BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Stroke adalah suatu kondisi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak dengan gejala
seperti kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan kekuatan otot menurun. Salah satu peran
fisioterapi pada kasus Stroke yaitu mengembalikan fungsional tubuh pasien dengan terapi latihan.
Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group pre-post test. Dengan
sampel berjumlah 20 orang yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok perlakuan 1 dan kelompok
perlakuan 2. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu di Rumah Sakit Izza Karawang yang terdiri
dari satu kali pre test, dengan pertemuan 2 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit dan satu kali
post test. Instrument yang digunakan adalah sollerman hand functional test. Hasil :Uji normalitas
menggunakan Saphiro Wilk test menghasilkan nilai signifikansi p>0.05. Dari hasil uji paired test
kedua kelompok di dapatkan nilai signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Selisih persentase pre
test dan post test pada kelompok perlakuan 1 sebesar 22,6 dan pada kelompok perlakuan 2 sebesar
14,9. Kesimpulan: Intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dan latihan
range of motion dapat mempengaruhi kemampuan fungsional menggenggam. Dengan hasil lebih
efektif pada intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dalam meningkatkan
kemampuan fungsional menggenggam pasien dengan stroke.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Stroke is a condition that occurs when the blood supply to the brain is disrupted due to blockage or rupture of cerebral blood vessels with symptoms such as hemiparesis, slurred speech, difficulty walking, loss of balance and decreased muscle strength. One of the roles of physiotherapy in stroke cases can be treated with exercise therapy, with the intervention method of range of motion exercises with the addition of rubber balls. In order to help improve functional grasping abilities. To determine the effectiveness of range of motion training with the addition of rubber ball training on functional grasping abilities. This research design uses a quasi-experiment with a two group pre-post test. With a sample of 20 people selected by purposive sampling who were divided into two, namely treatment group 1 and treatment group 2. The research was carried out for 4 weeks consisting of one pre-test, with meetings 2 times a week with a duration of 20-30 minutes and one post test times. The instrument used was the Sollerman hand functional test. The normality test using the Shapiro Wilk test produced a significance value of p>0.05. From the results of the paired test, the two groups obtained a significant value with a value of p=0.000 (p0.05). The difference in the percentage of pre test and post test in treatment group 1 was 22.6 and in treatment group 2 was 14.9. Range of motion training intervention with the addition of a rubber ball and range of motion training can influence functional grasping abilities. With more effective results in range of motion training interventions with the addition of rubber balls in improving the functional grasping ability of patients with stroke
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke non hemoragik adalah sebuah tanda klinis disfungsi yang dialami jaringan otak yang disebabkan kurangnya pasokan aliran darah ke otak sehingga dapat mengganggu kebutuhan oksigen dan darah di jaringan otak. Range Of Motion (ROM) adalah tindakan latihan persendian tulang dan otot yang diberikan khususnya kepada pasien yang mobilitasnya terbatas karena penyakit tertentu, disabilitas, trauma baik secara aktif maupun pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari seluruh aspek dalam proses Asuhan Keperawatan Gerontik pada pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik akibat Stroke Non Hemoragik. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Ny. T dengan diagnosa keperawatan gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang asih pada tanggal 2 Agustus 2022 sampai 9 Agustus 2022. Hasil penelitian didapatkan pada klien yang menderita stroke mengatakan sering pegal-pegal pada kaki dan tanganya, kaki kirinya kaku dan tidak bisa digerakan dengan kekuatan otot ekstremitas atas kanan 4 dan kiri 3, ekstremitas bawah kanan 3 dan kiri 1, timbulnya keluhan secara bertahap, penyebabnya klien terjatuh dari tempat tidurnya pada 3 tahun yang lalu. Evaluasi dari hasil tindakan yang selama ini dilakukan yaitu gangguan mobilitas fisik dapat teratasi sebagian dengan hasil klien tampak lebih segar, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan latihan ROM aktif dan pasif. Dapat disimpulkan latihan ROM aktif dan pasif dengan hasil setelah dilakukan tindakan klien tampak lebih segar, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot, Sehingga perawat yang melakukan terapi Range Of Motion pada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik dapat berpengaruh pada pemulihan kekuatan otot bagi penderita stroke.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke gangguan neurologis terjadi secara mendadak dengan tanda klinis fokal atau global yang berlangsung lama lebih 24 jam dikarenakan oleh gangguan peredaran darah di otak. Stroke iskemik dapat menyebabkan timbulnya kelemahan pada bagian wajah, tangan atau kaki yang menyebabkan timbulnya masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Tujuan penelitian untuk mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan stroke iskemik. Metode klien dewasa yang berjenis laki-laki berumur 65 tahun dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien stroke iskemik diantaranya mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas, kekuatan otot menurun, sendi kaku, gerakan terbatas, fisik lemas, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan neuromuskuler. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah Tindakan monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi, libatkan keluarga untuk membantu meningkatkan pergerakan, anjurkan melakukan Range Of Motion (ROM), nganjurkan lakukan mobilisasi sederhana. Kesimpulan penelitian ini adalah Tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik belum teratasi ditandai dengan saat di lakukan mobilisasi Range Of Motion (ROM) pada bagian tangan masih mampu untuk di bantu pergerakan, namun untuk kaki belum ada Gerakan.