Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Beatrix Elizabeth

38 karya publik ditemukan.

2026: 162025: 132024: 52023: 4

Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Intra Sectio Caesaria di Kamar Operasi RS Sentra Medika Cisalak

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:Kecemasan merupakan respon emosional yang umum terjadi pada pasien yang akan menjalani tindakan operasi, termasuk Sectio Caesarea. Kecemasan dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, menyebabkan perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, yang berpotensi memperburuk kondisi intraoperatif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea di kamar operasi RS Sentra Medika Cisalak.Metode:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik berbentuk cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxienty Scale (SAS) , sedangkan data tekanan darah diperoleh dari pengukuran tekanan darah intraoperatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil:Sebanyak 33,3% pasien tidak mengalami kecemasan, 33,3% mengalami kecemasan ringan, dan 33,3% mengalami kecemasan sedang. Tekanan darah normal ditemukan pada 50% pasien, sedangkan tekanan darah tidak normal pada 50% pasien. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah intraoperatif (p = 0,006).Kesimpulan:Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kemungkinan tekanan darah menjadi tidak normal. Intervensi manajemen kecemasan perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien selama tindakan operasi.

Pengaruh Penggunaan Media Platform Tik Tok Sebagai Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di SMPN 8 Cibitung Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian guna mengetahui pengaruh media platform Tik Tok pada pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, serta populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia ρ-value (0,000) < 0,05. Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan ρ-value (0,000) < 0,05 antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Faktor Resiko Stunting Pada Batita di Wilayah Kecamatan Kedung Waringin

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor resiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor resiko stunting.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Pada Batita Usia 1-3 Tahun di Wilayah Puskesmas Tambelang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa batita dalam masa emas, atau “golden age” mengalami masalah perkembangan dalam hal emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Di masa depan, gangguan ini dapat memengaruhi sikap dan perilakunya. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. selain itu, kondisi keuangan keluarga dan cara orang tua membesarkan anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Batita membutuhkan pengawasan penuh selama masa usianya, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan gizinya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian yang digunakan cross sectional, Menggunakan metode consecutive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu batita yang berusia 1-3 tahun berjumlah 823. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05. Hasil: Mayoritas dari mereka berusia 3 tahun 96 orang (36,2%), status gizi kurang 109 orang (41,1%), pola asuh negatif 134 orang (50,6%), imunisasi Mr/campak pada batita usia 3 tahun 96 orang (36,2%). Kesimpulan: dari penelitian ini hanya faktor pola asuh dengan kpsp yang memiliki hubungan dengan nilai chi square P = 0,001 < a 0,05. Sedangkan, umur, status gizi,imunisasi tidak terdapat hubungan dengan tumbuh kembang pada batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi dengan Emivo (Education Media Video) Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Usia 10-12 Tahun di SDN Karang Sentosa 02

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Karena kurangnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi, mengakibatkan remaja saat ini sering kali mendapatkan informasi yang keliru serta dapat menjerumuskan mereka kearah penyimpangan perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Dengan EMIVO (Education Media Video) Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Usia 10-12 Tahun Di SDN Karang Sentosa 02. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Peneliti menggunakan jenis penelitian Pre-Eksperimental Pretest-Post Test Only One Group Design dengan teknik pengambilan sampel puposive sampling, populasi sebanyak 158 siswa, dan sampel sebanyak 61 siswa. Instrumen yang dipakai pada riset ini berupa lembaran kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah anilsa univariat dan bivariat berupa kolmogorov-smirnov dengan nilai signifikan a > 0,05. Hasil : Berdasrkan hasil data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa dari 61 responden terdapat paling banyak 26 orang (42,6%), berusia 12 Tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 35 orang (57,4%), Sejumlah 61 responden, sebanyak 45 orang (73,8%) siswa di SDN Karang Sentosa 02 berpengetahuan Baik sebelum diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui video dan, sebanyak 61 orang (100,0%) siswa di SDN Karang Sentosa 02 berpengetahuan Baik setelah diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui video. Kesimpulan : Dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dengan EMIVO (Education Media Video) terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Usia 10-12 tahun di SDN Karang Sentosa 02. Dengan nilai p tingkat kepercayaan 95% sebesar 0,200>0,05.

Hubungan Antara Citra Tubuh dan Kebiasaan Makan Terhadap Status Gizi Pada Remaja di SMPN 1 Sukatani

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Masa remaja adalah komponen penting dari siklus perkembangan seseorang. Remaja yang sedang mencari jati dirinya mulai menyadari adanya kekhawatiran yang besar terhadap gaya penampilan, karena remaja merasa tidak puas dengan penampilannya. Saat ini banyak remaja yang mengonsumsi makanan yang tidak sehat yang akan berdampak terhadap status gizi seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kebiasaan makan terhadap status gizi pada remaja di SMPN 1 Sukatani. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel random sampling. Populasi dalam penelitian remaja berusia 12-15 tahun berjumlah 756 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 262 siswa SMPN 1 Sukatani. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu citra tubuh dan kebiasaan makan, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi remaja di SMPN 1 Sukatani. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-34), Adolescence Food Habits Checklist (AFHC), dan pengukuran tinggi badan serta berat badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05.Hasil : Penelitian ini menunjukkan remaja dengan usia 13 tahun 140 orang (53,4%), berjenis kelamin perempuan 154 orang (58,8%), memiliki citra tubuh tidak puas 133 orang (50,8%), mempunyai kebiasaan makan yang kurang sehat 132 orang (50,4%), dan mempunyai status gizi (IMT/U) buruk 17 orang (12,9%). Kesimpulan : Dari penelitian ini terdapat hubungan antara citra tubuh (P = 0,008) dan kebiasaan makan (P = 0,000) terhadap status gizi pada remaja di SMPN 1 Sukatani.

Efektivitas Teknik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Type II di Ruang Tulip RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes merupakan Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya hiperglikemia karena insufisiensi pancreas menghasilkan insulin atau kurangnya sensitivitas insulin sel tujuan. Gangguan karbohidrat, lemak, dan metabolisme ptotein yang tidak normal terdapat pada penderita diabetes melitus karena kurangnya aktivitas insulin dalam sel target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rteknik relaksasi Benson terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre test post test control group design. Populasi yang diambil sebanyak 40 orang masing-masing dengan perlakuan dan kontrol sebanyak 20 orang dengan kriteria berusia kurang dari 60 tahun dan menderita diabetes mellitus. Data yang dikumpulkan adalah data kadar glukosa darah. Data relaksasi dikumpukan dengan metode check Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji T-Paired Test. Hasil : dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik relaksasi Benson dengan penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II dengan kelompok eksperimen p = 0.000 Kesimpulan : Relaksasi Benson dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien dengan Diabetes Mellitus Type II

Hubungan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit peningkatan laju metabolisme dan kadar gula darah menetap lebih tinggi dari normal. Penyakit diabetes millitus tipe 2 menjadi urutan ke 8 tertinggi dari 1029 daftar penyakit-penyakit yang dirawat inap di RS Sentra Medika Cisalak ditahun 2022 dari januari sampai oktober, dengan prevalensinya 1,9%. Prevalensi rawat jalan bulan september 1,2% meningkat pada bulan oktober 1,8% pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengukur variabel status gizi dan kadar glukosa darah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi 65 responden. Instrument yang digunakan adalah memakai lembar observasi dan menggunakan alat timbangan berat badan GEA ZT-120, pengukur tinggi badan serta 2 alat ukur gula darah ACCU-CHECK Guide yang sudah dilakukan kalibarasi sebelum digunakan untuk penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square diperoleh nilai P value = 0,04 (P<0,05). Berdasarkan nilai P value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Dari jumlah responden 65 orang, diperoleh sebanyak 37 orang status Gizi Lebih terdiri dari 23 orang (62,2%) kadar gula normal, 12 orang (32,4%) kadar gula darah sedang dan 2 orang (5,4%) kadar gula darah tinggi. Sedangkan 28 orang status Gizi Baik terdiri dari 25 orang (89,3%) kadar gula darah normal, 2 orang (7,1%) kadar gula darah sedang dan 1 orang (3,6%) kadar gula darah tinggi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Staidum Gagal Ginjal Pada Pasien Hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian : untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah populasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184 responden, dan jumlah sample sebanyak 65 responden. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Sebagian besar factor resiko diabetes mellitus adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktifitas fisik, diet yang tidak sehat dan tidak seimbang serta obesitas. Pola makan yang salah bagi penderita diabetes mellitus dapat menyebabkan kegemukan dan akhirnya membuat kadar glukosa menjadi naik. Tujuan Penelitian Mengetahui adakah hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di rs harapan bunda jakarta tahun 2023 Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RS Harapan Bunda sebanyak 150 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 60 orang. Pada Penelitian ini didapatkan hasil Pola makan buruk yaitu sebanyak 46 orang (76.7%), Kadar gula darah tinggi lebih banyak yaitu sebanyak 46 orang (76.7%). Kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda sebagian besar memiliki Kadar gula darah yang tinggi dan memiliki pola makan yang buruk pula Disimpulkan : ada hubungan Antara Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.00 < a = 0.05)

Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi kronis dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Keberhasilan pengelolaan DM untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk adakah hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam lebih banyak pasien yang patuh dalam mimum obat sebanyak 45 orang (75%). Prevalensi Diabetes mellitus tipe II di Asia tenggara pada tahun 2015, 415 juta orang dewasa dengan diabetes,kenaikan 4 kali lipat dari 108 juta di 1980an. Pada tahun 2040 diperkirakan jumlahnya akan menjadi 642 juta (Kemenkes, 2018). Kenaikan Hampir 80% penderita DM berada pada negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2017). Di Indonesia pada tahun 2015 menempati peringkat ketujuh prevalensi penderita diabetes di dunia setelah Negara Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko dengan jumlah estimasi orang dengan diabetes kurang lebih sebesar 10 juta orang (IDF,, 2017). Responden memiliki kadar gula darah yang normal yaitu sebanyak 41 orang (68.3%). Penelitian ini dapat menjadi refrensi tambahan atau dasar untuk melanjutkan penelitian tambahan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien seperti pola makan, tingkat aktivtas, dan tingkat stress serta dapat melakukan penelitian menggunakan uji multivariat. Dapat disimpulkan Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.000 < a = 0.005.