Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Status Fisik ASA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Fisik American Society of Anestesiologist (ASA) dengan Waktu Pencapaian Aldrete Score pada Pasien Pasca General Anestesi di RSUD Sekarwangi Sukabumi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: General anestesi merupakan teknik anestesi yang sering digunakan dalam tindakan pembedahan. Setelah anestesi, pasien menjalani masa pemulihan di ruang Post Anesthesia Care Unit (PACU). Kecepatan pemulihan pasien dipengaruhi kondisi fisik sebelum operasi yang dinilai menggunakan klasifikasi American Society of Anesthesiologists (ASA). Perbedaan status fisik ASA dapat memengaruhi respons tubuh terhadap anestesi sehingga berdampak pada waktu pencapaian Aldrete Score. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 95 pasien general anestesi di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin diperoleh 49 pasien. Data status fisik ASA diperoleh melalui telaah rekam medis dan anamnesis pra anestesi, sedangkan waktu pencapaian Aldrete Score diperoleh melalui observasi pasien di ruang PACU. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. .Hasil: pasien dengan ASA I mencapai Aldrete Score ≥9 dalam waktu ≤15 menit, sedangkan pasien dengan ASA II lebih banyak menunjukkan waktu pemulihan lebih lama. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Saran : Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi waktu pencapaian Aldrete Score serta menggunakan jumlah sampel dan desain penelitian yang lebih luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN STATUS FISIK AMERICAN SOCIETY Of ANESTESIOLOGIST (ASA) DENGAN WAKTU PENCAPAIAN ALDRETE SCORE PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: General anestesi merupakan teknik anestesi yang sering digunakan dalam tindakan pembedahan. Setelah anestesi, pasien menjalani masa pemulihan di ruang Post Anesthesia Care Unit (PACU). Kecepatan pemulihan pasien dipengaruhi kondisi fisik sebelum operasi yang dinilai menggunakan klasifikasi American Society of Anesthesiologists (ASA). Perbedaan status fisik ASA dapat memengaruhi respons tubuh terhadap anestesi sehingga berdampak pada waktu pencapaian Aldrete Score. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 95 pasien general anestesi di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin diperoleh 49 pasien. Data status fisik ASA diperoleh melalui telaah rekam medis dan anamnesis pra anestesi, sedangkan waktu pencapaian Aldrete Score diperoleh melalui observasi pasien di ruang PACU. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. .Hasil: pasien dengan ASA I mencapai Aldrete Score ≥9 dalam waktu ≤15 menit, sedangkan pasien dengan ASA II lebih banyak menunjukkan waktu pemulihan lebih lama. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,005 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pencapaian Aldrete Score pada pasien pasca general anestesi. Saran : Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi waktu pencapaian Aldrete Score serta menggunakan jumlah sampel dan desain penelitian yang lebih luas

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Status Fisik Asa Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Rumah Sakit Amanda Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : General anestesi normalnya memiliki waktu pulih sadar 15 menit, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pemanjangan waktu pulih sadar, salah satunya adalah IMT dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tuhuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar pada pasien General anestesi di RS Amanda cikarang. Metode : Jenis penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambailan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 35 responden di RS Amanda Cikarang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berisi IMT, status fisik ASA dan waktu pulih sadar. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan responden IMT dengan obesitas sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 9 responden, responden status fisik ASA I sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 16 responden. Hasil uji chisquare didapatkan bahwa ada hubungan antara IMT terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.018) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.005). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) DAN STATUS FISIK ASA DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT AMANDA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : General anestesi normalnya memiliki waktu pulih sadar 15 menit, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pemanjangan waktu pulih sadar, salah satunya adalah IMT dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tuhuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar pada pasien General anestesi di RS Amanda cikarang. Metode : Jenis penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambailan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 35 responden di RS Amanda Cikarang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berisi IMT, status fisik ASA dan waktu pulih sadar. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan responden IMT dengan obesitas sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 9 responden, responden status fisik ASA I sebagian besar mengalami keterlambatan waktu pulih sadar sebanyak 16 responden. Hasil uji chi-square didapatkan bahwa ada hubungan antara IMT terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.018) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar dengan p-value (0.005). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan status fisik ASA terhadap waktu pulih sadar.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail