BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Viral Marketing dan Flash Sale terhadap minat beli konsumen Shopee Generasi Z di Kota Depok. Namun, terdapat inkonsistensi dari penelitian sebelumnya (research gap) terkait efektivitas kedua strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner online (Google Form). Populasi dalam penelitian ini yaitu Generasi Z di Kota Depok. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-Probability Sampling melalui metode Quota Sampling sebanyak 60 responden yang diolah menggunakan IBM SPSS 26. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian uji t Viral Marketing (X1) menunjukkan thitung 3,397 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, dan Flash Sale (X2) thitung 3,338 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Uji F menunjukkan Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dengan nilai Fhitung 40,749 > Ftabel 3,16 dan nilai signifikansi p < 0,001 < 0,05. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan variabel Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2) mampu menjelaskan variasi minat beli konsumen (Y) sebesar 58,8% sedangkan selebihnya 41,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan perilaku belanja masyarakat dari sistem konvensional menuju sistem digital melalui platform e-commerce, salah satunya adalah Shopee. Dua fitur yang berkembang pesat dalam memengaruhi perilaku konsumen adalah live commerce dan electronic word of mouth (E-WOM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live commerce dan electronic word of mouth (E-WOM) terhadap keputusan pembelian konsumen pada Shopee, baik secara persial maupun simultan, dengan lokasi penelitian di Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosisatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Pasir Mukti yang pernah menggunakan aplikasi Shopee, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Dari 65 responden yang mengisi kuesioner, terdapat 50 responden yang memenuhi kriteria sampel dan digunakan dalam analisis data. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Electronic word of mouth juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, live commerce dan E-WOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan kontribusi yang cukup besar terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam mengoptimalkan fitur live commerce dan pengelolaan ulasan produk guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan persepsi harga
dengan keputusan pembelian online melalui aplikasi Shopee pada pengguna yang
berdomisili di Cikarang Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain survei cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih melalui
purposive sampling berdasarkan kriteria pengguna Shopee berusia 17–45 tahun,
berdomisili di Cikarang Utara, dan pernah melakukan transaksi melalui Shopee
dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala
Likert lima poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan IBM
SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berpengaruh
signifikan dengan keputusan pembelian (B = 0,348; β = 0,321; t = 4,104; p < 0,001).
Persepsi harga juga berpengaruh signifikan dengan keputusan pembelian (B =
0
,601; β = 0,605; t = 7,740; p < 0,001). Secara bersama-sama, kedua prediktor
menghasilkan model yang signifikan, F(2, 97) = 168,531; p < 0,001, dengan R² =
,777 dan adjusted R² = 0,772. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi konsumen
0
terhadap citra platform dan kewajaran harga berkaitan dengan semakin kuatnya
keputusan membeli melalui Shopee. Karena data dikumpulkan secara cross-
sectional dan menggunakan purposive sampling, hasil penelitian ditafsirkan
sebagai hubungan statistik pada sampel, bukan sebagai bukti sebab-akibat untuk
seluruh pengguna Shopee di Cikarang Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Viral Marketing dan Flash
Sale terhadap minat beli konsumen Shopee Generasi Z di Kota Depok. Namun,
terdapat inkonsistensi dari penelitian sebelumnya (research gap) terkait efektivitas
kedua strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan asosiatif kausal. Pengumpulan data primer dilakukan dengan
menggunakan kuesioner online (Google Form). Populasi dalam penelitian ini yaitu
Generasi Z di Kota Depok. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non
Probability Sampling melalui metode Quota Sampling sebanyak 60 responden yang
diolah menggunakan IBM SPSS 26. Teknik analisis data menggunakan uji validitas,
uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien
determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian uji t Viral Marketing (X1) menunjukkan
thitung 3,397 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, dan Flash Sale
(X2) thitung 3,338 > ttabel 2,002 dengan nilai signifikansi p = 0,001 < 0,05, secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Uji F
menunjukkan Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2) secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dengan nilai
Fhitung 40,749 > Ftabel 3,16 dan nilai signifikansi p < 0,001 < 0,05. Hasil uji koefisien
determinasi menunjukkan variabel Viral Marketing (X1) dan Flash Sale (X2)
mampu menjelaskan variasi minat beli konsumen (Y) sebesar 58,8% sedangkan
selebihnya 41,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain.