Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Hiperglikemi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Tn. H Dengan Hiperglikemia Pada Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Kasus DM pada tahun 2022 Ada sebanyak 42.517 orang yang ditemukan, dimana dari sekian banyak penderita tersebut jenis kelamin perempuan yang paling dominan sekitar 67%. Penyebabnya paling banyak karena kurangnya tingkat pengetahuan tentang DM dan produksi hormon stres yang timbul sehingga mengalami kenaikan kadar gula darah yang tak terkontrol sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperglikemia pada penderita DM di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pada populasi penelitian ini ada 37 responden. Dengan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Analisis uji Chi Square dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,100 > (0,05) dan nilai OR 1,028. Ada hubungan antara stres dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,000 < (0,05). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,000 < (0,05). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai”Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperglikemia Pada Penderita DM di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperglikemia, ada hubungan antara stres dengan kejadian hiperglikemia, ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian hiperglikemia.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperglikemia pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kasus DM pada tahun 2022 Ada sebanyak 42.517 orang yang ditemukan, dimana dari sekian banyak penderita tersebut jenis kelamin perempuan yang paling dominan sekitar 67%. Penyebabnya paling banyak karena kurangnya tingkat pengetahuan tentang DM dan produksi hormon stres yang timbul sehingga mengalami kenaikan kadar gula darah yang tak terkontrol sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperglikemia pada penderita DM di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pada populasi penelitian ini ada 37 responden. Dengan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Analisis uji Chi Square dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,100 > (0,05) dan nilai OR 1,028. Ada hubungan antara stres dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,000 (0,05). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan hiperglikemia dengan nilai p value 0,000 (0,05). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai”Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperglikemia Pada Penderita DM di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2022, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperglikemia, ada hubungan antara stres dengan kejadian hiperglikemia, ada hubungan antara tingkat pengetahuan DM dengan kejadian hiperglikemia. ABSTRACT DM cases in 2022 There were as many as 42,517 people found, of which of the many sufferers the most dominant gender was around 67%. The cause is mostly due to a lack of knowledge about DM and the production of stress hormones that arise so that blood sugar levels rise uncontrollably so that it can cause hyperglycemia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hyperglycemia in DM patients in Sukamulya Village, Sukatani District, Bekasi Regency in 2022. The type of research used was quantitative using a cross sectional design approach. In this study population there are 37 respondents. With total sampling. The instrument in this study was a questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate using Chi Square test analysis with the help of IBM SPSS statistics 25. The results of this study showed that there was a not relationship between gender and hyperglycemia with a p value of 0.100 > (0.05) and an OR value of 1.028. There is a relationship between stress and hyperglycemia with a p value of 0.000 (0.05). There is a relationship between the level of knowledge with hyperglycemia with a p value of 0.000 (0.05). Based on the results of the analysis and discussion regarding "Factors Associated with the Incidence of Hyperglycemia in DM Patients in Sukamulya Village, Sukatani District, Bekasi Regency in 2022, the authors can draw the following conclusions: There is a relationship between gender and the incidence of hyperglycemia, there is a relationship between stress and the incidence of hyperglycemia, there is a relationship between the level of DM knowledge with the incidence of hyperglycemia  

43 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisa Hubungan Hiperglikemi Terhadap Kadar Saturasi Oksigen Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Ruang ICU Rumah Sakit X Group Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Hyperglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang tinggi pada rentang puasa lebih dari 126 mg/dl, gula darah 2 jam sesudah makan dan gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl Saturasi oksigen adalah jumlah oksigen yang terikat oleh hemoglobin di dalam darah arteri. Kondisi hiperglikemia menimbulkan dampak terhadap fungsi organ tubuh diantarannya pada sistem kardiovaskular, pada otak, pembuluh darah, viskositas darah, dan sistem imun tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hiperglikemia terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang dirawat diruang ICU RS. Jenis penelitian ini mengunakan metode Cross Sectional dengan pengambilan sampel secara total sampling, dengan mengunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian responden yang tidak mengalami hiperglikemia sebagian besar memiliki saturasi oksigen yang normal sebanyak 6 responden (75%) sedangkan pada responden yang mengalami hiperglikemia sebagian besar mengalami hipoksi ringan sebanyak 21 responden (70%). Hasil Analisa statistic dengan menggunakan chi square test didapatkan p value=0,021 < 0,05. Kondisi hyperglikemi mengakibatkan dampak yang serius pada pasien-pasien dalam kondisi kritis yang dirawat diruang ICU pemeriksaan gula darah secara rutin dan monitoring hemodinamik secara intensif sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih luas.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail