ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Lisa jamilatul Lael Nim : 020319624 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE TENTANG KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 2 CILAMAYA WETAN TAHUN 2023 ABSTRAK Pendidikan dini tentang personal hygiene reproduksi pada remaja putri yaitu langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi terutama pada saat menstruasi. Dukungan keluarga dapat ditimbulkan karena tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan kurangnya pengetahuan remaja sering dikira bahwa kesehatan reproduksi merupakan suatu perbincangan paling tabu untuk diulas dengan mendalam. Perilaku personal hygiene yang sehat saat menstruasi adalah sikap yang mendukung terhadap perilaku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan prilaku personal hygiene tentang kebersihan organ reproduksi saat menstruasi pada remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik, dengan rancangan penelitian desain crossmsectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 112 siswi SMP kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan, sampel yang digunakan sebanyak 88 siswi, menggunakan 10 pertanyaan di kuesioner pengetahuan, 10 pertanyaan di kuesioner dukungan keluarga, 10 pertanyaan di kuesioner prilaku yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan 52 responden (59,1%) memiliki pengetahuan kurang baik, 24 responden (27,3%) memiliki pengetahuan cukup baik, dan 12 responden (13,6%) memiliki pengetahuan baik. Sejumlah 55 responden (62,5%) memiliki dukungan keluarga yang buruk, dan 33 responden (37,5%) memiliki dukungan keluarga yang baik. Dan 45 responden (51,1%) memiliki perilaku yang buruk dan 43 responden (48,9%) memiliki perilaku yang baik. Uji bivariat pada pengetahuan dengan perilaku memiliki nilai P-value= 0,0040,05 maka dapat diartikan bahwa ditolak, dan pada dukungan keluarga dengan perilaku memiliki nilai P-value 0,0180,05 maka dapat diartikan bahwa ditolak. Kesimpulannya maka ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene tentang kebersihan organ reproduksi saat menstruasi pada remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan tahun 2023. Dan diharapkan siswi mampu menambah informasi tentang pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : penyakit asma berada di urutan 4 dari 10 penyakit. Urutan penyakit
terbanyak di Puskesmas Karang Mulya adalah influenza, gastritis, rematisme, asma,
Demam thypoid, myalgia, diare, karies gigi, hipertensi primer (esensial), migren,
penyakit lainnya. Masyarakat menganggap asma merupakan penyakit yang tidak dapat
disembuhkan, kurangnya upaya untuk melaksanakan pencegahan serangan asma
dirumah, serta belum terlihat adanya usaha yang baik dalam mengontrol dan
menghindari alergen. Hal ini yang mengakibatkan kekambuhan pada pasien asma.
Tujuan : mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor perilaku yang berhubungan
dengan kejadian kekambuhan asma.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
kuantitatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan Antara
dua variael. Metode penelitian yang digunakan cross sectional (potong lintang).
Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dan mengambil sampel penelitian dengan
Total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan cara teknik purposive
sampling.
Hasil : Ada hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan
fasilitas kesehatan dengan kejadian kemabuhan pada penderita asma di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari
variabel pengetahuan adalah 20,000, variabel tingkat pendidikan adalah 12,000,
variabel sosial ekonomi adalah 11,333 dan variabel fasilitas kesehatan adalah 7,000.
Kesimpulan : Penderita asma dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 20 kali
dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan pengetahuan
baik. Penderita asma dengan tingkat pendidikan rendah memiliki resiko 12 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan tingkat pendidikan
tinggi. Penderita asma dengan sosial ekonomi rendah memiliki resiko 11 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan sosial ekonomi
tinggi. Penderita asma yang tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan memiliki resiko 7
kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma yang
memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Saran : kepada masyarakat khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karang
Mulya Kabupaten Bekasi agar dapat menghindari faktor alergen yang berkaitan
dengan penyebab kekambuhan asma sehingga dapat mengurangi kekambuhan asma.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 anak usia 6 – 24 bulan yang mengkonsumsi makanan beragam di Indonsia sebesar 46,6%, di Jawa Barat sebesar 58%. Pengukuran Status Gizi balita 0 – 23 bulan dengan indeks TB/BB mendapatkan persentase yang sangat kurus 3,7%, kurus sebesar 8,9% dan gemuk sebesar 4,3. Tujuan penelitian ini yaitu dapat diketahuinya gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6-24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu di RW 02 dan RW 03 Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 73 ibu dan sampel penelitian 42 responden dengan cara random sampling, analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6 – 24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu di Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi. Yang berperilaku tidak memberikan makanan pendamping air susu ibu pada bayi usia mulai dai 6 bulan sebanyak 19 responden (45.2%) sedangkan yang melakukan pemberian makanan pendamping air susu ibu pada bayi usia mulai dai 6 bulan sebanyak 23 responden (54.8%), responden yang pengetahuannya cukup yaitu sebanyak 16 responden (35,7%), responden yang pendidikannya tinggi sebanyak 30 responden (71.4%), responden yang ekonomi terbanyak yaitu ekonomi kurang sebanyak 25 responden (59.9%), responden yang tidak ada pengalaman dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu sebanyak 22 responden (52.4%), responden yang tidak ada dukungan orang lain yaitu 36 responden (85.7%).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6 – 24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu didesa sukahurip kabupaten bekasi memiliki perilaku baik dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu. Saran untuk ibu sebaiknya perilakunya ditingkatkan lagi supaya tidak ada lagi bayi yang mengalami masalah gizi kurang atau gizi berlebih