Profil penulis
RN
261 karya publik ditemukan.
Manajemen Perawatan Industri Teknik dan Aplikasi
Chinese Medicine for Childhood Anxiety and Depression
Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka Pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Footdi Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta
Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya.
Buku Ajar Komunikasi Efektif Dalam Praktik Kebidanan
Molecular Docking Parasetamol Dan Analognya Menggunakan Plants (Protein-Ligand Ant-System)
Diabetes Mellitus Dan Infeksi Tuberkulosis, Diagnosis dan Pendekatan Terapi
Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas
Manajemen Pemasaran Farmasi
Faktor Karakteristik Perawat yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pendokumentasian ASKEP Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Cikarang
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Pendokumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 17 (47,5%) responden berusia 26-35 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM p value = 0.90, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM p value = 1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.003,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM p value = 0.000,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.000. Kesimpulan bahwa kelengkapan pendokumentasian penting untuk menilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang kita lakukan maka dari itu asuhan keperawatan yang kita berikan kepada pasien harus di dokumentasikan secara tepat dan lengkap.
Asuhan Keperawatan Ulkus Diabetik Pada Tn. A Dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif di Ruang Shasta 1 RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2021
Diabetes Mellitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kerusakan pada sekresi insuli, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes dapat mengakibatkan komplikasi mikrovaskuler, makrovaskuler dan neuropati. Neuropati merupakan gangguan pada sistem saraf pada kaki dan alirah darah perifer. Gangguan ini yang menjadi penyebab pertama masalah kaki diabetik dan penyakit vaskular perifer yang dapat menyebabkan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif. Penelitian ini bertujuan menggali/mempelajari Proses Asuhan Keperawatan Ulkus Diabetik Pada Tn. A Dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Ruang Shasta 1 RSUD Kabupaten Bekasi, secara komprehensif sesuai kebutuhan klien dengan menggunakan proses keperawatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif studi kasus yang dilakukan pada klien diabetes dengan ulkus diabetik. Hasil penelitian ini didapatkan masalah perfusi perifer tidak efektif belum teratasi, hal ini didukung dengan klien mengatakan masih ada luka di kaki kiri bagian pergelangan kaki, luka ulkus diameter 10 cm, kedalaman 2 cm, kemerahan, edema, pes (nanah) berwarna kekinungan dan bau khas, kulit di sekitar atau tepi luka berwarna hitam. TD = 160/90 mmHg, N = 90/menit, S = 36C, RR = 20/menit, GDS 210, Hemoglobin 6,5 mg/dl. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini masalah keperawatan belum teratasi dan masih memerlukan perawatan di rumah sakit.