BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri menstruasi (dismenore) dialami oleh sekitar 45–95% perempuan usia produktif di Indonesia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan keluhan ginekologi yang muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesterone di dalam darah, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok, dismenore disebut dengan tongjing. Dismenore diantaranya diakibatkan oleh sindrom defisiensi yang. Pemberian rebusan jahe gula merah memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami untuk mengatasi nyeri haid dingin karena sifat menghangatkan yang sesuai dengan prinsip pengobatan sindrom defisiensi yang.
Tujuan: Mengetahui pengaruh rebusan jahe dan gula merah terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja dengan sindrom defisiensi yang.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok tanpa kontrol. Sampel sebanyak 20 remaja berusia 10–18 tahun diberi rebusan jahe dan gula merah tiga kali sehari selama dua hari. Lokasi penelitian di Ponpes Mitshaqul Ummah, Kabupaten Cianjur.
Hasil: Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test, skor nyeri menurun dari rata-rata 4,10 menjadi 1,75 setelah intervensi. Nilai t hitung = 14,104 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 19, dan nilai signifikansi (p-value) < 0,001 yang berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Data ini didukung hasil kuesioner gejala konstitusi fisik sindrom defisiensi yang. Penurunan yang sangat signifikan sebesar 50% dalam tujuh indikator utama dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT).
Kesimpulan: Rebusan jahe dan gula merah memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan Tingkat nyeri dismenore primer. Penurunan nyeri disertai dengan penurunan gejala-gejala khas defisiensi yang secara konsisten pada seluruh responden. Efektivitas ini juga sejalan dengan prinsip Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) yang menekankan pentingnya menghangatkan tubuh, memperkuat energi yang untuk mengatasi nyeri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hyperemesis gravidarum merupakan salah satu ketidak nyamanan yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama yang terjadi hampir 50% ibu hamil. Biasanya ibu hamil akan mengalami mual muntah pada pagi hari. Itu dapat terjadi karena saat pagi hari lambung dalam keadaan kosong. Selain itu mual muntah terjadi karena perubahan pada hormon, faktor emosional, adaptasi psikologis, kelebihan asam lambung, faktor neurologis dan faktor peristaltik melambat.
Tujuan : Untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian rebusan jahe terhadap Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di TPMB Siti Jahronah Tahun 2024
Metode : Metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Dalam desain ini sebelum perlakuan diberikan, terlebih dulu sampel diberi pretest (tes awal) dan sesudah perlakuan sampel diberi posttest (tes akhir)
Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai P= 0.000 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pemberian rebusan jahe terhadap hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di TPMB Siti Jahronah tahun 2024
Kesimpulan: Hasil analisis uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan jahe efektif terhadap hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di TPMB Siti Jahronah tahun 2024.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Emesis gravidarum merupakan mual muntah yang muncul pada empat minggu pertama
kehamilan dan perlahan menghilang pada umur kehamilan menginjak dua belas minggu. Di Indonesia sekitar 10% wanita hamil dengan emesis gravidarum. Keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60 % multigravida. Hasil survey di Puskesmas Cabangbungin dari data pada bulan Maret - Mei 2023 terdapat 125 ibu hamil trimester 1 dan yang mengalami emesis yaitu sebanyak 45 (36%) kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Pengaruh pemberian rebusan jahe terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Di Puskesmas Cabangbungin Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2023”.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasy Eksperimental dengan desain One
Group Pretest-Postest Design. Dalam desain ini sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel
diberi pretest (tes awal) dan sesudah perlakuan sampel diberi posttest (tes akhir) Populasi penelitian
adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah di Puskesmas Cabangbungin selama bulan Januari Tahun 2024 yaitu sebanyak 30 responden Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum.
Hasil analisis uji Wilcoxon diperoleh hasil negative rank 27 responden, positif rank 0
responden dan ties 3 responden. dengan nilai P-value sebesar P= 0.000 <0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa Rebusan Jahe Efektif terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil
Trimester I.
Ada Pengaruh air rebusan jahe dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di
Puskesmas Cabangbungin Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi tahun 2023 (p= 0.000).
Ibu hamil dapat menggunakan metode rebusan jahe untuk melengkapi penggunaan terapi farmakologi pada mual dan muntah.