ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asma saat ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Asma merupakan penyakit saluran napas kronis dengan gejala dan dapat bervariasi mulai dari mengi, rasa berat di dada, sesak napas dan batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pola penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma pada pasien di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada periode Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 25 rekam medis. cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif kemudian di pindahkan ke lembar pengumpulan data penelitian. Data penelitian yang di peroleh dari rekam medis Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi periode Januari-Maret 2023. Data hasil penelitian penderita asma berdasarkan karakteristik pasien asma yang paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 52%. Pada pasien dengan rentang usia 46-65 tahun (lansia) sebanyak 28% dan penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma yang paling banyak adalah persisten ringan sebanyak 40% menggunakan obat salbutamol sebanyak 12%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Asma merupakan kelainan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan sesak napas ditandai dengan mengi, batuk dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran penapasan. Tujuannya untuk mengetahui karakterisrtik pasien asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dan untuk mengetahui krakteristik berdasarkan nama zat dan kekuatan obat serta golongannya. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis data kualitatif merupakan jenis data yang tidak dapat di ukur atau dihitung secara langsung. Data yang diambil yaitu semua data resep obat asma yang ada di bulan Juli 2023. Hasil Karakteristik jenis kelamin laki – laki sebanyak 19 orang, perempuan sebanyak 11 orang. golongan obat beta-agonis 10 orang sedangkan Antagonis muskarinik 8 orang, kekuatan sediaan obat Spiriva yakni 8 orang, Salbutamol 7orang, bentuk sediaan obat asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang paling banyak digunakan bentuk sediaan inhaler 15 pasien, sediaan obat terbanyak ke dua adalah tablet sebanyak 12 pasien. Pasien yang paling banyak jenis kelamin laki-laki (63%),paling banyak golongan obat beta- agonis (33%), antagonis muskarinik (27%), zat aktif spiriva 2,5mg yaitu Tiotropium (26%),zat aktif Salbutamol 2mg ( 22%),bentuk sediaan yaitu inhaler (50%),untuk kekuatan sediaan obat terbanyak ke dua yaitu tablet (40%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Asma saat ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Asma merupakan penyakit saluran napas kronis dengan gejala dan dapat bervariasi mulai dari mengi, rasa berat di dada, sesak napas dan batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pola penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma pada pasien di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 25 rekam medis. cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif kemudian di pindahkan ke lembar pengumpulan data penelitian. Data penelitian yang di peroleh dari rekam medis Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi periode Januari-Maret 2023. Data hasil penelitian penderita asma berdasarkan karakteristik pasien asma yang paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 52%. Pada pasien dengan rentang usia 46-65 tahun (lansia) sebanyak 28% dan penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma yang paling banyak adalah persisten ringan sebanyak 40% menggunakan obat salbutamol sebanyak 12%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kejadian melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingakan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman, 2015). Prevalensi melasma pada wanita Latin adalah 4%-10% dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%. Pasien pria hanya 10%, namun pada pria Latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian melasma.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130 ibu. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil menunjukan variabel yang berhubungan dengan kejadian melasma Lama Pemakaian (0,000) OR (21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR (16.000), usia ibu (0.004) OR (3.672), dari 4 variabel yang diteliti (lama pemakaian, Pengetahuan, pemakaian kosmetik, usia ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma.
Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian melasma, saran dengan diadakanya penelitian ini diharapkan kejadian melasma bagi akseptor kb pil menurun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejadian Melasma di Indonesia lebih banyak terdapat pada wanita dibandingkan pria dengan perbandingan 24:1. Melasma dapat dijumpai pada wanita usia subur dengan riwayat terkena sinar UV secara langsung, terdapat pada Ibu hamil, pemakaian kontrasepsi hormonal, pemakaian kosmetik dan obat-obatan (Soepardiman ,2015). Prevalensi Melasma pada wanita latin adalah 4%-10%, dan meningkat hingga 50% pada wanita hamil, sedangkan pada wanita Asia Tenggara prevalensinya mencapai 40%.Pasein pria hanya 10%, namun pada pria latin meningkat menjadi 14,5% dari seluruh kasus Melasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, lama pemakaian, pemakaian kosmetik dan pengetahuan terhadap kejadian Melasma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 130 Ibu dengan jumlah sampel sebanyak 130Ibu . Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrument yang di gunakan yaitu kuesioner, data di analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian Melasma lama pemakaian (0,000)OR(21.316), Pengetahuan (0.000) OR (11.000), Pemakaian Kosmetik (0.000) OR(16.000), Usia Ibu (0.004) OR(3.672), dari 4 variabel yang diteliti ( Lama pemakaian, Pengetahuan, Pemakaian Kosmetik, Usia Ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan kejadian Melasma. Dari semua variabel yang diteliti, berhubungan dengan kejadian Melasma, saran dengan diadakannya penelitian ini diharapkan kejadian Melasma bagi akseptor KB pil menurun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Asma adalah penyakit heterogen dan kronis yang menyerang saluran napas dan paru-paru dengan berbagai tingkat kesulitan bernapas, mengi dan sesak napas (Hutomo, Setyo Cahyaning, Yoga Priastomo, Dheni Koerniawan Kirana Patrolina Sihombing, 2021). Penelitian ini bertujuan menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada asuhan keperawatan dengan respirasi : bersihan jalan nafas tidak efektif pada Tn. N dengan asma bronkial. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap dewasa jasmine RS. Sentra Medika Cikarang pada bulan mei sampai juni 2022. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan deskriptif. Kesimpulannya bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi dengan berbagai tindakan asuhan keperawatan yang telah dilakukan.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : penyakit asma berada di urutan 4 dari 10 penyakit. Urutan penyakit
terbanyak di Puskesmas Karang Mulya adalah influenza, gastritis, rematisme, asma,
Demam thypoid, myalgia, diare, karies gigi, hipertensi primer (esensial), migren,
penyakit lainnya. Masyarakat menganggap asma merupakan penyakit yang tidak dapat
disembuhkan, kurangnya upaya untuk melaksanakan pencegahan serangan asma
dirumah, serta belum terlihat adanya usaha yang baik dalam mengontrol dan
menghindari alergen. Hal ini yang mengakibatkan kekambuhan pada pasien asma.
Tujuan : mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor perilaku yang berhubungan
dengan kejadian kekambuhan asma.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
kuantitatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan Antara
dua variael. Metode penelitian yang digunakan cross sectional (potong lintang).
Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dan mengambil sampel penelitian dengan
Total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan cara teknik purposive
sampling.
Hasil : Ada hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan
fasilitas kesehatan dengan kejadian kemabuhan pada penderita asma di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari
variabel pengetahuan adalah 20,000, variabel tingkat pendidikan adalah 12,000,
variabel sosial ekonomi adalah 11,333 dan variabel fasilitas kesehatan adalah 7,000.
Kesimpulan : Penderita asma dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 20 kali
dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan pengetahuan
baik. Penderita asma dengan tingkat pendidikan rendah memiliki resiko 12 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan tingkat pendidikan
tinggi. Penderita asma dengan sosial ekonomi rendah memiliki resiko 11 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan sosial ekonomi
tinggi. Penderita asma yang tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan memiliki resiko 7
kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma yang
memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Saran : kepada masyarakat khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karang
Mulya Kabupaten Bekasi agar dapat menghindari faktor alergen yang berkaitan
dengan penyebab kekambuhan asma sehingga dapat mengurangi kekambuhan asma.