BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kelelahan akut pada remaja merupakan permasalahan yang kian meningkat, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang memiliki aktivitas padat. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini banyak dikaitkan dengan sindrom defisiensi Qi, yakni ketidakseimbangan energi vital tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara objektif pengaruh konsumsi Ziziphus jujuba terhadap tingkat kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi di Pondok Pesantren Mitsaqul Ummah, Cianjur. Tujuan lainnya yaitu mengetahui perubahan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi serta mengukur efektivitas Zizipus jujuba dalam menurunkan gejala kelelahan dalam konteks kehidupan pesantren.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe one group pre-post test. Subjek penelitian berjumlah 20 remaja yang memenuhi kriteria sindrom defisiensi Qi. Intervensi berupa konsumsi Zizipus jujuba dalam bentuk seduhan sebanyak tiga kali sehari sebelum makan selama enam hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala konstitusi tubuh TCM. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan setelah intervensi konsumsi Zizipus jujuba. Berdasarkan uji paired t-test, terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0.05), yang didukung pula oleh hasil uji Wilcoxon. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsumsi Ziziphus jujuba efektif dalam mengurangi kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi. Oleh karena itu, Zizipus jujuba dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal berbasis bukti yang aman, alami, dan sesuai dengan pendekatan PTT dalam konteks pendidikan berasrama.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kelelahan menjadi perhatian di tempat kerja karena sangat berpotensi untuk mempengaruhi produktivitas, prestasi kerja, dan kekuatan fisik/ketahanan tubuh untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan. Kelelahan kerja berakibat pada menurunnya daya untuk bekerja yang berdampak pada terjadinya kesalahan saat bekerja semakin besar seperti kecelakan. Kelelahan terjadi di segala macam industri salah satunya industri pembuatan batu bata dengan beban kerja yang berat, monoton dan dengan waktu yang cukup lama dalam sehari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, masa kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja industri batu bata Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dimulai tanggal 06 Juli 2023 sampai tanggal 30 Juli 2023 pada 49 pekerja sebagai sampel dengan teknik pengambilan random sampling. Teknik pengukuran kelelahan kerja menggunakan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan untuk pengukuran beban kerja menggunakan alat Oximeter dengan mengukur denyut nadi pekerja. Analisis data secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariate menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah masa kerja (P-value = 0,005), dan beban kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (P-value = 0,072).
Disarankan kepada para pekerja untuk memperhatikan waktu istirahat atau jeda saat merasakan indikasi kelelahan, serat memperhatikan kondisi lingkungan kerja seperti saat bekerja di bawah panas matahari disarankan untuk tidak terlalu lama, serta menjaga jarak aman dengan tungku pada saat melakukan pembakaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelelahan menjadi perhatian di tempat kerja karena sangat berpotensi untuk mempengaruhi produktivitas, prestasi kerja, dan kekuatan fisik/ketahanan tubuh untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan. Kelelahan kerja berakibat pada menurunnya daya untuk bekerja yang berdampak pada terjadinya kesalahan saat bekerja semakin besar seperti kecelakan. Kelelahan terjadi di segala macam industri salah satunya industri pembuatan batu bata dengan beban kerja yang berat, monoton dan dengan waktu yang cukup lama dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, masa kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja industri batu bata Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dimulai tanggal 06 Juli 2023 sampai tanggal 30 Juli 2023 pada 49 pekerja sebagai sampel dengan teknik pengambilan random sampling. Teknik pengukuran kelelahan kerja menggunakan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan untuk pengukuran beban kerja menggunakan alat Oximeter dengan mengukur denyut nadi pekerja. Analisis data secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah masa kerja (P-value = 0,005), dan beban kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (P-value = 0,072). Disarankan kepada para pekerja untuk memperhatikan waktu istirahat atau jeda saat merasakan indikasi kelelahan, serat memperhatikan kondisi lingkungan kerja seperti saat bekerja di bawah panas matahari disarankan untuk tidak terlalu lama, serta menjaga jarak aman dengan tungku pada saat melakukan pembakaran.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Faktor stres pada diabetes melitus penting untuk diketahui dan dipahami oleh perawat, keluarga serta penderita diabetes melitus. Apabila stres tidak dapat diatasi maka akan memperberat beban fisik dan psikologis. Stres juga berdampak buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kondisi kehidupan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah crossectional. Jumlah sample 124 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data berupa kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah chisquare. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor lama pengobatan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000. faktor kelelahan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000, faktor perubahan peran dalam keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000, faktor dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000. Kesimpulan : faktor lama pengobatan, kelelahan, perubahan peran dan dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres.