2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) Jumlah remaja putri usia 15-19 tahun di Kabupaten Bekasi mencapai 318,864 jiwa dan remaja putri yang mengalami keputihan sebesar 29,48% (Dinas Kesehatan, 2015). Dari hasil studi pendahuluan 60 siswi kelas XI hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 56 orang (93,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor-faktro yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 105 orang remaja puteri di SMAN 1 Serang Baru dan didapatkan hasil 65 orang remaja puteri yang mengalami keputihan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner. analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pembersih kewanitaan (P-Value =0,001), Pengetahuan (P-Value=0,006), Pola Makan (P-Value=0,000), Stress (P=0,035), Dukungan Keluarga (P-Value=0,015), Sarana dan Prasarana (P-Value=0,002) dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Kesimpulan peneliti dari 6 variabel (Pembersih Kewanitaan, Pengetahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana) hasilnya berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru. Saran bagi sekolah untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir