Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: MP-ASI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan di Kampung Bulak RT/RW 001/003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Tahun 2019

2024•Koleksi Perpustakaan

Ketika bayi memasuki usia 6 tahun bulan selain itu diberikan ASI Eksinklusif, yang sudah Dapat diberikan makanan tambahan menjadi berupa Makanan pendamping ASI (MP-ASI) Dengan kandungan Gizi yanglebih Lengkapsebagai pendukung tumbuh kembang bayi. Memberikan makanan pendampingASI (MP-ASI) harus tepat dan benar baik dari Semisalnya bahan makanan, bentuk atau tekstur, tekstur rasa dan waktu pemberian. Nya mulai diberikan MP-ASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Apabila diberikan MP-ASI yang kurang tepat maka dapat bermanfaat akibat Berbagai macam gangguan sebuah merek iklan alergi,diare, gangguan ginjal,dan gangguan tumbuh kembang yaitu sayang. Pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI adalah faktor utama dalam pemberian MP-ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor pengetahuan seorang ibu Dalam pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan. Tempat penelitian di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah populasi 25 orang,teknik contoh yang digunakan adalah Total Contoh. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yaitu Pengetahuan Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat adalah pengetahuan ibu (responden) dalam halemberian makanan mengisi ASI termasuk hal ada kategori kurang yaitu sebesar 46%. Faktor yang pagar berpengaruh adalah faktor Pengetahuan. Para kader posyandu dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan sosialisasi pemberian MP-ASI kepada ibu agar dalam pemberian MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan sebuah pencernaan pada bayi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Ibu dan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dengan Status Gizi Bayi Usia 7-12 Bulan di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa pertumbuhan bayi berusia 7-12 bulan membutuhkan asupan gizi tidak hanya cukup dengan ASI saja, karena produksi ASI pada saat itu semakin berkurang sedangkan kebutuhan bayi semakin meningkat seiring bertambahnya umur dan berat badan, oleh karena itu bayi harus mendapat makanan pendamping selain ASI (MP-ASI) untuk menutupi kekurangan zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI. Menurut WHO pemberian MP-ASI harus sesuai dengan waktu pemberian yang tepat, memadai, aman untuk dikonsumsi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian MP-ASI adalah usia pemberian MP-ASI, jenis MP-ASI, dan frekuensi dalam pemberian MP-ASI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan deskriptif noneksperimen dengan desain penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian ditarik dari populasi dengan cara purposive sampling. Besar sampel 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen penelitian adalah karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga) dan pola pemberian MP-ASI (jenis pemberian dan frekuensi pemberian), sedangkan variabel dependen adalah status gizi. Jenis data yang digunakana kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistic chi-square. Hasil: Terdapat hubungan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi (P < 0,05). Tidak terdapat hubungan antara pola pemberian MP-ASI dan Jenis MP-ASI dengan Status gizi bayi (P > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi bayi (P > 0,05). Kesinpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara frekuensi pemberian MPASI dengan status gizi bayi. Diharapkan dapat terus memberikan penyuluhan kesehatan dan memberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya pola pemberian MP-ASI yang tepat dan sesuai dengan usia bayi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail