Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Armi

86 karya publik ditemukan.

2026: 32024: 12023: 392022: 182021: 142020: 22019: 6

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Hand Hygiene Pada Perawat Intensive Care Terhadap Pencegahan HAIs di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN HAND HYGIENE PADA PERAWAT INTENSIVE CARE TERHADAP PENCEGAHAN HAIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018 Sri Setianingsih*), Ns. Armi, S.Kep, M.Kep**), Ns. Yana Setiawan, SKM, S.Kep, M.Kep**) *) Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang **) Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected] ABSTRAK Presentase infeksi yang didapatkan dari RS di negara Asia mencapai 9% atau lebih 1,4 juta pasien (Depkes, 2012). Tahun 2016 di RS Sentra Medika Cibinong terjadii Phlebitis 6.7‰, IDO 0.07% dan VAP 3,5‰. Hal ini diperlukan pencegahan dan pengendalian infeksi lebih lanjut yang salah satunya adalah peningkatan kepatuhan melakukan hand hygiene dimana angka kepatuhan hand hygiene perawat intensive care mencapai 58,7%. Kepatuhan dipengaruhi faktor pengetahuan, motivasi dan kemampuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Pengetahuan, motivasi dan kemampuan dengan kepatuhan hand hygiene perawat intensive care Rs Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) dengan rancangan penelitian Cohort bersifat retrospektif. Besar sampel 36 responden, data diolah menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan pengetahuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,009), adanya hubungan motivasi perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,001) dan adanya hubungan kemampuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value=0,006). Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan pelatihan secara terprogram, memasukan peraturan hand hygiene di setiap tindakan Standar Prosedur Operasional keperawatan ataupun medis serta melakukan pengawasan kepatuhan hand hygiene secara terus menerus. Kepustakaan : 40 Buku (2002-2017) Kata Kunci : Pengetahuan, motivasi, kemampuan, kepatuhan, hand hygiene, perawat intensive care.

Pengaruh Ventilasi Mekanik : Positive End Expiratory Pressure (PeeP) Terhadap Peningkatan Central Venous Pressure (CUP) Pada Pasien yang Menggunakan Ventilaor di Ruang ICU RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Central Venous Pressure (CVP) adalah tekanan dari darah di atrium kanan jantung dan vena kava. Pengukuran CVP terhadap 5 pasien yang terpasang ventilator dengan setting PEEP 5 cmH2O diperoleh hasil peningkatan nilai CVP yang bervariasi antara 2 sampai dengan 5 cmH2O dari angka normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh ventilasi mekanik : PEEP terhadap peningkatan CVP pada pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU RS Sentra Medika Cibinong.Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan desain Case Control. Populasinya yaitu 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang ventilator yang menggunakan PEEP (Case) dan 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang ventilator yang tidak menggunakan PEEP (Control) menggunakan instrumen lembar observasi. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh diolah menggunakan Uji T Independen. Hasil yang diperoleh yaitu nilai p value 0,000 (p<α 0,05) sehingga Ho ditolak berarti penelitian terdapat pengaruh yang signifikan pemberian PEEP terhadap peningkatan CVP. Dengan demikian maka ada peningkatan nilai Central Venous Pressure (CVP) yang dipengaruhi oleh Positive End Expiratory Pressure (PEEP). Saran dari peneliti agar dijadikan rujukan dalam pembuatan SOP pengukuran CVP pada pasien yang terpasang ventilator dengan PEEP di ruang ICU RS Sentra Medika Cibinong.

Pengaruh Alih Baring Terhadap Kejadian Dekubitus Pada Pasien Tirah Baring di RS Medika Cibinong

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dekubitus merupakan masalah yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit kronis, kondisi lemah dan lumpuh dalam waktu yang lama. Dekubitus terjadi pada area yang terlokalosir dengan jaringan yang mengalami nekrosis dan biasanya terjadi pada permukaan tulang yang menonjol, sebagai akibat dari tekanan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan peningkatan tekanan kapiler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alih baring dan tidak terhadap kejadian dekubitus pada pasien tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Populasi 25 responden. Case dan control adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok kasus (dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 12 responden dan kelompok control (Tidak dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 13 responden. Analisis data dilakukan dengan uji independent T test. Dari hasil penelitian nilai p value sebesar 0,018, dimana nilai p value < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh alih baring terhadap kejadian dekubitus pada pasien tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, dimana pada kelompok kasus tidak ditemukan adanya kejadian dekubitus sedangkan pada kelompok control ditemukan adanya kejadian dekubitus yaitu sebanyak 5 responden. Saran bagi rumah sakit masukan positif bagi pembuatan standar operasional prosedur yang merupakan bentuk intervensi dari kesehatan pasien.

Pengaruh Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa/I Semester II Keperawatan Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi. Sarapan dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja perncernaan, sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat tinggi dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah. Selain itu, mengonsumsi protein dan kadar serat yang tinggi juga dapat membuat seseorang tetap merasa kenyang hingga waktu makan siang (Jetvig, 2010). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar mahasiswa semester II keperawatan Institut Medika Drg. Suherman tahun 2018”. Metode : Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen atau percobaan. Penelitian quasi eksperimen adalah suatu penelitian dengan melakukan percobaan (experiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperiment tersebut (Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini variable independen dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2014). Pada penelitian ini mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman dinilai konsentrasi saat melakukan sarapan pagi. Hasil Penelitian : Hasil analisis rata-rata tidak sarapan pagi tentang konsentrasi belajar adalah 7,00 dengan standar deviasi 0,739. Pada sarapan pagi didapatkan rata- rata tingkat konsentrasi adalah 8,25 dengan standar deviasi 0,754. Terlihat nilai mean perbedaan antara tidak sarapan pagi dan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar adalah -1,250 dengan standar deviasi 0,305. Hasil uji statistik didapatkan p = 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tidak sarapan pagi dengan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar. Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan pengaruh sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar mahasiswa semester II Keperawatan Institut Medika Drg. Suherman.

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Mengkonsumsi Minuman Berkafein Pada Perawat yang Bekerja Shift Malam di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kualitas tidur kelompok perawat kerja shift paling banyak kualitas buruk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur yaitu minuman berkafein. Kafein merupakan zat psikoaktif yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang, termasuk perawat. Hasil wawancara kepada 4 perawat shift malam di ruang orchid di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, 4 perawat tersebut menyukai minum kopi instan saat kerja shift malam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan mengkonsumsi minuman berkafein pada perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini adalah survey analytic cross sectional, untuk mengetahui kualitas tidur perawat yang bekerja shift malam di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan mengkonsumsi minuman berkafein. Tekhnik penelitian consecutive sampling dengan 61 responden dan menggunakan kuisioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur serta uji statistic chi square. Hasil penelitian hubungan kualitas tidur dengan konsumsi minuman berkafein diperoleh 14 (93,3%) responden kualitas tidur baik dengan konsumsi rendah minuman berkafein dan 39 (84,8%) responden kualitas tidur buruk dengan konsumsi tinggi minuman berkafein, dimana 30 (49,2%) responden menyukai minuman berkafein (kopi instant) saat kerja shift malam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan mengkonsumsi minuman berkafein bila dilihat dari hasil uji statistik (p=0.000;α<0.05).