Abstrak - Diabetes mellitus tipe II adalah suatu kondisi hiperglikemia puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, yang disebabkan karena resistensi insulin di jaringan perifer. Hati memproduksi glukosa lebih dari normal, karbohidrat dalam makanan tidak di metabolism dengan baik dan akhirnya mengeluarkan jumlah insulin kurang dari yang dibutuhkan yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan case control, menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi,penggaris,SOP perawatan luka dengan madu,SOP perawatan tanpa madu,madu dan buku catatan.analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat.berdasarkan analisa data menggunakan uji t dependen didasarkan taraf kemaknaan yang ditetapkan α<0,05.hasil penelitian ini adalah proses perawatan ulkus diabetikum menggunakan madu yang diukur dari keadaan ulkus yaitu tidak ada lesi,kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 1 responden (10%), ulkus superfisialis terbatas pada kulit dan jaringan subkutan terdapat 1 responden (10%), ulkus dalam tembus sampai kulit sampai ligament sebanyak 4 responden (40%), ulkus sampai ke dalam tulang sebanyak 3 responden (30%), gangren sebagian kaki 1 responden (10%) dan proses perawatan luka sesudah menggunakan madu yaitu tidak ada lesi kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 2 responden (20%), ulkus superfisialis dan terbatas pada kulit dan jaringan subkutan sebanyak 3 responden (30%), ulkus dalam tembus kulit sampai ligament sebanyak 2 responden (20%), ulkus sampai ke dalam 2 responden (20%),gangren sebagian kaki 1 responden (10%).dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh madu dalam proses perawatan ulkus diabetikum. Perawat bisa menggunakan madu sebagai alternatif lain dalam perawatan ulkus namun tidak mengurangi kualitas penyembuhan ulkus diabetikum.