Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Previarsi Rahayu

33 karya publik ditemukan.

2026: 152025: 102024: 8

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling. Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

Analisis Tingkat Perbandingan Kecemasan Pada Siswi Kelas 4-6 di Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Bekasi Dalam Menghadapi Menarche

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Perempuan mengalami menstruasi pertama yang disebut dengan menarche. Setiap anak memiliki usia yang berbeda untuk menarche, tetapi tiap tahun nya terdapat kecenderungan anak perempuan mendapat menstruasi pertama atau menarche ke arah umur yang lebih muda sehingga saat ini banyak anak perempuan di sekolah dasar sudah mengalami menarche. Karena tubuh mengalami perubahan selama menarche, anak perempuan dapat mengalami kondisi psikologis diantaranya kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan tingkat kecemasan pada siswi kelas 4-6 di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Subyek dan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif dengan desain penelitian cross-sectional. Lokasi penelitian di SD Sukasari 04 yang mewakili pedesaan dan SDN Bekasi Jaya III yang mewakili perkotaan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas 4-6 yang sudah mengalami menarche dengan total 30 siswi pedesaan dan 30 siswi di perkotaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini variabel independen adalah siswi SD kelas 4-6 di pedesaan (X1), siswi SD kelas 4-6 di perkotaan (X2) dan variabel dependen adalah kecemasan siswi dalam menghadapi menarche (Y) metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif yaitu uji Mann whitney. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kecemasan siswi di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Hasil uji Mann whitney p=0,000<0,05. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh rata- rata tingkat kecemasan 52.10 di pedesaan dan 42.53 di perkotaan. Kesimpulan: Sebagian besar siswi di pedesaan memiliki tingkat pengetahuan cukup dan mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan di perkotaan sebagian besar siswi memiliki tingkat pengetahuan baik dan mengalami tingkat kecemasan ringan.

Hubungan Rutinitas Olahraga Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Usia Pertengahan Remaja Putri di SMAN 1 Pebayuran

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dismenore primer merupakan suatu kondisi di mana individu merasakan nyeri pada saart siklus menstruasi, remaja menjadi salah satu kelompok usia yang mengalami dismenore karena banyak diantara mereka jarang melakukan aktivitas seperti rutin berolahraga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan lebih dari 90% siswi SMAN 1 Pebayuran mengalami dismenore primer. Subjek dan Metode: menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilakukan di SMAN 1 Pebayuran dengan populasi 344 siswi. Pada penelitian ini menggunakan 185 sampel dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu rutinitas olahraga dan variabel dependen yaitu kejadian dismenore primer. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner pada rutinitas olahraga dan kejadian dismenore primer. Hasil Penelitian : Distribusi kejadian dismenore primer pada siswi paling banyak ditemukan yaitu “terjadi” sebanyak 173 reponden (93,5%) dan untuk distribusi rutinitas olahraga yang paling banyak ditemukan yaitu melakukan olahraga dengan intensitas “jarang” sebanyak 170 responden (91,9%). Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare didapatkan p value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan : dismenore atau nyeri haid dapat dialami seluruh kelompok usia, namun pada penderita dismenore primer sering di temukan pada usia remaja. Pada penelitian ini yang usia pertengahan atau remaja dengan rentang 14-17 tahun yang menjadi bagian dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer pada usia pertengahan remaja putri di SMAN 1 Pebayuran.

Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Obesitas Dengan Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Kab. Bekasi Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Salah satu faktor risiko terbesar untuk hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit degenaratif lainnya adalah obesitas, yang didefinisikan sebagai kondisi di mana lemak di dalam tubuh menumpuk. . "Tekanan darah sistolik lebih dari 140 mm Hg dan tekanan diastolik kurang dari 90 mm Hg dikenal sebagai hipertensi". Penatalaksanaan nonfarmakologi hipertensi dapat mencakup senam hipertensi, yoga, aerobik, dll. Pasien yang menderita hipertensi dapat melakukan senam hipertensi, yang merupakan metode non-invasif untuk mengurangi ketergantungan mereka pada obat anti hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah senam hipertensi berdampak terhadap tekanan darah pada penderita obesitas dengan hipertensi. Subyek dan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen (one group pre test – pos test). Lokasi penelitian di Puskesmas Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Populasi sasaran penelitian ini adalah para penderita obesitas dengan hipertensi sebanyak 66 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini variable independen adalah senam hipertensi dan variable dependen adalah tekanan darah pada penderita obesitas dengan hipertensi. Pengambilan data penelitian ini dengan cara wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif yaitu uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita obesitas dengan hipertensi. Hasil Uji Wilcoxon menunjukan nilai p value sistole sebesar 0.000 (<0.05) dan nilai p value diastole sebesar 0.020 (<0.05). Dengan penurunan systole sebanyak 9.62 dan penurunan diastole sebanyak 4.64. Kesimpulan: Setelah melakukan senam hipertensi sebagai intervensi, senam hipertensi menunjukan mampu menurunkan tekanan darah baik sistolik maupun diastolic bagi penderita obesitas dengan hipertensi.

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskemas Sukatani

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kasus Penyakit Tidak Menular hal yang utama harus diperhatikan, terutama terkait dengan diabetes melitus. Diabetes Melitus adalah kelompok gangguan dengan variasi yang beragam, yang diidentifikasi dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah, dikenal dalam istilah medis sebagai hiperglikemia. Tujuan : Untuk menentukan korelasi antara pola makan serta aktivitas fisik dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani di tahun 2024. Subyek dan Metode : Pada studi ini, digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang melibatkan seluruh populasi pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani sejumlah 86 orang. Teknik sampling yang diterapkan ialah total sampling, di mana semua populasi menjadikan sampel. Instrumen studi meliputi kuesioner untuk mengevaluasi pola makan serta kuesioner aktivitas fisik yang menggunakan GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), dan pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan alat Easy Touch. Analisis statistik dilakukan dengan uji univariat serta bivariat menggunakan metode chi-square. Hasil : Pengujian statistik chi-square mengindikasikan bahwasanya adanya korelasi dengan pola makan pada perkembangan kadar gula darah diperoleh hasil P-value <0,05 (0,000) serta adanya juga korelasi dengan aktivitas fisik pada penambahan kadar gula darah pada P-value <0,05 (0,000). Kesimpulan : Studi ini terdapat korelasi dengan pola makan serta aktivitas fisik dengan peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani.