Analisis Hubungan Karakteristik Responden, Screen Time, dan Kebiasaan Jajan dengan Status Gizi Remaja
Latar belakang : Masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang meningkatkan kebutuhan gizi, sehingga rentan mengalami masalah status gizi seperti gizi lebih maupun gizi kurang. Perubahan gaya hidup di era digital, khususnya peningkatan screen time dan kebiasaan jajan yang tidak terkendali, diduga berkontribusi terhadap permasalahan tersebut. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden, screen time, dan kebiasaan jajan dengan status gizi remaja di MAN 1 Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, kuesioner screen time, kuesioner kebiasaan jajan (FFQ), serta pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (61,6%), memiliki uang saku kategori sedang (51,2%), dan jarang sarapan (45,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi remaja (p = 0,752), sedangkan kebiasaan jajan menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi remaja (p = 0,009; OR = 6,487), di mana remaja dengan kebiasaan jajan sering memiliki peluang sekitar 6,5 kali lebih besar mengalami status gizi tidak normal dibandingkan remaja dengan kebiasaan jajan jarang. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan status gizi remaja, sedangkan screen time tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.