BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Nyeri persalinan pada kala I fase aktif merupakan kondisi fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memerlukan penatalaksanaan nonfarmakologis yang aman. Metode birth ball digunakan untuk mendukung mobilitas ibu dan gerakan pelvis selama persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh metode birth ball terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Sritina Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi-experimental dengan desain pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada 35 ibu bersalin kala I fase aktif. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah pemberian metode birth ball menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data skor nyeri berpasangan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh 35 responden (100,00%) berada pada kategori nyeri berat dengan rata-rata skor 7,86. Setelah intervensi seluruh 35 responden (100,00%) berada pada kategori nyeri sedang dengan rata-rata skor 5,00. Rata-rata penurunan skor nyeri sebesar 2,86 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara skor nyeri sebelum dan sesudah pemberian metode birth ball.
Dapat disimpulkan bahwa pengaruh metode birth ball berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Sritina Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk membantu meningkatkan kenyamanan ibu selama persalinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia, dan 20 juta perempuan mengalami kesakitan saat persalinan dan tahun 2013 diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar 873.000 angka kematian ibu akibat masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% diantaranya terjadi di Negara-negara berkembang. Dalam persalinan sering kali juga timbul rasa cemas, panik, dan takut rasa sakit yang luar biasa yang dirasakan ibu yang dapat mengganggu proses persalinan dan mengakibatkan lamanya proses persalinan yang menimbulkan partus macet (Kurniasih, 2020).
Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di TPMB Bidan Wiwin Wulandari.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Paired T-test.
Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin Di TPMB Bidan Wiwin sebelum di berikan aromaterapi Lavender mengalami nyeri sedang sebanyak 26 responden (88,6%) dan yang mengalami Nyeri ringan sebesar 4 responden (11,4%).
Nilai p=0.001 0.05 (P<0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian aromatrapy lavender terhadap penurunan tingkat nyeri kala 1 pada ibu bersalin. Hal ini menunjukkan bahwa aromaterapi Lavender dapat menurunkan frekuensi nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif.
Simpulan dan saran: Ada pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif. Diharapkan bidan dapat menerapkan aromaterapi lavender sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi nyeri persalinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nyeri persalinan merupakan perasaan tidak nyaman karena adanya rasa fisik yang berkaitan dengan kondisi kontraksi uterus yang disertai penipisan serta terjadi pembukaan hingga mencapai puncak persalinan. Hal tersebut dapat berdampak stress pada ibu sehingga dapat menimbulkan persalinan memanjang, peningkatan kesakitan dan kematian ibu dan anak. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi nyeri tersebut, salah satunya yaitu menggunakan terapi birth ball. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan birth ball terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di RB Mustika Cikarang Pusat tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimen dengan one group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 34 orang ibu bersalin di RB Mustika dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari 34 responden sebelum menggunakan birth ball terbanyak merasakan nyeri di skala 3 – 6 atau nyeri sedang sebanyak 24 responden (70,6%), sedangkan setelah menggunakan birth ball menurun ke skala 1 – 3 atau nyeri ringan sebanyak 21 responden (61,8%). Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0,000 (p< 0,05).
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, terdapat pengaruh penggunaan birth ball terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di RB Mustika Cikarang Pusat tahun 2023. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan informasi untuk mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Ibu yang menghadapi proses persalinan akan merasakan nyeri sehubungan dengan kontraksi uterusnya, berbagai cara dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri, yaitu dengan teknik non farmakologi antara lain relaksasi nafas dalam, massage, olahraga, komres hangat, pemberian ramuan herbal dan perubahan posisi ibu agar persalinan bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Teknik relaksai napas dalam merupakan teknik untuk meningkatkan
ventilasi alveoli, meningkatkan efisiensi batuk, memelihara pertukaran gas, mencegaha telektasi paru, dan mengurangi tingkat stres fisik maupun menurunkan intesitas nyeri. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui Pengaruh Relaksai Nafas Dalam Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Bekasi Tahun 2023.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pra Eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian adalah ibu bersalin kala I sebanyak 30 responden sebelum relaksasi nafas dalam sebagian besar dengan nyeri persalinan sedang yaitu sebanyak 27 responden (90%) dan nyeri persalinan berat sebanyak 3 responden (10%). Variabel independen pada penelitian ini adalah Relaksai Nafas Dalam, sedangkan variabel dependen nya adalah nyeri persalinan kala I. Penelitian ini dilaksanakan di TPMB Sylvi Kusmiran pada Bulan
Oktober – Desember 2023.
Hasil Penelitian : Dengan menggunakan uji wilcoxone range list yaitu dengan membandingkan skala nyeri persalinan sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi menunjukan bahwa ada perbedaan skala nyeri persalinan dengan nilai p= 0.000 < 0,05. Pemberian relaksasi nafas dalam terhadap nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Bekasi Tahun 2023.
Kesimpulan : Ada Pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Bekasi Tahun 2023. Saran Penelitian ini diharapkan menambah literatur dan bahan pustaka yang berhubungan dengan terapi komplementer dalam menurunkan nyeri pada persalinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Persalinan normal merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir dengan spontan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam tanpa komplikasi terhadap janin maupun ibu. Nyeri persalinan yang berat dapat meningkatkan emosional pada ibu bersalin, dan dapat menyebabkan kelelahan dan dapat berdampak pada abnormal fungsi otot uterus selama persalinan yang berujung pada komplikasi persalinan. World Health Organization (WHO) tahun 2012 dalam penelitian (Yunarsih dan Rahayu, 2018) di Amerika Serikat sekitar 70%-80% wanita melahirkan mengharapkan persalinan normal yang berlangsung tanpa rasa nyeri, sehingga di Rumah Sakit banyak yang melakukan persalinan secara seksio sesarea sebanyak 20%-50%, dikarenakan kebanyakan ibu bersalin tidak mau merasakan nyeri saat persalinan pervaginam. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan aromaterapi karena dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri, yaitu dengan minyak esensial yang berasal dari bau harum tumbuhan untuk mengurangi masalah kesehatan. bau yang berpengaruh terhadap otak dan pikiran yang menangkan pada saat persalinan pervaginam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nyeri kala I fase aktif setelah diberikan romaterapi lavender di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023. desain yang digunakan adalah dengan (non equivalent control group pretest-posttes). Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara random. Dalam desain ini kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan. Adanya 2 kelompok dimana satu kelompok diberikan perlakuan aroma terapi lavender. Dua kelompok yang ada diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan dan terakhir posttest. Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Mann Whitney Test menggunakan SPSS di peroleh nilai Z= -4.802 dan nilai P = 0,000 < 0,005. kesimpulan Pada kelompok intervensi (diberikan aromaterapi lavender), sebagian besar responden mengalami sangat bahagia (tidak ada rasa sakit) yaitu sebanyak 9 orang (60%). Sedangkan pada kelompok kontrol (tidak diberikan aromaterapi lavender) sebagian besar responden merasakan benar-benar sakit yaitu sebanyak 5 orang (33%). Terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lavender terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023 dengan p value 0,000 (a <0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Persalinan normal merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir dengan spontan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam tanpa komplikasi terhadap janin maupun ibu. Nyeri persalinan normal bisa menimbulkan stres dan bisa menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. hormon ini dapat menimbulkan otot polos dan vasokonstriksi pembuluh darah, dan dapat mengakibatkan penurunan kontraksi, serta timbul iskemia uterus yang membuat impuls uteri nyeri bertambah banyak saat persalinan. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan aromaterapi karena dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri, yaitu dengan minyak esensial yang berasal dari bau harum tumbuhan untuk mengurangi masalah kesehatan. bau yang berpengaruh terhadap otak dan pikiran yang menangkan pada saat persalinan pervaginam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nyeri kala I fase aktif setelah diberikan romaterapi lavender di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023. desain yang digunakan adalah dengan (non equivalent control group pretest-posttes). Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara random. Dalam desain ini kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan. Adanya 2 kelompok dimana satu kelompok diberikan perlakuan aroma terapi lavender. Dua kelompok yang ada diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan dan terakhir posttest. Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Mann Whitney Test menggunakan SPSS di peroleh nilai Z= -4.802 dan nilai P = 0,000 0,005. kesimpulan Pada kelompok intervensi (diberikan aromaterapi lavender), sebagian besar responden mengalami sangat bahagia (tidak ada rasa sakit) yaitu sebanyak 9 orang (60%). Sedangkan pada kelompok kontrol (tidak diberikan aromaterapi lavender) sebagian besar responden merasakan benar-benar sakit yaitu sebanyak 5 orang (33%). Terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lavender terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023 dengan p value 0,000 (a 0,05). Bahan Bacaan : 3 Buku, 22 Jurnal Kata Kunci : Nyeri Persalinan, Pemberian Aromaterapi Lavender.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada ibu dengan nyeri persalinan dapat membuat persalinan lama lebih berisiko terjadi perdarahan karena atonia uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelelahan dan syok, sedangkan pada janin dapat meningkatkan risiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan. Untuk mengurangi resiko terjadinya nyeri persalinan, maka dilakukan Pelvic rocking exercise (PRE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PRE terhadap nyeri persalinan. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre-post with control design, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang untuk kelompok eksperimen dan 20 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara, observasi dan pengisian kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak Sebanyak 34 orang (85%) berusia 20-35 tahun dan 100% ada di usia kehamilan cukup bulan. Ibu memiliki pendidikan SMA- perguruan tinggi sebanyak 33 orang (82,5%) dan 33 orang (82,5%) adalah seorang multipara. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon nilai p-value 0,006 < 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan Pelvic rocking exercise (PRE) dengan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala 1 fase aktif di Klinik Pratama Al Farabi Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Diharapkan kepada insttusi pendidikan kebidanan untuk memfasilitasi mahasiswa kebidanan dalam pengembangan ilmu tentang Pelvic rocking exercise sehingga memiliki keterampilan khusus dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil untuk mengurangi rasa sakit yang dialami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Persalinan lama menjadi salah satu penyebab meningkatnya mortalitas dan morbiditas pada ibu dan janin. Pada ibu dengan nyeri persalinan dapat membuat persalinan lama lebih berisiko terjadi perdarahan karena atonia uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelelahan dan syok, sedangkan pada janin dapat meningkatkan risiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan. Untuk mengurangi resiko terjadinya nyeri persalinan, maka dilakukan Pelvic rocking exercise (PRE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PRE terhadap nyeri persalinan. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre-post with control design, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang untuk kelompok eksperimen dan 20 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara, observasi dan pengisian kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak Sebanyak 34 orang (85%) berusia 20-35 tahun dan 100% ada di usia kehamilan cukup bulan. Ibu memiliki pendidikan SMA-perguruan tinggi sebanyak 33 orang (82,5%) dan 33 orang (82,5%) adalah seorang multipara. Sebanyak 14 orang responden pada kelompok kontrol dan 8 orang pada kelompok kontrol yang menunjukkan adanya penurunan nyeri dari nilai pre test ke nilai post test. Sebanyak 3 orang dari kelompok eksperimen dan 3 orang dari kelompok kontrol yang mengalami peningkatan nyeri pre test ke nilai post test. Sebanyak 3 orang dari kelompok eksperimen dan 9 orang dari kelompok kontrol yang merasakan tidak ada perubahan dari nilai prest ke nilai post test. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon nilai p-value 0,006 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan Pelvic rocking exercise (PRE) dengan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala 1 fase aktif di Klinik Pratama Al Farabi Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Diharapkan kepada insttusi pendidikan kebidanan untuk memfasilitasi mahasiswa kebidanan dalam pengembangan ilmu tentang Pelvic rocking exercise sehingga mahasiswa memiliki keterampilan khusus dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. Kata Kunci : pelvic rocking exercise, nyeri persalinan