· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Keamanan pangan adalah upaya mencegah makanan dari
cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi
masalah global dengan angka kasus tinggi, termasuk di Indonesia. Berbagai kasus
keracunan makanan menunjukkan masih adanya risiko pada jajanan yang kurang
higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene makanan karena keterbatasan
informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan dan sikap sangat berperan
dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan
pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pada pedagang
jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar upaya edukasi untuk meningkatkan
kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian
ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian
ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian
ini menggunakan kuesioner. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji
normalitas, dan uji Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji
statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 880 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak
ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal
hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 151 (˂0.05). Hal tersebut
menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan
personal hygiene. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan
dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu proses fisiologis yang perlu dipantau adalah involusi uterus, yang ditandai dengan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU). Mobilisasi dini merupakan salah satu upaya yang dapat membantu mempercepat proses involusi uterus dan mencegah komplikasi masa nifas. Tujuan: Mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam di Praktik Mandiri Bidan Sanih Wilayah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasy Experiment dan pendekatan One-Group Pretest-Posttest. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas 6 jam yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran TFU dilakukan sebelum dan sesudah intervensi mobilisasi dini menggunakan metline. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Rata-rata TFU sebelum dilakukan mobilisasi dini adalah 13,057 cm (SD ± 0,8332 cm), dengan nilai minimum 11,2 cm dan maksimum 14,8 cm. Setelah dilakukan mobilisasi dini, rata-rata TFU menurun menjadi 11,167 cm (SD ± 0,8860 cm), dengan nilai minimum 9,7 cm dan maksimum 12,8 cm. Terjadi penurunan rata-rata TFU sebesar 1,89 cm (SD ± 0,4037 cm). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung = 25,641 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam. Simpulan: Mobilisasi dini terbukti mempercepat involusi uterus, sehingga disarankan menjadi asuhan rutin ibu nifas
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Period After Opening dan Expired Date merupakan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat penggunaan Kosmetik Perawatan Kulit. Kurangnya pengetahuan mengenai Period After Opening dan Expired Date dapat memengaruhi sikap dalam menggunakan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik Beauty Cikarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72 responden; 82,6%), sedangkan 46 responden (52,0%) memiliki sikap positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,306 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date pada Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik Beauty Cikarang.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/ml, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 ml yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perubahan iklim global dan meningkatnya tingkat polusi di kawasan industri seperti Cikarang telah memperparah paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan kesehatan kulit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemanfaatan bahan alam yang memiliki kandungan antioksidan serta efek fotoprotektif menjadi solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) antara ekstrak dan ekstrak terpurifikasi daun mangga (Mangifera indica L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian menggunakan pelarut n-heksana. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀, sedangkan pengujian SPF dilakukan secara in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis melalui metode Mansur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 23,11 ± 0,39 ppm, lebih rendah dibandingkan ekstrak tanpa pemurnian yang mencapai 48,28 ± 0,61 ppm, yang keduanya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai SPF tertinggi juga diperoleh pada ekstrak terpurifikasi, yaitu 44,89 ± 0,063 pada konsentrasi 12000 ppm, dan tergolong sebagai proteksi tinggi, sedangkan ekstrak biasa memiliki nilai SPF sebesar 30,23 ± 0,056. Berdasarkan hasil tersebut, pemurnian ekstrak terbukti mampu meningkatkan efektivitas antioksidan dan kemampuan perlindungan terhadap sinar UV. Dengan demikian, ekstrak terpurifikasi daun mangga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik dan farmasi yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus tabir surya.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keringat berlebih dapat menimbulkan masalah bau badan karena bercampur dengan metabolisme bakteri di kulit seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya penghambatan antibakteri pada ekstrak serta sediaan deodorant spray dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi daun jambu air dan daun mangga pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dan formula sediaan deodorant spray dengan konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3) melalui metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan zona hambat ekstrak terhadap Staphylococcus aureus berurutan yaitu 8,24±0,09 mm, 12,34±0,12 mm, dan 10,31±0,06 mm dan pada Pseudomonas aeruginosa yaitu 7,25±0,15 mm, 8,36±0,13 mm, dan 7,36±1,00 mm. Zona hambat sediaan deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus sebesar F1 10,32±0,09 mm, F2 11,64±0,10 mm, dan F3 13,70±0,09 mm, terhadap Pseudomonas aeruginosa yaitu F1 7,34±0,12 mm, F2 9,32±0,09 mm, dan F3 10,68±0,05 mm. Kesimpulan daya hambat ekstrak kombinasi terbaik pada 1:2 yaitu 8,36±0,13 dan 12,34±0,12 mm, dan deodorant spray pada formula F3 13,70±0,09 dan 10,68±0,05 dalam kategori kuat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini dan kanker kulit. Tanaman jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai fotoprotektor dan antioksidan alami. Proses purifikasi ekstrak dilakukan untuk meningkatkan kadar senyawa aktif yang berkontribusi terhadap efektivitas perlindungan tersebut. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan aktivitas antioksidan (IC₅₀) antara ekstrak terpurifikasi dan ekstrak kental daun jambu air. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA melalui SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak terpurifikasi memiliki nilai SPF 43,98 ± 0,559, sedangkan ekstrak kental 28,00 ± 0,409. Aktivitas antioksidan keduanya tergolong sangat kuat, dengan nilai IC₅₀ masing-masing 1,518 µg/mL dan 3,893 µg/mL.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jerawat merupakan peradangan kulit yang salah satunya disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Alternatif penggunaan bahan alam sebagai antibakteri dinilai lebih aman dibandingkan antibiotik sintetis. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi kedua daun dalam bentuk sediaan face mist terhadap P. acnes dengan metode dilusi. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi face mist dengan konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Uji meliputi Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta evaluasi fisik sediaan. Hasil menunjukkan ekstrak kombinasi memiliki KHM pada 5% dan KBM pada 7%. Sediaan face mist memenuhi syarat fisik (pH, homogenitas, viskositas, bobot jenis, daya semprot) dan menunjukkan aktivitas antibakteri optimal pada konsentrasi 7%. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga berpotensi dikembangkan sebagai face mist antibakteri alami untuk pencegahan jerawat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari
cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi
masalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten
Bekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis.
Banyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan
bimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga
personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan
sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir
Gombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman
bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan
rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di
Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan
kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel.
Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (˂0.05). Hal tersebut
menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan
dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (˂0.05)
Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan
pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya,
berpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama,
berpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti
pelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden
memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong
baik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan
yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan
perilaku personal hygiene (p > 0,05).
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produksi keringat yang berlebih dapat memicu masalah seperti bau badan yang disebabkan
oleh bakteri diantaranya Straphylococcus aureus dan Straphylococcus epidermidis.
Kandugan pada daun jambu air dan daun bandotan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan
saponin berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui zona hambat yang dihasilkan pada sediaan deodoran semprot terhadap bakteri
penyebab bau badan dengan mengkombinasikan ekstrak daun jambu air (Syzygi
um aqueum (Burm.F) Alston) dan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) pada 3
formula yaitu F1(1%), F2(2%) dan F3(4%) menggunakan metode difusi cakram. Zona
hambat deodoran semprot kombinasi ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.F)
Alston) daun bandotan (Ageratum conyzoides L) memiliki daya hambat terhadap bakteri
Straphylococcus aureus dan straphylococcus epidermidis sebesar F1 7,00-7,67 mm, F2 88,33 mm dan F3 9,33-11,67 mm Kesimpulan diketahui nilai daya hambat sediaan deodorant semprot diberikan pada formula F3 sebesar 9,33-11,67 mm dengan kategori kuat.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bibir merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki fungsi untuk estetika yang dapat
menunjang penampilan dan rentan terhadap sinar matahari jika tidak terlindungi dapat
menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, menggelap dan berkerut. Salah satu solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan lip tint yang memiliki
efektifitas fotoproteksi dengan nilai SPF (Sun Protection Factory). Kulit buah naga merah
(Hylocereus polyrhizus) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki aktivitas
antioksidan tinggi yang bermanfaat sebagai fotoproteksi karena antioksidan adalah faktor
sekunder dari nilai SPF. Selain itu, kulit buah naga merah memiliki pigmen antosianin dan
kayu secang memiliki brazilin, keduanya berpotensi sebagai pewarna kosmetik. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui aktivitas fotoproteksi sediaan lip tint yang dilihat dari nilai
SPF. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai SPF sediaan secara in vitro
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 290-320 nm.
Data nilai SPF sediaan dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji One Way Anova
untuk melihat perebedaan nilai SPF sediaan lip tint antar formula. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata nilai SPF sediaan lip tint F1, F2 dan F3 berturut-turut sebesar 4.70
+- 0.04, 13.70 +- 0.04 dan 20.36 +- 0.03 dengan nilai SPF terbaik diberikan pada F3 sebesar
20.36 +- 0.003 kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nilai SPF
antar formula dengan nilai sig < 0,05.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari secara terus menerus tanpa perlindungan dapat mengakibatkan kulit
menjadi kemerahan, kusam atau hiperpigmentasi, hingga dapat menyebabkan resiko kanker
kulit. Salah satu nilai ukur efektivitas fotoproteksi dari sediaan losio berupa nilai SPF (Sun
Protection Factor) dan aktivitas antioksidan yang dimanfaatkan sebagai tabir surya. Salah satu
pemanfaatan bahan alami yang akan digunakan dalam sediaan losio yaitu ekstrak etanol daun
kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) dan nilai antioksidan sediaan
losio kombinasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun
pegagan (Centella asiatica). Jenis penelitian ini kuantitatif dan kualitatif dengan metode
eksperimental secara in vitro, populasi daun kersen (Muntingia calabura L) tua dan daun
pegagan (Centella asiatica) muda yang terdapat di daerah Cikarang Timur, kabupaten Bekasi,
Jawa barat. Nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan losio kombinasi ekstrak etanol daun
kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) terbaik
pada formula F3 sebesar 14,23+-0.5001 dan Nilai antioksidan sediaan losio kombinasi ekstrak
etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella
asiatica) terbaik pada formula F3 sebesar 3,866 ng/mL.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Debu dan kotoran yang menempel pada kulit wajah dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, penumpukan minyak (sebum), komedo, dan jerawat. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit adalah menggunakan micellar water. Micellar water merupakan pembersih wajah yang berkembang dan populer dikalangan remaja untuk pembersihan wajah secara menyeluruh dan mendalam (deep cleansing). Tak sedikit remaja putri yang mengabaikan make-up dan debu yang menumpuk dikulit wajah sehingga menimbulkan berbagai masalah. Tujuan: Berdasarkan latar belakang tersebut dan kebiasaan remaja putri yang mengabaikan kebersihan wajah dengan micellar water, maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengetahuan micellar water sebagai pembersih. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden kemudian didata dan diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa farmasi Universitas Suherman Medika yang berjumlah 141 orang dengan sampel sebanyak 104 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pembahasan: Berdasarkan hasil data penelitian pengetahuan mengenai micellar water Pada Mahasiswi Farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022 (semester 2) kategori baik sebanyak 34%, angkatan 2021 (semester 4) kategori baik sebanyak 73%, angkatan 2020 (semester 6) kategori baik sebanyak 50%, dan angkatan 2019 (semester 8) kategori baik sebanyak 61%. Kesimpulan: Dari hasil data penelitian keseluruhan yang berkategori baik paling banyak adalah Angkatan 2019 (semester 8) sebanyak 61%. Hal ini dikarenakan pengaruh pengalaman belajar yang mereka pelajari selama perkuliahan. Semakin naik semester yang ditempuh maka semakin baik pengetahuan dan pengalaman yang didapat.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
SPF (Sun Protection Factor) merupakan nilai proteksi dari sinar ultraviolet matahari pada sediaan tabir surya (Sunscreen). Daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung flavonoid sebagai antioksidan faktor sekunder fotoproteksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak daun jambu air serta karakteristik formulasinya pada sediaan gel sunscreen. Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, diuji nilai SPF dengan spektrofotometer UV-Vis pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm kemudian diformulasikan dalam gel sebesar 10%, 20% dan 30%. Hasil nilai SPF ekstrak berturut-turut sebesar 7,14+0,0174; 28,65+0,0852 dan 39,64+0,999 yang menunjukkan memiliki perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Karakteristik gel sunscreen ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) berwarna hijau, beraroma khas daun jambu air, homogen, pH 5-6 (sesuai pH kulit), daya sebar 5-5,8 cm, daya lekat 4,3-5,3 detik, viskositas 76-105,1 dPa.S. Nilai SPF sebesar 6,192+5 sampai 10,779+7,4 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Nilai SPF ekstrak daun jambu air antara 7,14+0,0174 sampai 39,64+0,999 dengan nilai terbaik pada konsentrasi 10000 ppm sebesar 39,64+0,999 masuk dalam kategori tinggi. Nilai SPF sediaan gel sunscreen antara 6,192+5 sampai 10,779+7,4 dengan nilai terbaik pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% sebesar 10,779+7,4 masuk dalam kategori rendah.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Trend kecantikan yang terjadi di Indonesia masih menganut cantik memiliki kulit yang putih dan cerah. Mahasiswa merupakan salah satu populasi dengan tingkat penggunaan kosmetik yang tinggi. Pada lingkungan Universitas Medika Suherman memiliki dominan remaja wanita yang ingin memiliki kulit putih dan cerah. Sebagai bahan masukan bagi mahasiswi Universitas Medika Suherman untuk lebih menyadari pentingnya selektif memilih lotion yang akan digunakan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswi yang diambil sebagai subjek penelitian kemudian diolah datanya dengan menggunakan spss. Populasi penelitian ini adalah 141 mahasiswi farmasi yang berada di Universitas Medika Suherman.Sampel dalam penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebagai sumber data penelitian di hitung dengan menggunakan rumus slovin.
Berdasarkan data penelitian gambaran pengetahuan mahasiswi terhadap body lotion pemutih kulit pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022(semester 2) kategori baik 55% ,angkatan 2021(semester 4) kategori baik 84%,angkatan 2020(semester 6) kategori baik 92%, angkatan 2019(semester 8) yang memiliki pengetahuan yang baik adalah angkatan 2019 dengan peresentase 90%. Hal ini dikarenakan banyaknya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam perkuliahan.
Bagi mahasiswi diharapkan lebih banyak lagi belajar dan teliti dalam penggunaan body lotion yang dipakai sehari-hari karena dapat menambah wawasan serta mengetahui bagaimana memilih body lotion yang tepat agar bermanfaat bagi kulit itu sendiri tidak hanya asal beli dikarenakan tergiur oleh sosial media.