Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RN

261 karya publik ditemukan.

2026: 162025: 252024: 402023: 732022: 142021: 692020: 52019: 16

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta prestasi belajar. Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif cukup tinggi (29,6), termasuk pada remaja meningkat dari 21,6% menjadi 22,3%. Di Jawa Barat, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa pemutaran video edukatif berdurasi sekitar 10 menit yang menguraikan pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, serta cara konsumsi tablet tambah darah (TTD). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian adalah 62 siswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (74,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi berpengetahuan baik (82,3%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia. Simpulan dari penelitian ini adalah media video efektif sebagai sarana edukasi kesehatan. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media audiovisual dalam program promosi kesehatan remaja.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai 2,3 juta pada tahun 2020 dan diperkirakan bertambah hingga tahun 2040 (WHO). Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan, salah satunya melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 103 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest yang berisi 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 85 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 18 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori cukup (67%), namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi, sebagian besar (82,5%) berada pada kategori baik. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukatif yang tepat dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu'min Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur di TPMB Bdn Hj. Wiwin Wulandari, SST., M.Si Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.

Pengaruh Pelvic Rocking Terhadap Lama Waktu Kala 1 Persalinan di TPMB Bidan Yuyun Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lama kala I persalinan yang berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin, seperti kelelahan, distress janin, dan tindakan medis invasif. Pelvic rocking merupakan teknik non-farmakologis yang terbukti dapat mempercepat pembukaan serviks. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelvic rocking terhadap lama kala I persalinan. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan pendekatan static group comparison. Penelitian dilakukan di TPMB Bidan Yuyun Tahun 2025 dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin yang diambil secara total sampling. Variabel dependen adalah lama kala I persalinan, sedangkan variabel independen adalah pelvic rocking. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Pada kelompok intervensi, 73,3% ibu bersalin mengalami kala I normal, sedangkan pada kelompok kontrol 73,3% mengalami kala I tidak normal. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara pelvic rocking dengan lama kala I persalinan (p=0,011). Kesimpulan: Pelvic rocking efektif digunakan untuk mempercepat kala I persalinan secara fisiologis dan aman.

Faktor -faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd. Keb Tahun 2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Menurut (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, diperkirakan akan mencapai 6,3 juta ditahun 2050. Di Asia rupture perineum dalam masyarakat tercatat 50% dari kejadian rupture perineum di dunia yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari bulan Januari - Desember 2024 sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian di ketahui bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,003 < α (0,05), artinya ada hubungan paritas dengan rupture perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,063 < α (0,05), artinya ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,004 < α (0,05), artinya ada hubungan jarak kehamilan dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,031 < α (0,05), artinya ada hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Hasil penelitian ini bertujuan sebagai masukan kepada bidan dilingkungan sekitar untuk memberikan asuhan kebidanan yang bermanfaat dan mengurangi dampak terjadinya ruptur perineum.

Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap (Dysmenorrhea) Pada Remaja Putri Kelas X & XI di SMA IT Nurul Fajri Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.

Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Gula Merah Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Dismenore Premier Dengan Sindrom Defisiensi Yang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri menstruasi (dismenore) dialami oleh sekitar 45–95% perempuan usia produktif di Indonesia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan keluhan ginekologi yang muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesterone di dalam darah, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok, dismenore disebut dengan tongjing. Dismenore diantaranya diakibatkan oleh sindrom defisiensi yang. Pemberian rebusan jahe gula merah memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami untuk mengatasi nyeri haid dingin karena sifat menghangatkan yang sesuai dengan prinsip pengobatan sindrom defisiensi yang. Tujuan: Mengetahui pengaruh rebusan jahe dan gula merah terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja dengan sindrom defisiensi yang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok tanpa kontrol. Sampel sebanyak 20 remaja berusia 10–18 tahun diberi rebusan jahe dan gula merah tiga kali sehari selama dua hari. Lokasi penelitian di Ponpes Mitshaqul Ummah, Kabupaten Cianjur. Hasil: Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test, skor nyeri menurun dari rata-rata 4,10 menjadi 1,75 setelah intervensi. Nilai t hitung = 14,104 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 19, dan nilai signifikansi (p-value) < 0,001 yang berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Data ini didukung hasil kuesioner gejala konstitusi fisik sindrom defisiensi yang. Penurunan yang sangat signifikan sebesar 50% dalam tujuh indikator utama dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT). Kesimpulan: Rebusan jahe dan gula merah memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan Tingkat nyeri dismenore primer. Penurunan nyeri disertai dengan penurunan gejala-gejala khas defisiensi yang secara konsisten pada seluruh responden. Efektivitas ini juga sejalan dengan prinsip Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) yang menekankan pentingnya menghangatkan tubuh, memperkuat energi yang untuk mengatasi nyeri.

Efektivitas Kencur dan Kunyit Untuk Mengurangi Batuk Dengan Sindrom Dahak Lembab Pada Anak Secara TCM

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Batuk persisten dengan dahak lembab merupakan masalah kesehatan umum di daerah tropis seperti Indonesia, terkait faktor lingkungan dan infeksi saluran napas. Dalam pengobatan Tiongkok, kondisi ini dikenal sebagai sindrom dahak lembab, ditandai batuk berulang, produksi dahak berlebihan, nafsu makan menurun, serta lidah pucat/normal dengan lapisan putih. Penelitian ini mengevaluasi keamanan dan efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit pada anak-anak dengan sindrom tersebut. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit dalam mengurangi gejala batuk sindrom dahak lembab pada anak usia 2–17 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest melibatkan 22 anak usia 2-17 tahun yang dipilih secara purposif. Studi dilakukan di Klinik Griya Sehat Alami, Bekasi selama Maret-Juni 2025. Responden menerima terapi kombinasi Kencur (1-3g/hari) dan Kunyit (1-3g/hari) disesuaikan usia selama 7 hari. Evaluasi gejala sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi herbal ini berhasil meredakan gejala batuk, menurunkan frekuensi batuk, dan meningkatkan nafsu makan, tanpa laporan efek samping serius. Temuan ini menawarkan terapi yang aman dan efektif untuk batuk pada anak dengan sindrom dahak lembab. Kesimpulan: Hasil penelitian membuktikan ramuan Kencur dan Kunyit dengan takaran tepat bisa mengatasi batuk lembab dahak pada anak. Ramuan ini aman digunakan dan bisa menjadi pilihan pengobatan alami. Temuan ini memberikan solusi praktis untuk mengobati batuk berlendir pada anak dengan bahan alami yang minim efek samping.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Praktik Pelaporan Efek Samping Obat Oleh Perawat di RS Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang dan Tujuan: Pelaporan efek samping obat merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pelaporan efek samping obat oleh perawat di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Sampel sebanyak 58 perawat ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari variabel pengetahuan, sikap, lingkungan, kebijakan, dan praktik pelaporan ESO. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pengetahuan (r=0,400; p=0,002), sikap (r=0,467; p=0,000), lingkungan (r=0,602; p=0,000), serta kebijakan (r=0,312; p=0,017) terhadap praktik pelaporan ESO. Saran: Peningkatan pelatihan dan sosialisasi kebijakan serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaporan ESO guna menjaga keselamatan pasien.

Evaluasi Farmakovigilans Terhadap Pengobatan Hipertensi Pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang umum di Indonesia dan dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan pembuluh darah. Pengobatan hipertensi biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama, yang dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap obat (ADR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kejadian farmakovigilans terkait pengobatan hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-analitik melalui accidental sampling pada 61 pasien hipertensi antara Januari hingga April 2025. Informasi diperoleh melalui rekam medis dan lembar Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) amlodipin (75%), diikuti oleh kombinasi CCB+CCB (12,5%), CCB+Diuretik (3,13%), ACEI (3,13%), dan ARB (3,13%). Efek samping yang dilaporkan meliputi pusing, mual, dan sesak napas (40,6%), nyeri di dada (25%), kesulitan bernapas (3,1%), serta rasa lelah yang berlebihan (31,2%). Evaluasi farmakovigilans menyatakan bahwa sebagian besar ADR termasuk dalam kategori "kemungkinan besar" menurut skala Naranjo.

Uji Aktivitas Antibakteri Face Mist Ekstrak Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Terhadap Propionibacterium Acnes Dengan Metode Dilusi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat merupakan peradangan kulit yang salah satunya disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Alternatif penggunaan bahan alam sebagai antibakteri dinilai lebih aman dibandingkan antibiotik sintetis. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi kedua daun dalam bentuk sediaan face mist terhadap P. acnes dengan metode dilusi. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi face mist dengan konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Uji meliputi Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta evaluasi fisik sediaan. Hasil menunjukkan ekstrak kombinasi memiliki KHM pada 5% dan KBM pada 7%. Sediaan face mist memenuhi syarat fisik (pH, homogenitas, viskositas, bobot jenis, daya semprot) dan menunjukkan aktivitas antibakteri optimal pada konsentrasi 7%. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga berpotensi dikembangkan sebagai face mist antibakteri alami untuk pencegahan jerawat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Emosional Pada Usia Remaja di Sekolah SMP X Cikarang Utara

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Perilaku emosional remaja menjadi isu yang semakin penting karena masa ini ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan emosional yang signifikan untuk membentuk karakter dan kepribadian remaja di masa depan. Menurut data WHO (2019), 8% anak – anak dan 15% usia remaja mengalami gangguan mental, dengan kelompok usia 15 – 29 tahun, ditemukan kasus bunuh diri sebagai penyebab ketiga kematian. Sedangkan menurut data Riskesdas (2021), 40% remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Masalah kesehatan mental remaja yang tidak ditangani sedari dini menjadi penyebab masalah mental yang berawal dari gangguan belajar, juga dapat menjadi berkelanjutan terhadap masalah mental yang mempengaruhi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini, dengan menghubungkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku emosional remaja, seperti usia, jenis kelamin, pola asuh orang tua, dan lingkungan social. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner pola asuh orang tua, dengan jumlah responden sebanyak 81 siswa/i kelas 7.dimana uji validitas dan reliabilitas sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.031, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.012, untuk jenis kelamin yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.004 pada pola asuh, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan perilaku emosional. Uji Chi-Square juga menunjukkan nilai P- Value 0.032 untuk lingkungan sosial, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Lingkungan Sosial dan perilaku emosional. Kesimpulan Perilaku emosional remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Maka diperlukan pendekatan holistik dalam memahami dan mengelola perkembangan emosional remaja. Studi lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor faktor lain yang bisa mempengaruhi perilaku emosional pada usia remaja.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hemodialisa Terhadap Kemampuan Perawatan Cimino Secara Mandiri di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium akhir merupakan isu kesehatan global yang signifikan. Komplikasi pada pasien PGK stadium akhir dengan hemodialisis menggunakan cimino dapat dicegah melalui perilaku self-care. Perilaku self-care didefinisikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh pasien PGK stadium akhir guna memelihara dan meningkatkan kesehatan serta fungsi cimino selama proses hemodialisis. Dan hal ini harus didasari oleh pengetahuan pasien terkait perawatan cimino yang dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 102 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-suqare test. Hasil : Hasil menunjukan terdapat nilai signifikan p-value = 0,000 (p<α). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Saran : Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengetahuan pasien PGK yang menjalani hemodialisa, disarankan kepada pihak managemen rumah sakit untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan cimino mandiri kepada pasien. Sehingga, dengan pemberian eduaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien dalam perawatan cimino secara mandiri.

Pengaruh Edukasi Discharge Planning Pada Keluarga Pasien Dengan Menggunakan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Perawatan Pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus memiliki tingkat komplikasi cukup tinggi. Petugas kesehatan memegang peranan penting saat discharged planning dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien diabetes melitus agar perawatan dapat berkelanjutan dan menghindari terjadinya komplikasi. Tujuan Penelitian : Tujuan Penelitian ini ntuk mengetahui Pengaruh Edukasi Discharge Planning Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Perawatan Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Inap RS. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperiment pre dan post test terhadap 15 responden menggunakan video edukasi yang dirancang khusus untuk pasien Diabetes Melitus dengan alat ukur lembar kuisioner pengetahuan tentang perawatan Diabetes Melitus. Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapakan p value: 0,001 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi discharge planning Simpulan : Pengetahuan responden meningkat setelah dilakukan edukasi Kesehatan menggunakan video. Peneliti menyarankan untuk perawat hendaknya meningkatkan pelaksanaan edukasi discharge planning pada keluarga pasien, dengan harapan pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diabetes melitus dapat meningkat.

Hubungan Siklus Kemoterapi Dengan Status Nutrisi Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di dunia yang ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dan sering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat mempengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang menjalani kemoterapi pada bulan Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil: hasil menunjukkan bahwa 55% responden yang menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam), 50% responden memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05). Perihal ini mengindikasikan bahwa semakin lama kemoterapi, semakin berat efek samping yang dialami.