Abstrak
Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 anak usia 6 – 24 bulan yang mengkonsumsi makanan beragam di Indonsia sebesar 46,6%, di Jawa Barat sebesar 58%. Pengukuran Status Gizi balita 0 – 23 bulan dengan indeks TB/BB mendapatkan persentase yang sangat kurus 3,7%, kurus sebesar 8,9% dan gemuk sebesar 4,3. Tujuan penelitian ini yaitu dapat diketahuinya gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6-24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu di RW 02 dan RW 03 Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 73 ibu dan sampel penelitian 42 responden dengan cara random sampling, analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6 – 24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu di Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi. Yang berperilaku tidak memberikan makanan pendamping air susu ibu pada bayi usia mulai dai 6 bulan sebanyak 19 responden (45.2%) sedangkan yang melakukan pemberian makanan pendamping air susu ibu pada bayi usia mulai dai 6 bulan sebanyak 23 responden (54.8%), responden yang pengetahuannya cukup yaitu sebanyak 16 responden (35,7%), responden yang pendidikannya tinggi sebanyak 30 responden (71.4%), responden yang ekonomi terbanyak yaitu ekonomi kurang sebanyak 25 responden (59.9%), responden yang tidak ada pengalaman dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu sebanyak 22 responden (52.4%), responden yang tidak ada dukungan orang lain yaitu 36 responden (85.7%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan gambaran perilaku ibu dengan anak usia 6 – 24 bulan dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu didesa sukahurip kabupaten bekasi memiliki perilaku baik dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu. Saran untuk ibu sebaiknya perilakunya ditingkatkan lagi supaya tidak ada lagi bayi yang mengalami masalah gizi kurang atau gizi berlebih