Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan di Kampung Bulak RT/RW 001/003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Tahun 2019
Ketika bayi memasuki usia 6 tahun bulan selain itu diberikan ASI Eksinklusif, yang sudah Dapat diberikan makanan tambahan menjadi berupa Makanan pendamping ASI (MP-ASI) Dengan kandungan Gizi yanglebih Lengkapsebagai pendukung tumbuh kembang bayi. Memberikan makanan pendampingASI (MP-ASI) harus tepat dan benar baik dari Semisalnya bahan makanan, bentuk atau tekstur, tekstur rasa dan waktu pemberian. Nya mulai diberikan MP-ASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Apabila diberikan MP-ASI yang kurang tepat maka dapat bermanfaat akibat Berbagai macam gangguan sebuah merek iklan alergi,diare, gangguan ginjal,dan gangguan tumbuh kembang yaitu sayang. Pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI adalah faktor utama dalam pemberian MP-ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor pengetahuan seorang ibu Dalam pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan. Tempat penelitian di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah populasi 25 orang,teknik contoh yang digunakan adalah Total Contoh. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yaitu Pengetahuan Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat adalah pengetahuan ibu (responden) dalam halemberian makanan mengisi ASI termasuk hal ada kategori kurang yaitu sebesar 46%. Faktor yang pagar berpengaruh adalah faktor Pengetahuan. Para kader posyandu dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan sosialisasi pemberian MP-ASI kepada ibu agar dalam pemberian MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan sebuah pencernaan pada bayi.