Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Teman Sebaya.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini Dengan Menggunakan Media Kartun Animasi di Desa Sukamurni Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Pengeumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil penelitian didapat pengaruh teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi pvalue sebesar 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini Dengan Menggunakan Media Kartun Animasi Di Desa Sukamurni Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk anilisis univariat untuk distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian media kartun animasi terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum intervensi 14,87 dan sesudah 19,35. Hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 4,48. Hasil uji wilcoxon diperoleh pvalue 0,000 α (0,05) yang menunjukan adanya pengaruh setelah diberikan media kartun animasi tentang pernikahan dini pada remaja. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada teman sebaya di Desa Sukamurni dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan remaja setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media kartun animasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Puteri di RW 002 Dusun I Desa Cibening Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja puteri di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri usia 17-20 tahun di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi dengan jumlah 86 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 82 remaja puteri , sampel diambil dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan 71 responden (86,6%) tidak melakukan SADARI, 48 responden (58,5%) pengetahuan kurang, 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran orangtua, 45 responden (54,9%) terpapar sumber informasi mengenai SADARI, 63 responden (76,8%) kurang mendapatkan peran tenaga kesehatan, dan 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan oleh peneliti selanjutnya dikarenakan penulis memiliki keterbatasan dalam penelitian.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perineal Hygiene Saat Menstruasi Pada Siswi SMAN 1 Cibarusah Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Perineal hygiene saat menstruasi merupakan personal hygiene pada saat menstruasi. Hygiene saat menstruasi sangat penting, karena bila penanganan saat menstruasi tidak steril maka akan banyak bakteri dan kuman yang akan dapat menyebabkan infeksi pada alat reproduksi perempuan. Yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan cara pengambilan sampel menggunakan stratified proposional random sampling kemudian sampel diambil kembali dengan menggunakan simple random sampling pada masing-masing kelas. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 256 responden dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 161 responden. Karena penelitian ini dilakukan dalam masa Pandemik Covid-19 maka jumlah responden dibatasi hanya 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang dilakukan pada bulan juni-juli 2020. Jenis data yang digunakan adalah jenis data Primer. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariat dengan uji statistic menggunakan rumus Chi-Square. Analisis menggunakan uji chi – square dengan tingkat kemaknaan 95% (a=0,005) dan menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (P=0,007), sikap (P=0,000), kepercayaan (P=0,000), fasilitas dan sarana (P=0,000), dukungan keluarga (P=0,000), dukungan tenaga kesehatan (P=0,000), dan dukungan teman sebaya (P=0,000). Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, kepercayaan, fasilitas dan sarana, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan daukungan teman sebaya dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020. Saran: diharapkan remaja bisa lebih meningkatkan pengetahuan tentang perilaku perineal hygiene saat menstruasi.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyalahgunaan Obat Dengan Kandungan Chlorpromazine pada Remaja di Desa Sukahurip Tahun 2019

2021•Koleksi Perpustakaan

NAPZA merupakan zat atau obat yang sangat merugikan bagi kelompok masyarakat khususnya generasi muda Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja desa sukahurip dengan jumlah sampel terdapat 60 responden Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine dengan nilai p value 0,004 dan OR 6,000, hubungan yang signifikan antara keluarga dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nila p-value 0,013 dan OR 4,714, hubungan yang signifikan antara lingkungan teman sebaya dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nilai p-value-0,007 dan OR-5200 remaja di desa sukahurip tahun 2019 Kesimpulan adalah adanya hubungan pada pendidikan, keluargs, dan lingkungan teman sebaya dalam penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Kekerasan Tawuran Pada Remaja di SMK Dwi Bhakti Ciledug-Cirebon

2019•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Perilaku kekerasan tawuran hingga saat ini semakin meningkat, Berdasarkan data informasi Kemenpora tahun 2009 kenakalan remaja tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 10 kejadian, 23 pelajar terlibat tawuran yang berasal dari dua sekolah, yakni SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Nasional Kota Cirebon. Di Cirebon Jawa Barat sedikitnya 250 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terlibat tawuran dan sekolah yang terlibat tawuran yang mayoritas siswanya laki-laki. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kekerasan tawuran pada siswa SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2018. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku kekerasan tawuran (p = 0,021 < α=0,05), sikap (p = 0,043 < α=0,05), pola asuh orang tua (p = 0,029 < α=0,05), pengaruh teman sebaya (p = 0,021 < α=0,05). Kesimpulan : remaja dengan pengetahuan baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pengetahuan kurang baik, remaja dengan sikap baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan sikap kurang baik, remaja dengan pola asuh orang tua baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pola asuh orang tua kurang baik, remaja dengan tidak terpengaruh teman sebaya mempunyai resiko terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan terpengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan untuk mengurangi perilaku kekerasan tawuran khususnya bagi responden disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dengan siapapun itu, saling menghargai, berperilaku sopan dan menerapkan moral yang baik, terus mencari tahu dampak dan bahaya dari tawuran serta mengisi waktu yang senggang dengan kegiatan yang positif seperti belajar kelompok.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail