2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit batu ginjal disebabkan akibat dari status gizi masyarakat dan mobilitas dalam
aktivitas sehari-harinya, penderita batu ginjal dapat diterapi invasif dan terapi non invasif. Di Rs sentra medika Cikarang untuk penderita batu ginjal terapi yang digunakan yaitu terapi non invasif salah satunya extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Saat tindakan ESWL untuk menghancurkan batu ginjal efek yang di timbulakan pada saat penghancuran batu yaitu rasa sakit/nyeri yang di sebabkan dari gelombang kejut yang merangsang reseptor sehingga menimbulkan peresepsi sakit/nyeri yang berbeda pada setiap penderita batu ginjal yang dilakukan tindakan ESWL. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas guided imegery terhadap persepsi nyeri pasien pada saat tindakan ESWL batu ginjal di RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Exsperimen sampel penelitian ini adalah 30 pasien dengan pembagian 15 pasien sebagai kelompok kontrol dan 15 pasien eksperimen. Teknik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling. Anlisis yang digunakan berupa uji wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini munjukan perbedaan rata-rata Gain Score kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan selisih yang lebih besar 3,800 hasil uji wilcoxon menunjukan nilai -3,431 dengan nilai p value 0,001 lebih kecil dari 0,005 (0,001<0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya teknik relaksasi guided imegery efektif menurunkan persepsi nyeri pada pasien yang dilakukan tindakan ESWL batu ginjal. Teknik relaksasi guided imegery dapat diterapkan sebagai standar prosedur operasional yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi tingkat nyeri pasien pada saat tindakan ESWL.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Oral Hygiene merupakan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien. Berdasarkan data laporan VAP menunjukkan angka kejadian VAP diruang ICU pada bulan Maret 2020 adalah 2,2% dan terjadi kenaikan menjadi 6,8% dibulan April 2020, pada bulan Mei 2020 menjadi 10,9% kasus, dan terjadi kenaikan kembali pada bulan Juni 18,8%, pada bulan Juli turun menjadi 16,3% kasus VAP. Penelitian ini menggunakan metode preexperimental one grup (pretest – posttest) design. Sampel yang digunakan adalah yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi dengan tehnik total sampling sejumlah 30 sampel. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan instrument berupa lembar observasi, SOP Oral Hygiene dan lembar CPIS. Sedangkan alat uji yang di gunakan adalah uji wilcoxon. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Januari 2022. Berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon diperoleh hasil p-value kejadian VAP sebesar 0,000 ≤0.05 yang artinya ada perbedaan yang signifikan pada kejadian VAP sebelum dan setelah diberikan perlakuan Oral Hygiene. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada Pengaruh Oral Hygiene Menggunakan Chlorhexidine 0,2% Terhadap Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Tahun 2021. Sehingga peneliti menyarankan agar perawat mampu memberikan intervensi Oral Hygiene sesuai SOP untuk membantu menangani masalah kejadian VAP.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Data Diabetes melitus di Indonesia Menurut hasil Studi Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2011. Dari bulan Maret-April, kejadian diabetes di puskesmas pebayuran sebanyak 49 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode pendekatan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas pebayuran terutama di Desa KarangJaya kecamatan pebayuran yang berjumlah 49 orang. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil uji statistik Tingkat Pengetahuan menggunakan Chi-Sqaure didapatkan p value = 0,000 artinya ≤ a (0.05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil uji statistik Aktivitas Fisik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya ≤ a (0,05) yang menujukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan ditandai tingginya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2019). Hasil studi pendahuluan didapatkan data pasien tidak mengikuti anjuran diit dari dokter dan memiliki efikasi diri yang rendah, maka dilakukan penelitian mengenai hubungan efikasi diri dan kepatuhan diit terhadap pengendalian gula darah di Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan populasi pasien ra diabetes tipe 2 di rawat inap, uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 66 responden, efikasi diri dengan kategori tidak baik sebanyak 38 orang (57,6%), Kepatuhan diit didapatkan kategori tidak patuh sebanyak 40 orang (60,0%), Pengendalian gula darah menunjukkan tidak terkendali sebanyak 42 orang (63,3%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank efikasi diri dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) p = 0,000 < lebih kecil dari nilai a (0,05). Hasil uji statistik pada kepatuhan diit dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) p = 0,000 < lebih kecil dari nilai a (0,05). Maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Efikasi Diri Dan Kepatuhan Diit Dengan Pengendalian Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rawat Inap Rsud Bayu Asih Kabupaten Purwakarta”.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Yoga merupakan suatu bentuk aktivitas fisik yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Senam yoga sudah dipelajari bahwa dapat mengontrol baik gejala dan komplikasi yang terkait diabetes mellitus tipe 2.
Tujuan: Mengetahui pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe 2 di desa kadumanggu Kabupaten Bogor.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design. Populasi dalam penelitian ini warga desa kadumanggu sebanyak 60 respondnen, jumlah sampel 20 responden, dan menggunakan tehnik random sampling.
Hasil: Usia 36th – 45th dan 46 th – 55 th terdapat 6 responden (35,0%), jenis kelamin perempuan 15 responden (75,0%), pendidikan SMA 15 responden (75,0%), hasil pre test tidak normal 19 responden (95,0%), normal 1 responden (5,0%). post test pada penderita diabetes mellitus type 2 di desa kadumanggu rt 01 rw 02 babakan madang kabupaten bogor mayoritas tidak normal 15 responden (75,0%) dan normal 5 responden (25,0%).
Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan bisa menjadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Ada pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe 2 di desa Kadumanggu Tahun 2021 p value 0,013 < 0,05.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi. Dalam penatalaksanaan pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara menunjukkan sebagian besar mengalami gangguan neuropati sensori dan belum mengetahui bagaimana melakukan senam kaki diabetes. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam kaki dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara, dengan kekutan nilai RR = 0,544. Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Priyoto (2014) pengertian stres adalah suatu reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan menggangu stabilitas kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 450 juta orang di Dunia mengalami stres. Untuk di Indonesia tercatat sekitar 10% dari total penduduk Indonesia yang mengalami stres. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2013 menyebutkan bahwa sekitar 1,33 juta penduduk DKI Jakarta mengalami stres dimana angka tersebut mencapai 14% dari total penduduk dengan tingkat stres akut mencapai 1-3% dan stres berat mencapai 7-10%.. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Tingkat stress mahasiswa Ners Pada Perkuliahan Dengan Kurikulum berbasis kompetensi di Institut Medika Drg Suherman tahun 2018
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 57 mahasiswa prodi ners dan sampel penelitian 57 mahasiswa podi ners dengan total sampling, yaitu teknik pengambilan sample kurang dari 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna dengan tingkat stress mahasiswa . Variabel yang berhubungan adalah tingkat individu (p=0,02 dan OR=7,673), tingkat kelompok (p=0,03 dan OR=6,667) dan variable yang tidak berhubungan ekstraoragananisional (p= 0.239 dan OR= 2.269
Dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara tingkat individu dan tingkat kelompok dan tidak ada hubungan antara ekstraorgananisioanal dengan tingkat stress mahasiswa prodi ners pada perkuliahan dengan kurikulum berbasis kompentensi Tahun 2018. Untuk mengurangi tingkat stress pada perkuliahan dapat dilakukan kegiatan positif dapat mengurangi stress,touring setiap setahun sekali dan program lainnya
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan