Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RN

261 karya publik ditemukan.

2026: 162025: 252024: 402023: 732022: 142021: 692020: 52019: 16

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Inspeksi Visual Asam Aseta (IVA) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Puskesmas Cikarang

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia, sehubung dengan angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Saat ini didunia diperkirakan lebih dari 1 juta perempuan menderita kanker serviks dan terdapat 500.000 kasus baru pertahuan, dengan angka kematian 260.000, di indonesia terdapat 100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk, dengan angka kematian 20 perhari (nuranna,Laila et all, 2008) banyak faktor yang berhubungan dengan wanita usia subur dalam deteksi dini kanker leher rahim metode IVA antara lain pendidikan, pengetahuan, minat dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di puskesmas Cikarang 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua wanita usia subur di puskesmas Cikarang berjumlah 132 wanita usia subur, dan sampel yang digunakan berjumlah 99 wanita usia subur dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah analisis univariat dab bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan pengunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,014;OR: 6,727) ada hubungan antara variabel pendidikan dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,011; OR: 5,561) ada hubungan antara variabel minat dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,004; OR: 8,573) ada hubungan antara variabel dukungan suami dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,025; OR: 4,744) Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pendidikan, minat dan dukungan suami dengan penggunaan metode inpeksi visual asam asetat (IVA) pada wanita usia subur. Saran dalam penelitin ini adalah diharapkan untuk tenaga kesehatan untuk memberikan pengetahuan dan informasi dalam deteksi dini kanker serviks dan mencegah terjadinya kanker stadium lanjut.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Vulva Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan hasil survey BKKBN provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 83% remaja tidak tahu tentang kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan disekitar masa subur dan masalah haid 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu resiko PMS. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dari 50siswi ternyata 35 siswi yang melakukan vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2019. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 208 orang remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 151 orang remaja puteri yang perilaku vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (P-Value=0,029), Sarana/prasarana (PValue=0,048), Peran orang tua (P-Value=0,035), Sumber informasi (P-Value=0,050), Peran tenaga kesehatan (PValue=0,019). Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5variabel (pengetahuan, sarana/prasarana , peran orang tua, sumber informasi , peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu untuk Pijat Bayi Secara Teratur di RB Rhaudhatunnadya Tahunu 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pijat bayi merupakan terapi sentuhan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi namun pengetahuan tentang pijat bayi belum banyak diketahui oleh masyarakat, dikarenakan masih mempercayakan pijat bayi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu tentang pijat bayi secara teratur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RB Rhaudhatunnadya cikarang,pengumpulan data dilaksanakan selama bulan april-mei 2019, populasi penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari umur 0-12 bulan di RB Rhaudhatunnadya dengan sampel sebanyak 180 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untul menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis univariat sebagian besar ibu mempunyai minat untuk melakuakan pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunnadya dengan presentase 63,5%, lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik dengan presentase 61,8%, lebih banyak ibu yang berpendidikn tinggi dengan presentase 80,0%, lebih banyak ibu yang tidak bekerja dengan presentase 51,8%, lebih banyak ibu yang multipara dengan presentase 60,6%, lebih banyak ibu yang mendapat informasi dengan presentase 61,8%. Hasil analisis bivariat pengetahuan ibu tentang pijat bayi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak, pendidikan p 0,015 (p>0,05) Ho ditolak, pekerjaan p value 0,018 (p>0,05) Ho ditolak, paritas p value 0,021 (p>0,05) Ho ditolak, informasi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti, seluruh variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu untu pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunadya. Saran dalam penelitian ini adalah RB Rhaudhatunnadya lebih memperhatikan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan membangun minat ibu khususnya melakukan pemijatan bayi secara teratur.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tertusuk Benda Tajam Pada Perawat di Unit Rawat Inap Lantai 3 RS Sentra Medika Cibinong

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Angka kejadian tertusuk benda tajam di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2016 yaitu ada 6 kasus, kemudian meningkat di tahun 2017 yaitu sebanyak 8 kasus. Kejadian tertusuk benda tajam dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor pengetahuan perawat, sikap perawat dan kepatuhan perawat dalam menggunakan APD ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian tertusuk benda tajam pada perawat di unit rawat inap lantai 3 RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018.Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di unit rawat inap lantai 3 yang berjumlah 48.Sampel penelitian sejumlah 48 perawat. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian tertusuk benda tajam (p=0,003). Ada hubungan antara sikap dengan kejadian tertusuk benda tajam (p=0,007). Ada hubungan antara kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian tertusuk benda tajam (p=0,028). Kesimpulan, ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan penggunakan APD dengan kejadian tertusuk benda tajam di RS Sentra Medika Cibinong. Saran, sosialisasi K3 kepada perawat dilakukan secara konsisten dan berkala

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Efektivitas Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru (PMK) Pada Ibu Dengan BBLR di RS Sentra Medika Cibinong

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PERAWATAN METODE KANGURU (PMK) PADA IBU DENGAN BBLR DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018 Purnama Wati Siregar STIKes Medika Cikarang ABSTRAK: Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut Global Nutrition Targets (2014), secara keseluruhan diperkirakan bahwa 15-20% AKB dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah dikarenakan bayi berat lahir rendah (BBLR) mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan menggunakan perawatan yang tidak mahal yaitu Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efektifitas pelaksanaan PMK di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat/bidan ruang Perina dan Kamar Bayi Sehat RSSM Cibinong yang diambil dengan tehnik Total Sampling berjumlah 34 orang. Data yang didapat menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa sebagian besar responden tidak efektif dalam pelaksanaan PMK 19 orang (55,9%) dari 34 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pendidikan DIII Bidan yaitu 24 orang (70,6%) p value 0,010. Diketahui pula responden dengan masa kerja > 2 tahun yaitu 32 orang (94,1%) p value 0,492. Selanjutnya, didapat hasil sebagian besar responden yaitu 24 orang (70,6%) tidak pernah mengikuti pelatihan PMK p value 0,001. Selanjutnya sebagian responden yaitu 17 orang (50%) p value 0,037 kebijakan SPO tidak mendukung terhadap efektifitas pelaksanaan PMK. Kemudian sebagian besar responden yaitu 19 orang (55,9%) p value 0,005 sarana dan prasarana tidak mendukung dalam efektifitas pelaksanaan PMK. Dari hasil penelitian sebagian besar responden tidak efektif terhadap pelaksanaan PMK. Oleh sebab itu disarankan agar pihak manajemen meningkatkan kinerja program dalam upaya perbaikan pelayanan dengan mengikutsertakan tenaga pelaksana dalam pelatihan PMK, memfasilitasi kelengkapan sarana dan prasarana, serta melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan PMK. Kata Kunci : BBLR, Perawatan Metode Kanguru (PMK), Pendidikan, Masa Kerja, Pelatihan, Kebijakan SPO, Sarana dan Prasarana, dan Efektifitas Pelaksanaan PMK

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Penderita Thalasemia Mengenai Pentingnya Melakukan Terapi Secara Rutin di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Thalasemia adalah penyakit kelainan hemolitik dimana terjadi kerusakan pada sel darah merah didalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Data yang diperoleh dari RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 jumlah pasien thalasemia sebanyak 3.610, tahun 2017 sebanyak 4.157 sedangkan jumlah pasien thalasemia pada bulan januari-maret tahun 2018 berjumlah 764 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di Rumah Sakit sentra medika cikarang tahun 2018. Ggg Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua klien penderita thalasemia sebanyak 60 orang. sampel yang diambil 60 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat. Ggg Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (51,7%), pengetahuan cukup sebanyak 17 responden (28,3%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (20%). gggggggggggggggg ggg Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2018 memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk orang tua penderita thalasemia lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin dengan cara lebih aktif bertanya mengenai kesehatan anaknya dan diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat RS Sentra Medika Cikarang memberikan informasi secara akurat dan memberikan edukasi seperti penguluhan kesehatan kepada orang tua penderita thalasemia.