Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Manajemen Bisnis Ritel
Faktor yang Memengaruhi Kejadian Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Spinal Anestesi di Ruang PACU Rumah Sakit Medirossa Cikarang
Latar Belakang: Spinal anestesi paling sering digunakan untuk pasien yang akan menjalani sectio caesaerea dibandingkan dengan anestesi general, karena pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Komplikasi yang kerap terjadi akibat dari spinal anestesi yaitu mual muntah, blok spinal menyebabkan simpatektomi sehingga tonus vagal lebih dominan dan aktivitas parasimpatis menyebabkan kontraksi usus meningkat. Mual muntah akibat proses pembedahan post sectio caesarea jika tidak ditangani akan menyebabkan banyak faktor. Tujuan : Mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan sebanyak 30 responden yang menjalani operasi bedah mayor sectio caesarea. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi PONV menggunakan skala gordon. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistic Chi-Square variabel usia dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,626 ). Hasil analisis hubungan lama puasa dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value p-value (0,023) dengan nilai OR 5,8. hasil analisis hubungan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,414) Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah, ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA MENGGUNAKAN TEKNIK SPINAL ANESTESI DI RUANG PACU RUMAH SAKIT MEDIROSSA CIKARANG
Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang
Manajemen dari Fungsi Dasar ke Inovasi
Kesehatan Masyarakat di Indonesia
Perilaku Dalam Organisasi
Budaya Organisasi
Kepemimpinan Pemahaman Dasar, Pandangan Konvensional, Gagasan Kontemporer
Manajemen Kinerja
Kesehatan Lingkungan dan K3
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Massal di Rumah Sakit dan Hotel
Evidence Based Practice Dalam Pelayanan Kesehatan
Analisis Hubungan Karakteristik Gaya Belajar V-A-K (Visual-Auditori-Kinestetik) dan Motivasi Belaajr Terhadap Indeks Prestasi Pada Mahasiswa/I Pendidikan Keperawatan Angkatan 2018 di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu gaya belajar dan motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil sebanyak 74 responden dengan menggunakan rumus total sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan lembar hasil belajar yang diambil dari BAAK. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018. Variabel yang mempengaruhi adalah karakteristik gaya belajar (P value=0,012), dan motivasi belajar (P Value=0,004). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan karakteristik di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi serta dari kedua variabel tersebut di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi adalah motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini diharapkan mahasiswa/i dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk meningkatkan hasil prestasi belajarnya secara optimal serta dosen/pendidik menyesuaikan metode pembelajaran baik di lingkungan akademik maupun non akademik terhadap gaya belajar mahasiswa/i pendidikan keperawatan.