BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih
cukup tinggi, terutama disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam
menjaga oral hygiene. Anak usia sekolah berada pada tahap operasional konkret sehingga
membutuhkan metode edukasi yang menarik, mudah dipahami, serta melibatkan
pengalaman langsung. Edukasi berbasis audio visual yang dikombinasikan dengan praktik
menyikat gigi dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak secara
optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis
audio visual dan praktik menyikat gigi terhadap peningkatan pengetahuan dan
keterampilan oral hygiene siswa SDIT Ajimutu Global Insani Tahun 2026. Metode:
Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel
berjumlah 55 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen
penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan menyikat gigi.
Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan oral hygiene
siswa setelah diberikan edukasi berbasis audio visual dan praktik menyikat gigi dengan
nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Edukasi berbasis audio visual yang disertai
praktik menyikat gigi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
oral hygiene siswa sekolah dasar. Metode ini direkomendasikan sebagai alternatif edukasi
kesehatan gigi di lingkungan sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kekerasan seksual pada anak dan remaja di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Setidaknya ada 1,5 juta remaja yang mengalami kekerasan seksual 1 tahun terakhir. Tingginya angka kekerasan seksual pada remaja maka hal tersebut membutuhkan pencegahan, mengingat kekerasan seksual dapat menyebabkan trauma fisik maupun psikis pada remaja. Pencegahan kekerasan seksual dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari sikap, penampilan, keberanian dan kemampuan membela diri.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual pada remaja di Komplek Dit Bek Ang Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan rancangan penelitian kolerasional yang bertujuan mengungkapkan hubungan koleratif antar variabel dengan menggunakan pendekatan cross sectional, melibatkan 51 sampel yang di ambil secara total sampling dan analisa data menggunakan Chi-Square
Hasil penelitian diperoleh sikap berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual dengan P value = 0,000 < (0,05), penampilan berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual dengan P value = 0,039 < (0,05), keberanian berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual dengan P value = 0,023 < (0,05) dan keterampilan beladiri berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual dengan P value = 0,000 < (0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor sikap, penampilan, keberanian dan keterampilan beladiri hubungan dengan pencegahan kekerasan seksual pada Remaja di Komplek Dit Bek Ang Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat dalam
menuntaskan pekerjaan tepat waktu di Ruang Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini dengan
menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 30 perawat anak yang diambil dengan
tekhnik Total Sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perawat anak yang
memiliki perilaku baik sebanyak 25 perawat (83,3%) dari 30 perawat. Hasil analisis univariat
menunjukkan sebagian besar perawat anak memiliki pengetahuan yang baik yaitu 23 perawat (76,7%) p
value 0,006. Kemudian didapatkan informasi sebagian besar perawat anak memiliki sikap baik yaitu 21
perawat (70%) p value 0,019. Selanjutnya sebagian besar perawat anak memiliki keterampilan yang baik
dalam bekerja yaitu 24 perawat (80%) p value 0,041. Kemudian yang terakhir didapatkan informas
sebagian besar perawat anak memiliki motivasi yang kurang dalam bekerja yaitu 21 perawat (70%) p
value 0,019. Dari hasil penelitian sebagian besar perawat anak berperilaku baik dalam bekerja, namun
mereka memiliki motivasi kerja yang kurang baik. Oleh sebab itu disarankan agar pihak manajemen
meningkatkan motivasi kerja perawat dengan adanya pengakuan dan pemebrian penghargaan kepada staf
perawat, serta diadakannya rekreasi atau familly gathering yang melibatkan keluarga staff perawat yang
bertujuan untuk menyegarkan fikiran staf perawat dan mengurangi tingkat stress dalam bekerja.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun
kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang
berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah
aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan
keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika
Cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat
yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji
chisquare.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa
stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p
value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan
keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan
dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan
antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan
keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran
kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan
mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja