ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Osteoarthritis merupakan penyakit dengan gejala utama nyeri dan kaku pada persendian Osteoarthritis pada beberapa kejadian akan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak, semakin bertambahnya usia pada seseorang maka akan kehilangan massa tulang. Osteoarthritis ditandai dengan kehilangan progresif kartilago sendi, sinovitis (inflamasi sinovium yang melapisi sendi), nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan gerakan sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan osteoarthritis. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien osteoarthritis diantarannya nyeri pada kedua lutut, persendian kaku, jari-jari tangan kesemutan tidak bisa mengepal, sehingga timbul diagnose keperawatan utama: nyeri akut akibat penyakit osteoarthritis. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini yaitu kompres hangat, mobilisasi sederhana bangun dari jongkok dan berpindah tempat duduk. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama, pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan kriteria hasil nyeri yang dialami klien berkurang, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan terapi kompres hangat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus
lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40%
penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di
Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia
diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang
digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit
osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden
(52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%),
responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang
berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya
hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak
pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang
mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%),
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga
pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang.
Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.