Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Screen time
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Karakteristik Responden, Screen Time, dan Kebiasaan Jajan dengan Status Gizi Remaja

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang meningkatkan kebutuhan gizi, sehingga rentan mengalami masalah status gizi seperti gizi lebih maupun gizi kurang. Perubahan gaya hidup di era digital, khususnya peningkatan screen time dan kebiasaan jajan yang tidak terkendali, diduga berkontribusi terhadap permasalahan tersebut. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden, screen time, dan kebiasaan jajan dengan status gizi remaja di MAN 1 Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, kuesioner screen time, kuesioner kebiasaan jajan (FFQ), serta pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (61,6%), memiliki uang saku kategori sedang (51,2%), dan jarang sarapan (45,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi remaja (p = 0,752), sedangkan kebiasaan jajan menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi remaja (p = 0,009; OR = 6,487), di mana remaja dengan kebiasaan jajan sering memiliki peluang sekitar 6,5 kali lebih besar mengalami status gizi tidak normal dibandingkan remaja dengan kebiasaan jajan jarang. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan status gizi remaja, sedangkan screen time tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengguna Waktu Layar (Screen Time) Sebelum Tidur Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia Pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chisquare menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

38 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail