BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh word of mouth dan brand image, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan pasien memilih layanan kesehatan di Sentra Medika Hospital Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 pasien rawat jalan mandiri yang dipilih menggunakan purposive sampling, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa word of mouth tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pasien (B = -0,022; β = -0,019; t = -0,271; p = 0,787). Sebaliknya, brand image berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,942; β = 0,918; t = 12,917; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel menghasilkan model yang signifikan (F = 214,655; p < 0,001) dengan R² sebesar 0,816. Artinya, model mampu menjelaskan 81,6% variasi keputusan pasien, sedangkan 18,4% sisanya berkaitan dengan faktor lain. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa keputusan pasien lebih banyak ditentukan oleh citra rumah sakit daripada rekomendasi interpersonal. Karena itu, pengelola perlu menjaga mutu layanan dan pengalaman pasien untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan persepsi harga
dengan keputusan pembelian online melalui aplikasi Shopee pada pengguna yang
berdomisili di Cikarang Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain survei cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih melalui
purposive sampling berdasarkan kriteria pengguna Shopee berusia 17–45 tahun,
berdomisili di Cikarang Utara, dan pernah melakukan transaksi melalui Shopee
dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala
Likert lima poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan IBM
SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berpengaruh
signifikan dengan keputusan pembelian (B = 0,348; β = 0,321; t = 4,104; p < 0,001).
Persepsi harga juga berpengaruh signifikan dengan keputusan pembelian (B =
0
,601; β = 0,605; t = 7,740; p < 0,001). Secara bersama-sama, kedua prediktor
menghasilkan model yang signifikan, F(2, 97) = 168,531; p < 0,001, dengan R² =
,777 dan adjusted R² = 0,772. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi konsumen
0
terhadap citra platform dan kewajaran harga berkaitan dengan semakin kuatnya
keputusan membeli melalui Shopee. Karena data dikumpulkan secara cross-
sectional dan menggunakan purposive sampling, hasil penelitian ditafsirkan
sebagai hubungan statistik pada sampel, bukan sebagai bukti sebab-akibat untuk
seluruh pengguna Shopee di Cikarang Utara.