Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Akupresur
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Sindrom Retensi Dahak Lembab

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dalam tubuh. Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan berbagai kondisi komplikasi, diantaranya seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Hipertensi dalam ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok disebut Gāoxuěyā, pusing (Xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: jumlah responden laki - laki lebih tinggi (12 subjek = 60 %) dibandingkan dengan perempuan (8 subjek =40 %). Usia responden terbanyak 31, 34 dan 37 tahun (3 subjek = 15 %), usia responden terendah pada usia 30 tahun (2 subjek = 10 %). Responden terbanyak bekerja sebagai karyawan (7 subjek = 35 %), wiraswasta (5 subjek = 25 %), Ibu Rumah Tangga (5 subjek = 25 %) dan paling sedikit Guru (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mg/dl (5 subjek = 25 %) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10 %) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 76 mg/dl (2 subjek = 10 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000. Kesimpulan: Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.25 mmHg dan diastolik 84.75 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 125.85 mmHg (sistolik) dan 80.20 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 9.50 mmHg (7.02%) dan diastolik 4.55 mmHg (5.36%).

35 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Sindrom Defisiensi Yin dan Hiperaktivitas Yang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara abnormal. Ini diukur dengan dua angka: tekanan sistolik (tekanan saat jantung berkontraksi) dan tekanan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat antara detak). Ilmu Pengobatan Tradisioinal Tiongkok (PTT) menyebut Gāoxuěyā, pusing (Xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng) sebagai penyakit yang mirip dengan gejala hipertensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tui na terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tui na setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: jumlah responden laki - laki lebih tinggi (11 subjek = 55 %) dibandingkan dengan perempuan (9 subjek =45 %). Usia responden terbanyak 33, dan 37 tahun (@3 subjek = 15 %), usia responden terendah pada usia 30 tahun (1 subjek = 5 %). Responden terbanyak bekerja sebagai pedagang (8 subjek = 40 %), karyawan (5 subjek = 25 %), IRT (4 subjek = 20 %) dan paling sedikit Guru (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mmHg (2 subjek = 10 %) dan paling rendah sebesar 130 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 81 mmHg (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 126 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 115 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 83 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 75 mmHg (3 subjek = 15 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000. Kesimpulan: Terapi tui na memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.15 mmHg dan diastolik 85.55 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 120.75 mmHg (sistolik) dan 79.45 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 14.40 mmHg (10.65%) dan diastolik 6.10 mmHg (7.13%).

34 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupresur (P6) Terhadap Keluhan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama di TPMB Bidan Siska Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan, dengan prevalensi 70–80% pada ibu hamil. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan nutrisi, hingga berdampak pada pertumbuhan janin. Akupresur Titik P6 pada titik Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan alami untuk mengurangi gejala tersebut. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur Titik P6 terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Metode : Penelitian menggunakan desain praeksperimental one-group pretest-posttest yang dilakukan di TPMB Bidan Siska, Bekasi, pada bulan Mei–Juni 2025. Sampel sebanyak 38 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah dipilih dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah Akupresur Titik P6, sedangkan variabel dependen adalah tingkat mual muntah yang diukur dengan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal (P <0,05). Hasil : Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami mual muntah sedang (76,3%), sedangkan setelah intervensi mayoritas bergeser menjadi mual muntah ringan (71,1%). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat penurunan signifikan keluhan setelah Akupresur Titik P6 (mean rank=10,00; p=0,000; 95% CI). Kesimpulan : Akupresur Titik P6 terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupresure Pada Titik Perikardium 6 Terhadap Intesitas Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di TPMB I Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Mual muntah dalam kehamilan terjadi akibat dari perubahan sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan. Kehamilan dengan mual muntah berlebih menurut WHO mencapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia dengan angka kejadian yang beragam. Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 terdapat 206 ibu hamil mual muntah di trimester pertama. Terapi untuk mengurangi mual muntah dapat dilakukan dengan cara akupesure pada titik perikardium 6 sebanyak 3 kali sehari dengan durasi minimal 10 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Akupresure titik perikardium 6 terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil di TPMB I Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pra eksperimental One Group With Pre-Post Test Design. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer dari nilai observasi oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden mengalami penurunan mual muntah setelah dilakukan Akupresure titik P6. P Value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha diterima atau Ho ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian Akupresure titik P6 pada ibu hamil dengan mual muntah di TPMB I Tahun 2023. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif teknik nonfarmakologi yang mudah untuk dilakukan tanpa efek yang membahayakan dalam memberikan intervensi kasus mual muntah pada ibu hamil.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Cibinong Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup menonjol di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74% (diperkirakan 570.611 penderita diabetes). Tujuan: Mengidentifikasi Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Penderita DM tipe II di Puskesmas Cibinong tahun 20 23. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan non randomized pre-test post-test with control group design, dalam penelitian ini sampel yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 26 responden, 13 responden untuk klompok intervensi dan 13 responden untuk kelompok kontrol. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik t – dependen menunjukkan bahwa ada pengaruh akupresur terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II (p=0.000) dengan nilai a=0,05. Kesimpulan : Kadar Glukosa Darah pada kelompok yang diberikan intervensi berupa pemberian akupresur signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupresur Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1-12 Bulan di RT 003 RW 005 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tmabun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Tidur memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kenyataannya, 51,3% bayi mengalami gangguan tidur. Terapi akupresur pada titik Yin Tang (EX-HN 3) dan HT 7 memiliki efek sedasi dan meningkatkan relaksasi sehingga bayi mudah masuk ke dalam fase tertidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh bayi usia 1-12 bulan di RT 003 RW 005 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh akupresur terhadap kualitas tidur bayi dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh akupesur terhadap kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akupressure terhadap kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan di RT 003 RW 005 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Tidur memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kenyataannya, 51,3% bayi mengalami gangguan tidur dan banyak orang tua menganggap hal tersebut bukan masalah yang serius. Salah satu terapi non-farmakologi dalam menangani masalah tidur bayi yaitu terapi akupresur. Pada titik Yin Tang (EX-HN 3) dan HT 7 memiliki efek sedasi dan meningkatkan relaksasi sehingga bayi mudah masuk ke dalam fase tertidur. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan di RT 003 RW 005 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2023. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh bayi usia 1-12 bulan di RT 003 RW 005 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Sampel dalam penelitian adalah bayi usia 1-12 bulan. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil : Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T Test didapatkan ada pengaruh akupresur terhadap kualitas tidur bayi dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh akupesur terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail