Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Susu Formula
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Mangunjaya Tambun Selatan - Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Air Susu Ibu merupakan nutrisi ideal untuk bayi yang mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan mengandung zat perlindungan untuk memerangi penyakit. Karena nutrisi yang optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor pengetahuan, usia, Pendidikan, dan pekerjaan dengan rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 ibu. Teknik pengambilan sampel secara probabilistic dengan cara pengambilan stratified random sampling dengan total sampling sebanyak 100 ibu. Instrument yang digunakan menggunakan kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukan variabel yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Pengetahuan (0,000), Pendidikan (0.000), pekerjaan (0.009), usia ibu (0.000). dari 4 variabel yang diteliti (pengetahuan, Pendidikan, pekerjaan, usia ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di desa Mangunjaya. Dari semua variabel yang di teliti faktor pengetahuan dan pekerjaan yang paling dominan dalam mempengaruhi rendahnya pemberian asi eksklusif. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran ibu untuk memberikan asi eksklusif pada bayi 0-6 bulan dengan optimal di desa Mangunjaya.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA MANGUNJAYA TAMBUN SELATAN – BEKASI TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Euis Wagini NIM : 221050008 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA MANGUNJAYA – TAMBUN SELATAN TAHUN 2022 xv + 87 Halaman + 8 tabel + 2 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Air Susu Ibu merupakan nutrisi ideal untuk bayi yang mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan mengandung zat perlindungan untuk memerangi penyakit. Karena nutrisi yang optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor pengetahuan, usia, Pendidikan, dan pekerjaan dengan rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 ibu. Teknik pengambilan sampel secara probabilistic dengan cara pengambilan stratified random sampling dengan total sampling sebanyak 100 ibu. Instrument yang digunakan menggunakan kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukan variabel yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Pengetahuan (0,000), Pendidikan (0.000), pekerjaan (0.009), usia ibu (0.000). dari 4 variabel yang diteliti (pengetahuan, Pendidikan, pekerjaan, usia ibu) dengan hasil semua variabel berhubungan dengan rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di desa Mangunjaya. Dari semua variabel yang di teliti faktor pengetahuan dan pekerjaan yang paling dominan dalam mempengaruhi rendahnya pemberian asi eksklusif. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran ibu untuk memberikan asi eksklusif pada bayi 0-6 bulan dengan optimal di desa Mangunjaya. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Susu Formula, Bayi 0-6 Bulan

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Menyusui Dalam Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di BPM Inna Nur Mulyani Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Salah satu prioritas pembangunan nasional sebagimana tertuang pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah nasional dan rencana stategis kementrian kesehatan 2015 adalah perbaikan status gizi masyarakat. Di Indonesia Departemen Kesehatan RI (Depkes) telah menargetkan cakupan ASI Eklusif sebesar 80% sebagai salah satu indikator kegiatan pembangunan gizi kesehatan masyarakat. Pemberian susu formula atau makanan tambahan PASI yang terlalu dini dapat menganggu pemberian ASI eklusif serta meningkatkan angka kesakitan morbiditas. (Kemenkes, RI, 2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di BPM inna nur mulyani tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan dan sampel yang digunakan berjumlah 100 responden dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,016, ada hubungan bermakna antara variabel pekerjaan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,004, ada hubungan bermakna antara variabel kondisi fisik dan kesehatan ibu dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,043, ada hubungan bermakna antara variabel peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula degan p value : 0,009. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pekerjaan, kondisi fisik dan kesehatan ibu, serta peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula. Saran peneliti ini diharapkan bidan lebih meningkatkan penyuluhan-penyuluhan serta memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pada ibu-ibu tentang pentingnya pemberian ASI serta manfaat ASI bagi ibu dan bayi.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia >6-12 Bulan di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi

2020•Koleksi Perpustakaan

ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010). Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475). Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail