Profil penulis
Shi
73 karya publik ditemukan.
Molecular Mechanism of Congenital Heart Disease and Pulmonary Hypertension
Strategic Human Resource Management and Employment Relations
An Introduction to Statistical Learning
The Joy of Science
The Elements of Statistical Learning
Retail Detailed_ Secrets to Selling Retail Chain Stores
Google Analytics Breakthrough: From Zero to Business Impact
Building Digital Experience Platforms
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum pada Penderita DM Tipe II di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2019
Latar Belakang: Diabetes Mellitus atau yang lebih dikenal sebagai kencing manis merupakan suatu kelainan pada seseorang yang sering ditandai dengan naiknya kadar glukosa dalam darah di karenakan akibat dari kurangnya kadar insulin dalam tubuh. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18 April 2018 di RSUD dr.Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi tercatat angka kejadian yang ditemukan di lapangan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe-2 mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, yakni pada tahun 2018 sebanyak 240 pasien rawat inap, sedangkan pada tahun 2019 tercatat bulan Januari sebanyak 55 pasien, Februari sebanyak 95 pasien, Maret sebanyak 96 pasien dan April terhitung sampai saat ini sebanyak 22 pasien. Tujuan : Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Penderita Dm Tipe II Di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan pendekatan studi Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah paseien Ulkus Diabetikum yang dirawat di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018 rata-rata perbulannya berkisar 67 pasien. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat – sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, cara pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat memenuhi kriteria yang mendukung atau sesuai dengan penelitian sebanyak 37 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji Chi- square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor merokok dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,042 (<0,05) , ada hubungan antara faktor olahraga dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,005 (<0,05), ada hubungan antara faktor lama DM dengan kejadian ulkus dengan hasil p value = 0,037 (<0,05) , ada hubungan antara faktor penggunaan alas kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,012 (<0,05), ada hubungan antara faktor perawatan kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,022 (<0,05), ada hubungan antara faktor dukungan keluarga dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara faktor merokok, faktor olahraga, faktor lama DM, faktor penggunaan alas kaki, faktor perawatan kaki, faktor dukungan keluarga dengan kejadian ulkus diabetikum pada penderita DM tipe II di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019.
NANDA-I Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2018-2020
Dasar-dasar Kimia Fisika
Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN Skripsi Nama : Shinta Ettyka NIM : 120316417 STUDI TENTANG HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RS SENTRA MEDIKA CIBINONG xvi + 96 Halaman + 12 Tabel + 2 Bagan + 9 Lampiran ABSTRAK Industri RS di Kota Bogor beberapa tahun ini mengalami perkembangan berarti, khususnya peningkatan jumlah rumah sakit swasta. Motivasi merupakan kondisi yang dapat menggerakkan diri perawat secara terarah untuk mencapai tujuan kerja. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, kuantitas yang dicapai perawat dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Kinerja dipengaruhi faktor kemampuan dan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian cross sectional dengan tekhnik total sampling, didapatkan 30 responden. Data diolah menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki motivasi kurang (53%), dan 63% responden berkinerja baik. Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat dengan p value 0,011. Kesimpulan, sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja yang kurang, tapi sebagian besar melakukan kinerja yang baik dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan kegiatan wisata bersama dan outbond bagi staf perawat, agar kegiatan ini dapat menyegarkan fikiran staf perawat, serta pengakuan terhadap keberhasilan pekerjaan staf perawatan seperti memberikan penghargaan. Kepustakaan : 45 Buku ( 2008-2013 ) Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat