2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Media video animasi merupakan alat yang sangat cocok untuk menyampaikan edukasi gizi karena kemampuannya dalam memudahkan penyampaian informasi terkait gizi secara visual dan menarik tujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video animasi terhadap pengetahuan,sikap serta perilaku konsumsi makan anemia pada siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Subyek dan Metode: Preeksperimental dengan rancangan one grup pretest - posttest, SMAN 1 Kedung Waringin, populasi 30, teknik purposive sampling, variabel independent : Media video animasi dan variabel Dependent : Pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi makan, instrumen pengukuran variabel menggunakan uji shapirowilk, serta metode analisis data uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh edukasi gizi melalui media video animasi terhadap pengetahuan (0,000),sikap (0,008) dan perilaku konsumsi makan (0,000) sisiwi di SMAN 1 Kedungwaringin Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Dengan nilai P-Value 0,000 maka terdapat pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan pada siswi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Anemia dikenal sebagai adanya penurunan massa eritrosity atau massa sel darah merah yang mengakibatkan terganggunya fungsi dan ketidakmampuan hemoglobin untuk membawa oksigen secara memadai ke organ-organ. Alasan dilakukan penelitian ini adalah tingginya pravelensi anemia pada remaja putri di SMKN 1 Pebayuran. Dari survei terhadap 50 responden, peneliti menemukan bahwa 84% siswi mengalami anemia dan 16% tidak anemia. Menurut pengakuan sisiwi, mereka tidak pernah meminum tablet tambah darah selama menstruasi Tujuan : untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMKN 1 Pebayuran. Metode: Penelitian ini memakai desain Analitik Kuantitatif, pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini sejumlah 139 responden. Pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling sejumlah 67 remaja. Intrumen penelitian ini memakai kuesioner. Analisis data memakai Univariat serta bivariat. Hasil memperlihatkan bahwasanya terdapat korelasi antara pengetahuan dengan anemia pada remaja putri (p- value 0,028 <0,05) OR 3.339. Terdapat korelasi antara konsumsi TTD dengan anemia (p-value 0,000
<0,05) OR 13.417. Terdapat korelasi antara lama menstruasi dengan anemia (p-value 0,003<0,05) OR
6.255. Terdapat korelasi antara status ekonomi orang tua dengan anemia (p-value 0,000 < 0,05) OR
8.054. Terdapat korelasi antara pola istirahat dengan anemia, (p-value 0,011 < 0,05) OR 5.017. Kesimpulan: penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya terdapat korelasi antara pengetahuan, konsumsi TTD, lama menstruasi, pola istirahat dan status ekonomi orang tua
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Dismenore merupakan rasa sakit atau ketidak nyamanan di bagian bawah perut yang dirasakan oleh wanita sebelum, selama menstruasi. Ada dua cara meringankan nyeri dismenore, pertama terapi dengan mengkonsumsi obat dan yang kedua terapi tanpa mengkonsumsi obat. Terapi tanpa mengkonsumsi obat bisa dengan cara relaksasi dan olahraga senam dismenore. Senam dismenore bisa memberikan kenyamanan pada otot sekitar pinggang, perut, dan panggul. Jika dilakukan terus menerus dengan teratur, juga dapat menyebabkan perasaan nyaman secara bertahap. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh senam dismenore terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di MTS Alwathoniyah 55 Karang Bahagia. Metode: Menerapkan metode kuantitatif dan menggunakan desain quasy eksperiment one group pretest-postest. Subjek penelitian ini remaja putri sedang menderita dismenore berjumlah 30 responden. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, usia rata-rata responden yaitu 14 tahun. Mayoritas responden mengalami nyeri sebelum dengan intensitas sedang dengan presentase 60%, Sementara itu, dalam pengukuran sesudah, umumnya responden mendapat penurunan nyeri dismenore menjadi nyeri ringan presentase 70%, Selanjtnya, terdapat pula kenaikan jumlah responden yang tidak merasakan nyeri dengan presentase 20% dari 0%. Bersumber hasil penelitian wilcoxon didapatkan nilai p value= 0,000(p<0,05) bermakna ada pengaruh senam dismenore pada penurunan nyeri dismenore. Diharapkan pada wanita sedang dismenore untuk melakukan olahraga ringan untuk mengurangi dismenore.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa batita dalam masa emas, atau “golden age” mengalami masalah perkembangan dalam hal emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Di masa depan, gangguan ini dapat memengaruhi sikap dan perilakunya. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. selain itu, kondisi keuangan keluarga dan cara orang tua membesarkan anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Batita membutuhkan pengawasan penuh selama masa usianya, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan gizinya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian yang digunakan cross sectional, Menggunakan metode consecutive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu batita yang berusia 1-3 tahun berjumlah 823. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05. Hasil: Mayoritas dari mereka berusia 3 tahun 96 orang (36,2%), status gizi kurang 109 orang (41,1%), pola asuh negatif 134 orang (50,6%), imunisasi Mr/campak pada batita usia 3 tahun 96 orang (36,2%). Kesimpulan: dari penelitian ini hanya faktor pola asuh dengan kpsp yang memiliki hubungan dengan nilai chi square P = 0,001 < a 0,05. Sedangkan, umur, status gizi,imunisasi tidak terdapat hubungan dengan tumbuh kembang pada batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tindakan pembedahan dengan spinal anestesi dapat menimbulkan ancaman tubuh, integritas serta
jiwa seseorang. Kecemasan yang dialami pasien yang direncanakan pembedahan dapat terjadi karena
kurang pengetahuan tentang prosedur pembiusan yang akan dijalani. Kecemasan yang dialami pasien
dapat memberikan efek kegelisahan dan mempengaruhi kardiovaskular yang dapat mengganggu
proses pembedahan. Kecemasan adalah suatu perasaan subyektif yang dialami seseorang terutama
oleh karena adanya pengalaman baru, termasuk pada pasien yang mengalami tindakan invasif seperti
pembedahan. Kecemasan pre operasi merupakan suatu respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap perannya dalam hidup, integeritas tubuh,
atau bahkan kehidupan itu sendiri. Pendampingan layanan spiritual pada pasien pre operasi
merupakan sebuah intervensi dari layanan spiritual yang di tujukan pada pasien yang mengalami
kecemasan yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosi, pasien mampu memaknai
kondisinya, Tujuan Penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
pengaruh pendampingan layanan spiritual: Do'a terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre
operasi anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Desain penelitian yang
dipakai pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan
rancangan one grup pretest-posttest. Jumlah sampel 30 Responden dengan Teknik kuesioner APAIS
(Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) dan menggunakan uji statistik Wilcoxon.
Hasil Penelitian : didapatkan P-Value 0,001 (P-Value<0,05). Sehingga hasil ini menunjukan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah pemberian
pendampingan layanan spiritual pasien muslim pre operasi. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh
pendampingan layanan spiritual doa terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre operasi dengan anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi terhadap 30 responden dapat disimpulkan sebagai berikut: Karakteristik responden pre operasi yang mengalami kecemasan menurut kategori usia, lebih tinggi pada usia lansia, sedangkan menurut kategori tingkat jenis kelamin pasien yang mengalami
kecemasan lebih tinggi pada pasien laki-laki daripada perempuan. Ada perbedaan tingkat kecemasan pada pasien muslim pre operasi sebelum dan sesudah diberikan intervensi spiritual do’a. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian pendampingan layanan spiritual doa terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre operasi dengan anestesi spinal.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode anestesi dengan cara menyuntikkan obat analgetik lokal kedalam ruang subarachnoid di daerah lumbal. Kekuatan motorik individu dapat diukur dengan menunjukkan derajat pergerakan melawan hambatan. Setiap ekstremitas harus diukur kekuatannya. Salah satu indikator respons motorik pasca anestesi spinal adalah Bromage score, yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan otot kaki. TUJUAN :Untuk Mengetahui Status Fisik Pasien Regional Anastesi Subarachnoid Spinal Block Regional Berkorelasi Dengan Bromage Score di RS Medirosa Cikarang. HASIL: Berdasarkan distribusi frekuensi variabel usia pasien bahwa mayoritas pasien memiliki usia 19-25 sebanyak 13 responden (43,3%) dan 26-35 sebanyak 11 responden (36,7%) dan 36-45 sebayak 6 responden (20.0%) memiliki frekuensi yang paling rendah. Dari uji Chi Square Faktor usia sangat berpengaruh dalam pencapaian Bromage Score 2 di karnakan cairan serebrospinal di ruang subarachoud melambat. KESIMPULAN: ada hubungan antara usia dengan waktu pencapaian Bromage Score 2 dikarenakan pada usia tua ada penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hepar, sehingga semakin bertambahnya usia maka akan semakin lama waktu pencapain Bromage Score 2.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Ruptur perineum adalah robeknya perineum akibat kelahiran bayi secara spontan maupun dengan bantuan atau intervensi, hal ini terlihat pada hampir semua kelahiran anak pertama dan jarang terjadi pada kelahiran berikutnya, lokasi cedera terkait kelahiran yang paling umum adalah perineum. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentipikasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Subjek dan Metode : jenis penelitian case control dengan tehnik pendekatan retrospective study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Sukatani periode Januari – Juni tahun 2024 sebanyak 87 orang. Instrument pengumpulan data dengan data sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil Penelitian : menunjukkan bahwa variabel Paritas (P = 0,033), umur ibu (p = 0,000 ), Jarak Kelahiran (P = 0,036) terdapat hubungan bermakna antara paritas, umur ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Adapun variabel yang tidak terdapat hubungan bermakna dengan kejadian ruptur perineum yaitu berat badan bayi lahir (P = 0,338) tidak memiliki hubungan bermakna, dengan nilai Odds Ratio (OR) 2,524. Kesimpulan: Diharapkan untuk ibu mempersiapkan kehamilan dan persalinanya dengan baik,Antara lain dengan hamil saat reproduksi sehat, merencanakan jarak kehamilan dengan program KB untuk mengatur jumlah paritas, periksa kehamilan sesuai jadwal agar berat janin terkontrol.