Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: Glukosa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latihan Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil : Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p0.05 yang artinya Ha diterima. Kesimpulan : Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal. Kata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah Daftar Pustaka : 39 Jurnal (2010-2023)

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Gizi dengan Kadar Glukosa Darah pada pasien DM Tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Background: Diabetes is a disease of increased metabolic rate and sedentary blood sugar levels higher than normal. Type2 millitus diabetes is the 8th highest list of 1029 diseases hospitalized at Sentra Medika Cisalak Hospital in 2022 from January to October, with a prevalence of 1.9%. The outpatient prevalence in September was 1.2% increased in Octobero1.8% of patients. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Sentra Medika Hospital Cisalak. Method: This type of study uses an analytical observational research design with a cross sectional approach to measure variables of nutritional status and blood glucose levels. The sampling technique uses total sampling with a population of 65 respondents. The instruments used are using observation sheets and using GEA ZT-120 weight scales, height gauges and 2 ACCU-CHECK Guide blood sugar measuring instruments that have been calibrated before being used for researchn . The data analysis used in this study was the chi-square test. Result: The results of the statistical test using Chi-square obtained P value = 0.04 (P0.05). Based on the P value, it can be concluded that there is a relationship between nutritional status and blood glucose levels in type 2 Diabetes Mellitus patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. Conclusion: From the number of respondents 65 people, 37 people obtained more nutritional status consisting of 23 people (62.2%) normal sugar levels, 1 2 people (3 2.4%) moderate blood sugar levels and 2 people (5.4%) high blood sugar levels. While 28 people with Good Nutrition status consisted of 25 people (89.3%) normal blood sugar levels, 2 people (7.1%) moderate blood sugar levels and 1 person (3.6%) high blood sugar levels. Keywords : Diabetes, Nutritional Status, Blood Glucose Levels

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kerasionalan Pengobatan Dengan Luaran Klinis Pasien Rawat Inap Hipertensi Dengan Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (Riskesdas), prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Mengingat peningkatan hipertensi dan permasalahannya setiap tahun serta penggunaan obat antihipertensi seumur hidup, pemilihan obat merupakan bagian penting untuk mencapai luaran klinis yang berkualitas. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kerasionalan pengobatan dengan luaran klinis pasien rawat inap hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian pasien rawat inap hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Januari sampai dengan Desember 2023, dengan pemilihan sampel menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data secara sekunder menggunakan rekam medis. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Hasil dan Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh (p-value 0,004 <0,05). Apabila p<0,005 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kerasionalan pengobatan dengan luaran klinis pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kota Bekasi.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Glukosa Darah Pada Tn. K Dengan Diabetes Melitus di Ruang Cyrsant RS Sentra Medika Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Komplikasi DM dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan penderitanya dan memiliki peningkatan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, neuropati di kaki yang dapat meningkatkan kejadian ulkus kaki infeksi bahkan keharusan untuk amputasi, retinopati, gagal ginjal dan dapat mengancam jiwa bahkan kematian apabila tidak segera ditangani dan dilakukan pengontrolan yang tepat. Tujuan : Tujuan umum dari Penelitian ini adalah untuk menggali dan mempelajari mengenai asuhan keperawatan secara komperhensif pada kasus nutrisi dan cairan Ketidakstabilan Glukosa Darah Dengan Diabetes Melitus Ruang Chrysant Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Hasil : Studi kasus penelitian ditemukannya keluhan pada klien Tn.K badan letih dan pusing, nyeri, gula darah tinggi, klien mengatakan tidak bisa mengontrol pola makan lalu pasien sering merasa haus. Klien mengalami diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Kesimpulan : Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan pada Tn. K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan masalah keperawatan diabetes melitus di ruang Chrysant Rs. Sentra Medika Cikarang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan terkait dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan diabetes melitus. Implementasi keperawatan pada Tn.K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan diabetes melitus sudah dilakukan secara menyeluruh, tindakan keperawatan dilakukan dengan perencanaan melakukan mengidentifikasi penyebab diabetes mellitus.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latian Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p<0.05 yang artinya Ha diterima. Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Cibinong Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup menonjol di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74% (diperkirakan 570.611 penderita diabetes). Tujuan: Mengidentifikasi Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Penderita DM tipe II di Puskesmas Cibinong tahun 20 23. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan non randomized pre-test post-test with control group design, dalam penelitian ini sampel yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 26 responden, 13 responden untuk klompok intervensi dan 13 responden untuk kelompok kontrol. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik t – dependen menunjukkan bahwa ada pengaruh akupresur terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II (p=0.000) dengan nilai a=0,05. Kesimpulan : Kadar Glukosa Darah pada kelompok yang diberikan intervensi berupa pemberian akupresur signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit peningkatan laju metabolisme dan kadar gula darah menetap lebih tinggi dari normal. Penyakit diabetes millitus tipe 2 menjadi urutan ke 8 tertinggi dari 1029 daftar penyakit-penyakit yang dirawat inap di RS Sentra Medika Cisalak ditahun 2022 dari januari sampai oktober, dengan prevalensinya 1,9%. Prevalensi rawat jalan bulan september 1,2% meningkat pada bulan oktober 1,8% pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengukur variabel status gizi dan kadar glukosa darah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi 65 responden. Instrument yang digunakan adalah memakai lembar observasi dan menggunakan alat timbangan berat badan GEA ZT-120, pengukur tinggi badan serta 2 alat ukur gula darah ACCU-CHECK Guide yang sudah dilakukan kalibarasi sebelum digunakan untuk penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square diperoleh nilai P value = 0,04 (P<0,05). Berdasarkan nilai P value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Dari jumlah responden 65 orang, diperoleh sebanyak 37 orang status Gizi Lebih terdiri dari 23 orang (62,2%) kadar gula normal, 12 orang (32,4%) kadar gula darah sedang dan 2 orang (5,4%) kadar gula darah tinggi. Sedangkan 28 orang status Gizi Baik terdiri dari 25 orang (89,3%) kadar gula darah normal, 2 orang (7,1%) kadar gula darah sedang dan 1 orang (3,6%) kadar gula darah tinggi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value < 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal <200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Aktivitas Fisik dan Diet Konsumsi Gula Dengan Nilai Pengukuran Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan

2023•Koleksi Perpustakaan

Abstrak : Prevalensi Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahunnya hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang Diabetes Melitus terbanyak di dunia. Aktivitas fisik dan pengaturan diet konsumsi gula menjadi hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya penatalaksanaan masalah kesehatan global tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan diet konsumsi gula dengan nilai pengukuran kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilaksanakan sejak 07-25 Juni 2022 dengan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna dengan p-value 0,000 < 0,05 sehingga H0 gagal ditolak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lahan penelitian guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada program pencegahan penyakit tidak menular.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Tn. H Dengan Hiperglikemia Pada Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Gerontik Ketidakstabilan Glukosa Darah Pada Ny. Y Dengan Diabetes Mellitus di Desa Karang Asih Pada Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus pada lansia apabila tidak ditangani langsung maka akan menyebabkan produktivitas organ tubuh bahkan menyebabkan kematian dini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik dengan diagnose Diabetes mellitus dengan subjek penelitian Ny. Y dengan masalah keperawatan Ketidakstabilan Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 29 agustus 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y dengan diagnose diabetes mellitus selama 3x24 jam dengan kriteria hasil penurunan kadar glukosa dalam darah yaitu GDS>143 mg/dl, rasa lemas lesu hilang, rasa haus dan terus berkemih hilang. Intervensi yang dilakukan adalah manajement hiperglikemia. Berpengaruh terhadap ketidakstabilan glukosa darah pada lansia, sehingga intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan dengan masalah yang sama.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Peningkatan Kadar Glukosa Darah Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Bayu Asih Purwakarta

2022•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang bersifat kronik, ditandai dengan menigkatnya kadar glukosa darah, orang awam menyebutnya dengan kencing manis, sebagai akibat adanya gangguan insulin, serta sekresi insulin. (International Diabetic Federation, 2019). Insulin adalah hormon yang disekresi dari pankreas dan dibutuhkan dalam proses metabolisme glukosa. Saat insulin tidak bekerja sebagaimana fungsinya maka terjadi penumpukan glukosa di sirkulasi darah maka hal tersebut dikatakan hiperglikemia. Peneliti dalam hal ini bertujuan untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Peningkatan Kadar gula Darah Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Adapun disain penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Quasi Eksperimen One Group Design. Penelitian diambil di rawat inap penyakit dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jumlah responden penelitian adalah 36 orang dengan diagnosis yang sama. Pengaruh Peningkatan Kadar Glukosa Darah Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang telah melakukan pemeriksaan gula darah di laboratorium dan memenuhi kriteria inklusi kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah dengan membandingkan tekanan sistoik ancle dan sistolik brachial, kemudian didapatkan nilai ABI. Kesimpulan dari hasil evaluasi terakhir disimpulkan bahwa dari uji Korelasi didapatkan nilai P value 0.046 (<0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetik Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

2022•Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh defisiensi insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah, sehingga manifestasi khas pada diabetes adalah ditemukannya hiperglikemia. Dalam mengelola diabetes tipe 2 salah satunya dengan terapi farmakologi yaitu dengan pemberian obat anti diabetic, hal ini penting untuk mempertahankan kadar gula darah berada dalam rentang normal. Namun banyak ditemukan ketidakpatuhan dalam minum obat anti diabetik sehingga pasien diabetes mellitus ditemukan kadar gula darah yang tinggi. Penelitian ini menggunakan dengan metode kuantitatif korelasional, dengan populasi pasien diabetes mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam sebanyak 30 reponden dengan teknik total sampling dan menggunakan uji statistic korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan minum obat dari 30 responden yang patuh minum obat sebanyak 3 orang (10%), dan tidak patuh minum obat sebanyak 27 orang (90%). Penelitian mengenai regulasi kadar gula darah dari 30 responden menunjukkan kadar gula darah terkontrol sebanyak 5 orang (16,7%), dan kadar gula darah tidak terkontrol sebanyak 25 orang (83,3%). Hasil Uji Spearman Rho didapatkan nilai signifikansi atau Sig (2-tailed) sebesar 0,000 karena nilai Sig (2-tailed) 0,000 < lebih kecil dari alfa (a) 0,05, maka artinya H0 ditolak atau “Ada Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetik Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Poliklinik RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021”.

31 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Aktivitas Fisik dan Diet Konsumsi Gula dengan Nilai Pengukuran Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi Diabetes Melitus semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang penderita Diabetes Melitus terbanyak di dunia menurut WHO. Aktivitas fisik dan pengaturan diet konsumsi gula menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebagai penatalaksanaan masalah kesehatan global tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan diet konsumsi gula dengan nilai pengukuran kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Cibatu Cikarang Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilaksanakan sejak 07-25 Juni 2022 dengan menggunakan kuesioer Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan SemiQuantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna dengan pvalue 0,000 0,05 sehingga H0 gagal ditolak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lahan penelitian guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada program pencegahan penyakit tidak menular.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Hemodialisa Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2019•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108 responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa dengan rerata penurunan kadar glukosa darah 29.01 mg/dl. Dari kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat pengaruh bermakna tindakan hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017. Saran untuk tenaga keperawatan diharapkan selalu melakukan observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa darah sebelum dan sesudah hemodialisa.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail