Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DO

277 karya publik ditemukan.

2026: 182025: 152024: 302023: 1112022: 112021: 612020: 202019: 10

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kematian maternal dan neonatal merupakan masalah besar di negara-negara berkembang, penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan, eklampsia, spesis, hipertensi dalam kehamilan, partus macet. Di RSUD Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Juni 2017 terdapat 726 ibu hamil, dan kasus abortus inkomplit merupakan kasus terbanyak yang terjadi yaitu sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang datang di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 726 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh 60 ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit yang berkunjungan dan terdaftar direkam medik RSUD Kabupaten Bekasi. Sumber data didapatkan dari rekam medik (Data Sekunder). Analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan usia ibu P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 3.259, paritas P Value = 0,000 <a 0,05 dan OR 3.168, pendidikan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,553, pekerjaan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,734, Infeksi Kehamilan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,625, Anemia P Value = 0,002 <a 0,05 dan OR 2,468. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, infeksi kehamilan, animia dengan kejadian abortus inkonplit pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian abortus inkomplit dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur ke pelayanan kesehatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implan di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara - Bekasi

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk Negara Indonesia. Pemerintah melalui BKKBN mengajukan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), tetapi pada kenyataan di masyarakat alat kontrasepsi yang sedikit digunakan adalah kotrasepsi implant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.164 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square. Hasil analisis bivariat umur ada hubungunan dengan P Value 0,029 P < a 0,05 dan OR 8,387 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendidikan ada hubungan dengan P Value 0,037 P < a 0,05 dan OR 3,200 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pengetahuan ada hubungan dengan P Value 0,019 P < a 0,05 dan OR 5,700 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendapatan ada hubungan dengan P Value 0,023 P < a 0,05 dan OR 3,511 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti, Sumber informasi ada hubungan dengan P Value 0,040 P < a 0,05 dan OR 2,772 adanya kesesuaian antar teori dengan apa yang diteliti, Dukungan suami ada hubungan dengan P Value 0,027 P < a 0,05 dan OR 3,813 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Kesimpulan dari hasil penelitian 6 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, sumber informasi, dukungan suami) mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi implant. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi dari pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi sehingga dapat memilih alat kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dan banyak bertanya dengan tenaga kesehatan, bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang KB.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AID di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan kasus di Indonesia pun memperhatikan peningkatan yang semakin pesat, kasus HIV/AIDS di Indonesia, di temukan pertama kali pada tahun 1987 hingga saat ini menyebar 1987 hingga saat ini menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menurut penelitian, risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS yaitu perempuan pekerja seks. Hasil penelitian di Moscow menemukan 79 % dari perempuan pengidap HIV berasal dari kelompok pekerja seks ( Vilasis –keener A dkk, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasitahun 2016. Penelitian ini menggunaakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional dan yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel 323 responden dan populasi 169 responden. Hasil analisis bvariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Usia P-Value = 0,039 (P<a 0,05), dan OR 1,812 dan jenis kelamin P-Value = 0,017 (P<a 0,05) dan OR 1,773 pendidikan P-Value = 0,009 (P<a 0,05), dan OR 1,872 heteroseksual P-Value = 0,002 (P<a 0,05), dan OR 2,043 homoseksual P-Value = 0,044 (P<a 0,05), dan OR 1,816 dan biseksual P-Value = 0,012 (P<a 0,05), dan OR 2,087. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulasn dari peneliti ini ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, heteroseksual, homoseksual dn biseksual dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa konseling yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi yang terinfeksi HIV/AIDS. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan konseling bagi penderita HIV/AIDS agar psikologis penderita tidak terganggu dan mencegah komplikasi dini sehingga dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia.

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Meningkatkan Kunjungan ke Posbindu di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Meningkatnya jumlah lansia membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia itu mengalami kemunduran baik dari fisik, biologis, maupun mentalnya, hal ini tidak terlepas dari masalah ekonomi, sosial dan budaya sehingga perlu adanya peran serta dan dukungan dari keluarga dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Mengikuti Kunjungan Ke Posbindu Di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi 2019. Penelitian Menggunakan cross sectional, menetukan sempel menggunakan rumus slovin, Populasi penelitian ini dilakukan terhadap 87 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi lanjut usia untuk mengikuti posbindu dengan p value = 0.002 (OR = 4,643 CI = 1,721 – 12,542). perlu peningkatan upaya kesehatan dalam memberikan edukasi terhadap keluarga yang memiliki lansia.