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upaya pencegahan serta pengendalian BBLR bilsal dilakukan dengan beberapa upaya yaitu memberikan pendidikan kesehatan yang cukup mengenai BBLR kepada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui falktor-falktor yalng Berhubungaln dengaln kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu bersalin di RSIA dr. djoko pramono pada bulan Januari - Juni tahun 2024 dengan total sampel, sebanyak 100 orang. Instrument pengumpulan data dengan lembar ceklist yang berisi informasi yang mendukung falktor-falktor yalng berhubungan dengan kejadian BBLR di rsia dr. Djoko promono, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (P = 0,000), usia kehamilan (P = 0,000), paritas (P =,000), anemia (P = 0,000), dan pendidikan (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna, dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Terdapat hubungan bermakna antara umur, usia kehamilan, paritas, anemia dan pendidikan dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Adapun variabel yang paling besar hubungannya yaitu usia kehamilan dengan nilai Odds Ratio (OR) 27.563. Disarankan ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya dan memperhatikan gizi selama kehamilan untuk mengurangi resiko terjadinya BBLR.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respon (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Suatu perasaan takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil primipara trimester 3 dalam menghadapi persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P=0.000 <0,05 artinya ada pengaruh umur terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.009 >0,05 artinya ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.020 >0,05 artinya ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat kecemasan dan didapatkan nilai P=0.033 <0,05 artinya ada pengaruh pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada masyarakat tentang faktor risiko kecemasan ibu hamil, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terjadinya dampak negatif pada ibu hamil dan janinnya
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun dan siswa/i di BIMBA Karangsatria Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan ukuran pengambilan sampel data primer. Variabel dependen Keberhasilan toilet training dan independent Pengetahuan, Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan ibu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah valid, serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training, terlihat bahwa nilai p = 0, 006 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara umur ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 320 ≤ 0,05 yang artinya Tidak Ada hubungan antara pendidikan ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan toilet training. Kesimpulan: Variabel Pengetahuan, Umur dan Pekerjaan ibu berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak , dan yang tidak berhubungan adalah variabel Pendidikan ibu. Saran diharapkan ibu lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kedua dalam kematian dan ketiga
kecacatan di dunia. Kematian mendadak beberapa sel otak yang disebabkan adanya kekurangan
oksigen ketika aliran darah ke otak karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak. Akibat
stroke ditentukan bagian mana otak yang terjadi cedera (kanan atau kiri), hal ini mempengaruhi
perubahan yang terjadi setelah serangan stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh
(hemiplegi) ataupun dimana sebelah bagian tubuh dirasakan tidak berasa (hemiparesis). Pasien
stroke akan mengalami gangguan keseimbangan. Tujuan : Mengetahui pengaruh penambahan
Core Stengthening dan Pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia.
Metode : Eksperimental dengan rancangan Three Group Pre Test dan Post Test. Responden
dipilih 3 kelompok, yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan keseimbangan statis dan
dinamis. Setiap sampel diberikan perlakuan pemberian latihan core strengthening dan Pelvic
PNF. Hasil : Uji normalitas data menggunakan shapiro wilk test dengan p>0,05. Berdasarkan
tabel uji normalitas menunjukkan distribusi data penelitian ini adalah normal, hasil unpaired
test mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan
menunjukkan terdapat perubahan p value=<0,0435, pelvic PNF menunjukkan ada perubahan
p value=<0,0297. Core strengthening dan pelvic PNF menunjukkan perubahan signifikan
dengan p value=<0,0012.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Proses penuaan membawa berbagai perubahan dalam aspek fisik, mental, dan sosial pada individu
lanjut usia. Pasca stroke, kebanyakan masih mengalami sisa-sisa kerusakan otak yang belum
sepenuhnya pulih, meningkatkan ketergantungan pada orang lain untuk melakukan aktivitas seharihari (ADL) dan memerlukan terapi untuk pemulihan. Berbagai jenis terapi seperti Propioceptive
Neuromuscular Facilitation (PNF) dan Brain Gym telah dikembangkan untuk membantu pemulihan
pasien. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek dari PNF dan Brain
Gym terhadap perubahan dalam tingkat kemandirian ADL pada lansia pasca stroke, dengan
manfaat potensial untuk meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan khususnya pada pasien lanjut usia pasca stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Two-Group Pretest-Posttest. Dua puluh lansia dari RS Immanuel Bandung dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok PNF dan Brain Gym. Terapi dilakukan selama delapan sesi dengan frekuensi dua kali seminggu, dengan pengumpulan data menggunakan Barthel Index untuk mengukur tingkat kemandirian ADL. Hasil : Hasil analisis menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 untuk kedua kelompok perlakuan, menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Nilai p-value dari intervensi kombinasi PNF dan Brain Gym menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat kemandirian ADL pada pasien pasca stroke. Kesimpulan : Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi PNF dan Brain Gym berpengaruh positif terhadap tingkat kemandirian ADL pada pasien pasca stroke.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan