Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: stres kerja
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Daerah Cikarang Selatan Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres kerja merupakan permasalahan yang dapat dialami perawat pelaksana akibat tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kepuasan kerja perawat, yang berperan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (66,7%) mengalami stres kerja ringan dan 41 responden (54,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi −0,625 yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja perawat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi karena kompleksitas tindakan pembedahan, kebutuhan akan ketelitian, serta tuntutan fisik dan mental selama pelayanan perioperatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA-TLX, sedangkan stres kerja menggunakan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 35 responden (83,3%) dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (16,7%). Tingkat stres kerja sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 25 responden (59,5%) dan sedang sebanyak 17 responden (40,5%). Hasil uji Spearman's Rank menunjukkan ρ = 0,042 dan p-value = 0,791 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD), RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU), DAN RUANG ANAK RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai pvalue sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD), RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU), DAN RUANG ANAK RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Karakteristik Individu & Tipe Kepribadian yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bank di Wilayah Cikarang

2023•Koleksi Perpustakaan

Stres kerja adalah suatu kondisi individu yang mengalami ketidaknyamanan dalam bekerja dikarenakan kurang mampunyai penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Kondisi stres tidak dapat dihindari, salah satunya adalah masalah pekerjaan adanya proses pekerjaan menimbulkan dampak positif dan negatif secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik individu dan tipe kepribadian dengan stres kerja pada karyawan bank di wilayah Cikarang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bank di wilayah Cikarang yang bersedia dijadikan responden , sampel yang digunakan sebanyak 35 karyawan bank di wilayah Cikarang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat berupa uji square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada nya hubungan antara jenis kelamin dengan stres kerja dengan nilai p-value 0,033 (p <0,05). Terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan stress kerja dengan nilai p-value 0,002 (p<0,05) Hubungan antara umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan jabatan menunjukan bahwa tidak adanya hubungan dengan stres kerj karena nilai (p-value >0,05).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KARATERISTIK INDIVIDU & TIPE KEPRIBADIAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN BANK DI WILAYAH CIKARANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stres kerja adalah suatu kondisi individu yang mengalami ketidaknyamanan dalam bekerja dikarenakan kurang mampunyai penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Kondisi stres tidak dapat dihindari, salah satunya adalah masalah pekerjaan adanya proses pekerjaan menimbulkan dampak positif dan negatif secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik individu dan tipe kepribadian dengan stres kerja pada karyawan bank di wilayah Cikarang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan bank di wilayah Cikarang yang bersedia dijadikan responden , sampel yang digunakan sebanyak 35 karyawan bank di wilayah Cikarang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat berupa uji square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada nya hubungan antara jenis kelamin dengan stres kerja dengan nilai p-value 0,033 (p <0,05). Terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan stress kerja dengan nilai p-value 0,002 (p<0,05) Hubungan antara umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan jabatan menunjukan bahwa tidak adanya hubungan dengan stres kerj karena nilai (p-value >0,05). Kesimpulan adanya pengaruh antara jenis kelamin dan tipe kepribadian terhadap karyawan bank di wilayang Cikarang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Peningkatan Stres Kerja Perawat Dengan Penggunaan APD Level 3 yang Lama di Masa Pandemik Covid 19 di Ruang IGC RS X Kab. Bekasi

2022•Koleksi Perpustakaan

Stres adalah fenomena umum di tempat kerja saat ini, banyak survei dan studi membuktikan bahwa tekanan akibat pekerjaan adalah sumber utama terjadinya stres pada orang dewasa khususnya beban kerja salah satunya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 di Ruangan IGD RS X Kab.Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasinya seluruh perawat yang terdampak sebanyak 20 perawat. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 perawat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisa yang digunakan univariat menggunakan persentase dan analisa bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya (40 %) mempunyai stress kerja sedang, lebih dari setengahnya (70 %) menyatakan tidak nyaman dengan penggunaan APD level 3 yang lama. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 (p-value : 0,01 < : 0,05) Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak rumah sakit mengkaji kembali dan menyusun serta menetapkan standar operasional penggunaan APD Level 3.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan di Kamar Bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2019•Koleksi Perpustakaan

Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima, menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika Cibinong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail