ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Rista Julaeha
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA INTRADIALITIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik.
Kata Kunci: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
Daftar Bacaan: 17 Kepustakaan (2013-2022)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun
2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p- value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan.Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun
2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pasien diabetes mellitus umumnya mengalami komplikasi seiring meningkatnya prevalensi diabetes mellitus. Komplikasi yang sering muncul pada diabetes mellitus tipe II adalah hipoglekimia. Beberapa masalah yang dapat timbul pada pasien dapat dikendalikan dengan menerapkan kepatuhan pengobatan, dan juga pendekatan oleh keluarga karena dukungan keluarga akan mempengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri terutama mencegah komplikasi seperti hipoglikemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua pasien diabetes melitus tipe II dan menjalani terapi di RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan sampel sebanyak 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa uji chi-square dan nilai odds ratio (OR). Hasil penelitian dukungan keluarga nilai p value sebesar 0,058 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,164, kepatuhan pengobatan nilai p value sebesar 0,072 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,185, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta.