ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Medication Error hingga saat ini merupakan salah satu faktor penyebab masalah kesehatan pada pasien, mulai resiko ringan sampai resiko berat kematian Mengetahui dan mengevaluasi adanya medication error dari fase prescribing pada pasien penyakit jantung di instalasi farmasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Penelitian dilakukan dengan rancang deskriptif non eksperimental yang dikerjakan secara prospektif. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua resep pasien penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Sampel dalam penelitian ini adalah resep obat penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Data persentase yang di dapat adalah tulisan resep yang tidak dapat terbaca 0,8%, nama obat yang disingkat 66%, tidak ada rute pemberian 60%, tidak ada bentuk sediaan 76%, tidak ada paraf dokter 42%, tidak ada berat badan 87%, tidak ada tinggi badan 87%, tidak ada jenis kelamin 66%. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap resep penyakit jantung diketahui bahwa pelayanan resep pada fase prescribing di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang tidak terjadi adanya medication error, namun adanya potensi terrjadinya medication error. Kepada dokter, farmasi dan tenaga medis lainnya diharapkan untuk lebih memerhatikan hal-hal yang berpotensi terjadinya medication error.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung mengalami pengerasan dan penyempitan. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada penyakit jantung coroner dengan riwayat diabetes mellitus di ruang cathlab jantung Rumah Sakit Medika Cisalak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif desain quasy experiment. Sampel yang di gunakan adalah seluruh pasien jantung koroner berjumlah 160 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji analis uji Wilcoxon Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 yang artinya penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Negative Ranks antara hasil pre test dan post test adalah terdapat 73 data negatif (N) yang artinya ke 73 pasien mengalami penurunan hasil dari pemasangan stent BMS dari nilai pre test dan post test. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,001 penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Positive Ranks (positif) antara hasil pemasangan stent DES terdapat 18 data positif (N) yang artinya sebanyak 18 pasien mengalami peningkatan hasil dari pemasangan stent DES dari nilai pre test dan post test. Masyarakat lebih menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit jantung koreoner yang dapat mengakibatkan kondisi parah bahkan kematian, serta memakai jenis stent DES untuk menghindari risiko ISR.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PROFESI NERS Skripsi, Maret 2023 Nama : Isnainy Inayah NIM : 221070088 HUBUNGAN PENGETAHUAN TINDAKAN PERUTANEOUSE CORONARY INTERVENTION (PCI) DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN JANTUNG DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian, tindakan yang umum yang dilakukan adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Di rumah sakit sentra medika cisalak selama setahun terdapat 1163. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan Pengetahuan Tindakan Percutaneos Coronary Intervention (PCI) Dengan Kecemasan Pada Psien Jantung Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana besar sampel sama dengan pupulasi, dengan populasi 96 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Chi square menunjukan bahwa p value 0.00 0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara motivasi dengan perilaku pencegahan komplikasi Diabeticum Peripheral Neuropathy, dengan nilai OR 2.357 (1.584-3.508) yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Jenis kelamin lebih dominan laki-laki dari perempuan yaitu sebanyak 79 responden (82,3%), kelompok usia tertinggi untuk karakteristik responden adalah kelompok usia 56-65 tahun sebanyak 40 responden (37,0%). Ada hubungan pengetahuan terhadap kecemasan pada pasien dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) pada pasien penyakit jantung koroner. Bahan baca : 3 buku (2018-2022) dan 5 jurnal kesehatan (2016 2022) Kata kunci : Penyakit Jantung Koroner, (PCI),pengetahuan, cemas
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah ateri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko pola makan dan aktivitas olahraga yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di klinik jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 responden, teknik pengumpulan data dengan cara accidental sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik pola makan dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,000 dengan OR 13,750, 95% CI (2696-70.118). Hasil uji statistik aktivitas olahraga dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,799 dengan OR 1,152, 95% CI (413-3.281). Dari hasil diatas menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta dan tidak ada hubungan signifikan aktivitas olahraga dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih. Saran bagi perawat untuk meberikan penyuluhan kesahatan tentang pola makan dan aktivitas olahraga pada pasien jantung koroner dengan menggunakan leaflet dan lembar balik, sehingga pasien mengetahui bahwa kebiasaan pola makan yang baik dan aktivitas olahraga rutin dapat mencegah terjadinya PJK.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pengobatan nyeri pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA) memiliki dua jenis terapi yaitu secara farmakologi dan nonfarmakologi. Pengobatan secara nonfarmakologi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender. Penatalaksanaan nyeri ditujukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan meningkatkan suplai oksigen ke jantung agar mencegah luasnya infark di jantung. Tujuan: Pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam Sosialisasi pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung Di Ruang ICCU. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian, tindakan yang umum yang dilakukan adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Di rumah sakit sentra medika cisalak selama setahun terdapat 1163. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan Pengetahuan Tindakan Percutaneos Coronary Intervention (PCI) Dengan Kecemasan Pada Psien Jantung. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana besar sampel sama dengan pupulasi, dengan populasi 96 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Chi square menunjukan bahwa p value 0.00 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara motivasi dengan perilaku pencegahan komplikasi Diabeticum Peripheral Neuropathy, dengan nilai OR 2.357 (1.584-3.508) yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Jenis kelamin lebih dominan laki-laki dari perempuan yaitu sebanyak 79 responden (82,3%), kelompok usia tertinggi untuk karakteristik responden adalah kelompok usia 56-65 tahun sebanyak 40 responden (37,0%). Ada hubungan pengetahuan terhadap kecemasan pada pasien dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) pada pasien penyakit jantung koroner.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung mengalami pengerasan dan penyempitan. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada penyakit jantung coroner dengan riwayat diabetes mellitus di ruang cathlab jantung Rumah Sakit Medika Cisalak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif desain quasy experiment. Sampel yang di gunakan adalah seluruh pasien jantung koroner berjumlah 160 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji analis uji Wilcoxon
Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 yang artinya penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Negative Ranks antara hasil pre test dan post test adalah terdapat 73 data negatif (N) yang artinya ke 73 pasien mengalami penurunan hasil dari pemasangan stent BMS dari nilai pre test dan post
test. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar
0,001 penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Positive Ranks (positif) antara hasil pemasangan stent DES terdapat 18 data positif (N) yang artinya sebanyak 18 pasien mengalami peningkatan hasil dari pemasangan stent DES dari nilai pre test dan post test.
Masyarakat lebih menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit jantung koreoner yang dapat mengakibatkan kondisi parah bahkan kematian, serta memakai jenis stent DES untuk menghindari risiko ISR.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kondisi pasokan darah dan oksigen yang tidak memadai ke miokardium. Faktor resiko penyebab jantung koroner dibagi menjadi 2 yaitu dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu usia, jenis kelamin, etnis, riwayat keluarga. Sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya yaitu hipertensi, hiperlipidemia, diabetes mellitus, obesitas, riwayat merokok, pola diet yang buruk, dan gaya hidup buruk Penelitian ini merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Analisa data menggunakan uji statistik chi square Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi dengan nilai (p value) merokok 0,001 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara merokok dengan serangan jantung koroner, diabetes melitus dengan nilai (p value) 0,000 maka H1 diterima artinya ada hubungan anatara diabetes mellitus dengan serangan jantung coroner, dan hipertensi dengan nilai (p value) 0,007 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara hipertensi dengan serangan jantung coroner, pada pasien diruang cathlab Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Kota Depok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah merokok, diabetes mellitus, dan hipertensi merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan serangan jantung coroner di Ruang Chathlab RS. Sentra Medika Cisalak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung mengalami pengerasan dan penyempitan. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISR pada penyakit jantung koroner di ruang cathlab jantung Rumah Sakit Medika Cisalak tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif desain Cross sectional. Sempel yang di gunakan adalah seluruh pasien jantung koroner berjumlah 106 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji analis uji chi square
Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan kepatuhan minum obat dengan kejadian ISR dengan nilai (p value) sebesar 0,013. Ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian ISR dengan (p value) sebesar 0,000 (p value) < 0,05, ada hubungan riwayat DM dengan kejadian ISR diperoleh (p value) sebesar 0,000. Ada hubungan riwayat Hipertensi dengan kejadian ISR dengan nilai (p value) sebesar 0,002. Ada hubungan dislipidemia dengan kejadian ISR adapun hasil nilai(p value) sebesar 0,000 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara riwayat menderita kolesterol dengan kejadian In Stent Restenosis (ISR) pada pasien penyakit jantung koroner di cathlab RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2021.
Masyarakat lebih menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit jantung koreoner yang dapat mengakibatkan kondisi parah bahkan kematian.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hematom pada arteri radialis merupakan salah satu komplikasi pasca prosedur kateterisasi jantung melalui akses arteri radialis. Perlukaan pada pasien berupa luka tusuk pada arteri sebagai akses untuk kateter masuk ke pembuluh darah menuju jantung. Luka tusuk tersebut disebabkan oleh penusukkan sheath pada arteri yang dapat menyebabkan hematom.
Adapun tujuannya untuk menganalisis hubungan teknik Aff Sheath dengan kejadian hematom paska tindakan kateterisasi jantung di RS. Sentra Medika Cikarang. Desain penelitian ini adalah observasional analitik, dimana penelitian yang dilakukan melalui pengamatan dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung dengan pendekatan observasi pada satu saat. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 62 responden terdiri dari 28 responden dengan aff sheath teknik manual, 34 responden dengan aff sheath teknik mekanik.
Uji statistik dari Cross tabulasi antara teknik aff sheath dengan kejadian hematom di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang pada bulan Januari – Februari tahun 2022 menunjukan hasil Uji Statistik Chi-Square diperoleh nilai P-Value 0,016
Kesimpulan penelitian ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara teknik aff sheath manual dan mekanik dengan kejadian hematom di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Rumah sakit perlu merekomendasikan penggunaan teknik mekanik pada pasien post tindakan kateterisasi jantung.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal jantung kongestif atau disebut dengan Congestif Heart Failure (CHF) adalah suatu sindrom kompleks yang terjadi akibat gangguan jantung yang merusak kemampuan ventrikel untuk mengisi dan memompa darah secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami penurunan curah jantung. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukanya gejala klinis pada pasien gagal jantung kongestif diantaranya sesak nafas, edema perifer, cepat lelah selama aktivitas, dada berdebar-debar pada saat aktivitas, peningkatan enzim ALT/SGPT, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama : masalah keperawatan penurunan curah jantung akibat penyakit gagal jantung kongestif. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini monitor saturasi oksigen, periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas, memberikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen, kolaborasi pemberian obat furosemide, dan tindakan mandiri dengan posisi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan penurunan curah jantung teratasi dengan tidak sesak nafas, edema pada kedua kaki pasien sudah tidak ada, TTV dalam batas normal TD: 120/80 mmHg, N : 80x/menit, S: 36,70C, RR : 22x/menit.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Medication Error hingga saat ini merupakan salah satu faktor penyebab masalah kesehatan pada pasien, mulai resiko ringan sampai resiko berat kematian Mengetahui dan mengevaluasi adanya medication error dari fase prescribing pada pasien penyakit jantung di instalasi farmasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Penelitian dilakukan dengan rancang deskriptif non eksperimental yang dikerjakan secara prospektif. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua resep pasien penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Sampel dalam penelitian ini adalah resep obat penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Data persentase yang di dapat adalah tulisan resep yang tidak dapat terbaca 0,8%, nama obat yang disingkat 66%, tidak ada rute pemberian 60%, tidak ada bentuk sediaan 76%, tidak ada paraf dokter 42%, tidak ada berat badan 87%, tidak ada tinggi badan 87%, tidak ada jenis kelamin 66%. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap resep penyakit jantung diketahui bahwa pelayanan resep pada fase prescribing di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang tidak terjadi adanya medication error, namun adanya potensi terrjadinya medication error. Kepada dokter, farmasi dan tenaga medis lainnya diharapkan untuk lebih memerhatikan hal-hal yang berpotensi terjadinya medication error.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Adapun faktor resiko DM terdiri dari faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang
tidak dapat dimodifikasi. Salah satu faktor resiko yang dapat dimodifikasinya adalah
kurangnya aktifitas fisik oleh karena itu penderita Diabetes Melitus dianjurkan untuk
melakukan olahraga. Olahraga teratur dapat menurunkan kadar glukosa dalam
darah.Salah satu contoh dari olahraga teratur adalah berjalan di atas Treadmill.
Treadmill dilengkapi dengan sistem deteksi jarak, kecepatan dan waktu, sehingga
seseorang dapat menentukan berapa jarak, kecepatan dan durasi olahraga yang akan
dilakukannya (muyasaroh, 2019). Tujuan peneliti ini adalah untuk mengidentifikasi
pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus
riwayat penyakit jantung yang sedang menjalani Treadmill di Rumah Sakit Sentra
Medika Cibinong.Penelitian dengan menggunakan pre experimental one group
(pretest-posttest) design. Jumlah sample 35 responden dengan menggunakan total
sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan
adalah wilxocon.hasil uji statistic nilai P yaitu 0,000 kurang dari 0,05 (0,000 <
0,05), Ho di tolak artinya ada pengaruh treatmill terhadap penurunan kadar gula
darah pada pasien Diabetes Melitus riwayat jantung koroner. Kesimpulan:ada
Pengaruh Treadmill Terhadap penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes
Melitus Riwayat Penyakit Jantung Koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong. Saran: diharapkan bisa diterapkan dengan cara meningkatkan
penyuluhan pencegahan pasien diabetes melitus di rumah sakit.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infrak miokard akut (AMI) dengan elevasi segment ST (STEMI) merupakan bagian dari spektrum Sindrom Koroner Akut (SKA) yang menggambarkan cidera miokard transmural, akibat adanya oklusi total arteri koroner disebabkan oleh trombus. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus. Responden adalah pasien dengan infark miokard akut yang mengalami masalah pada penurunan curah jantung. Data kasus hasil pemeriksaan fisik klien terlihat sesak, suara jantung murmur, irama jantung tidak teratur, Elevasi segmen ST pada lead V3-V4, pada lead II, III, aVF. Diagnosa prioritas yaitu Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung dengan intervensi obesrvasi tanda-tanda vital, ajarkan teknik nafas dalam, kolaborasi pemberian obat-obatan, serta berikan oksigen dengan inflementasi yang sesuai. Evaluasi akhir teratasi sebagian dengan kriteria hasil yaitu pasien mengatakan sesak berkurang, tanda-tanda vital TD= 110/80 mmHg, RR= 16X/menit, masih terpasang oksigen 3 lpm. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan klien yang mengalami Infark Miokard Akut (IMA) dengan masalah penurunan curah jantung lebih menekankan pada aspek kenyamanan, sehingga pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acut Respiratory
Syndrome Coronavirus-2. Komobid merupakan penyakit atau kondisi yang muncul bersamaa pada individu, atau
disebut juga penyakit penyerta. Tujuan penelitian Mengetahui hubungan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung terhadap perburukan klinis pada pasien Covid-19
Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Sampel
dari penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa Covid-19 dengan satu komorbid (diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung )yang dirawat di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode Oktober 2020 hingga Januari
2021 dengan menggunakan teknik pengmbilan sampling Total Sampling yang berjumlah 48 orang.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien yang memiliki komorbid terinfeksi Covid-19 di ruang
ICU, 30 pasien mengalami perburukan klinis, 58,3% yang memiliki penyakit komorbid Diabetus Melitus (p=0,016, OR
5,500), 29,2% yang memiliki penyakit komorbid Hipertensi (p=0,140, OR 0,313) dan 12,5% memiliki penyakit
komorbid Jantung (p=0,179, OR 0,250). Kesimpulan bahwa diabetes melitus merupakan salah satu penyakit komorbid
yang dapat memperburuk kondisi klinis pada pasien covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
SKRIPSI, April 2021
Nama : Lilis Pad’liah
NPM : 020319720
ANALISIS HUBUNGAN KOMORBID TERHADAP PERBURUKAN KLINIS PASIEN COVID-19 DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021
vii (jumlah Halaman sebelum BAB I) + ....Halaman+....Tabel+....Lampiran
ABSTRAK
Pendahuluan: Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acut Respiratory Syndrome Coronavirus-2. Komobid merupakan penyakit atau kondisi yang muncul bersamaa pada individu, atau disebut juga penyakit penyerta. Tujuan : Mengetahui hubungan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung terhadap perburukan klinis pada pasien Covid-19 Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa Covid-19 dengan satu komorbid (diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung )yang dirawat di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode Oktober 2020 hingga Januari 2021 dengan menggunakan teknik pengmbilan sampling Total Sampling yang berjumlah 48 orang.Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien yang memiliki komorbid terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 30 pasien mengalami perburukan klinis, 58,3% yang memiliki penyakit komorbid Diabetus Melitus (p=0,016, OR 5,500), 29,2% yang memiliki penyakit komorbid Hipertensi (p=0,140, OR 0,313) dan 12,5% memiliki penyakit komorbid Jantung (p=0,179, OR 0,250). Kesimpulan: diabetes melitus merupakan salah satu penyakit komorbid yang dapat memperburuk kondisi klinis pada pasien covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi diseluruh
dunia. Serangan jantung ini akibat terhambatnya aliran darah menuju jantung.Kateterisasi Jantung
merupakan prosedur medis yang dilaksanakan dengan tujuan mengembalikan aliran koroner pada arteri
yang berhubungan dengan area infrak, mengurangi ukuran infrak, dan menurunkan mortalitas jangka
panjang. Tindakan ini dapat menimbulkan nyeri selain daerah penusukan, tekanan TR band menyebabkan
ketidaknyamanan. Pengaruh negative dari nyeri dapat ditangani dengan tehnik relaksasi nafas dalam dan
distraksi audio. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi
Audio terhadap penurunan skala nyeri pada pasien yang terpasang TR Band pasca kateterisasi jantung di
ruang HCCU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan two group pre test dan post test. Jumlah sample
150 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling terdiri dari 75 kelompok intervensi
relaksasi nafas dalam dan 75 kelompok distraksi audio. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Ranting
Scale (NRS), analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji mann whitney
Hasil uji statistik Wilcoxon setelah relaksasi nafas dan setelah distraksi audio dalam menunjukan P
value 0,000 (P value < 0,05) sehingga tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio secara signifikan
dapat menurunkan nyeri. Di lanjutkan dengan uji Mann withney untuk melihat perbandingan tehnik
relaksasi dan distraksi audio nilai P = 0,553 (P > 0,05) secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan
antara efektifitas relaksasi nafas dalam dan distraksi audio
Kesimpulan: Tehnik relaksasi nafas dalam dan distraksi audio efektif dalam menurunkan nyeri pada
pasien yang terpasang TR Band Pasca Katerisasi Jantung.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Radial Artery Occlusion (RAO) atau disebut juga oklusi arteri radialis merupakan komplikasi
paska prosedur kateterisasi jantung melalui akses arteri radialis. Tujuan penelitian ini untuk
mengidentifikasi keefektifan metode barbeau test dan metode pengamatan klinik terhadap
kejadian RAO pada pasien post prosedur kateterisasi jantung di ruang angiografi dan HCCU
Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian study comparativ melalui pendekatan
rancangan penelitian Quasi-eksperimental, Adapun sampel dalam penelitian ini
menggunakan kuota sampling sebanyak 30 responden yang di bagi menjadi 2 kelompok,
yaitu 15 metode Barbeau Test dan 15 metode pemantauan klinis. Berdasarkan uji statistik
Independen sample T-test diperoleh nilai untuk Metode Barbeu test P-value = 0,000
(<α=0,05) dan Metode Pengamatan Klinis Dengan P-value = 0,043 (<α=0,05). Hasil
penelitian ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara metode Barbeau test dan
metode pengamatan klinis dalam menilai kejadian RAO. Diharapkan bagi Rumah Sakit perlu
mengkombinasikan 2 metode yang paling sering digunakan dan dapat memilih metode yang
terbaik untuk menilai kejadian RAO pada pasien post tindakan kateterisasi jantung
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu jenis penyaki penyebab kematian
nomor satu di dunia data yang di dapatkan menunjukkan bahwa sebanyak 17,3 miliar orang
di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskuler WHO (2016). Salah satu permasalahan
psikologis yang muncul pada penyakit gagal jantung adalah kecemasan. Tujuan penelitian
Diketahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien denngan gagal jantung kongestif di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 160 responden sampel penelitian 67 responden dengan cara metode pengambilan
dengan accidental sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner.. Analisa data hasil
menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat kecemasan pada pasien dengan gagal jantung
kongestif di Rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi tahun 2018 dalam distribusi
frekuensi dengan persentase terbanyak ialah klien dengan kecemasan sedang sebanyak 26
dengan presentase (38,8%), kecemasan ringan 36 dengan presntase (53,7%), kecemasan berat
sebanyak 4 dengan presentase (6%) dan kecemasan panik 1 responden dengan presentase
(1,5%) dari 67 responden .
Kesimpulan : Dari hasil penellitian di dapatkan gambaran tingkat kecemasan pada
pasien dengan gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi
tahun 2018 memiliki kecemasan sedang. Saran:bagi instansi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bekasi dapat meningkatkan komunikasi intrapersonal antara perawat dan klien
yang akan mengalami penyakit gagal jantung kongestif (CHF)