Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Hemodialisis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengaturan Cairan Dengan Tingkat Xerostomia Pada Pasien Yang Melakukan Hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insiden gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya pengobatan yang tinggi. Terapi pengganti yang paling banyak dipilih dan dilakukan oleh pasien PGK di Indonesia adalah hemodialisis. Seseorang yang sedang menjalani terapi hemodialisis akan mengalami kesulitan dalam mengontrol haus yang diakibatkan karena pasien harus melakukan pembatasan asupan cairan. Apabila cairan tidak dijaga atau terjadi kelebihan cairan antara sesi dialisis, maka akan menimbulkan dampak berupa penambahan berat badan, edema, dan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitan mengetahui hubungan pengaturan cairan terhadap tingkat xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan Total Sampling, sehingga jumlah sampel adalah 74 orang dan Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan dari 74 responden tingkat Xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani HD didapatkan hasil hampir setengah dari responden mengalami haus ringan yaitu sebanyak 30 responden (41 %). Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square diperoleh nilai P = 0,000 (P<0,05). Berdasarkan nilai P value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengaturan cairan terhadap tingkat xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani HD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada ada hubungan pengaturan cairan terhadap tingkat xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani HD. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat melakukan mengganti variabel dengan kepatuhan pengaturan cairan menggunakan audio visual dan pendidikan kesehatan.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value < 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal <200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruangan Hemodialisa RS Sentra Medika Cisalak Depok

2023•Koleksi Perpustakaan

Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sering mengalami penurunan aktivitas fisik dan penurunan ini mempengaruhi kondisi kecemasan. Dukungan keluarga dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RS Sentra Medika Cisalak tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectionalPopulasi berjumlah 50 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling,sehingga jumlah sampel adalah 50 orang dan Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan dari 50 responden yang memiliki tingkat dukungan keluarga baik terdapat 33 responden (66%) dan 17 (34%) responden yang memiliki dukungan keluarga kurang. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square diperoleh nilai P = 0,000 (P<0,05). Berdasarkan nilai P value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RS Sentra Medika Cisalak Depok. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat meneliti faktor faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa di hemodialisis.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Slow Deep Breathing Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Intradialitik di Ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bekasi

2022•Koleksi Perpustakaan

Proses perjalanan penyakit dari gagal ginjal kronik menjadi ESRD disebabkan oleh beberapa etiologi yang secara progresif menurunkan fungsi ginjal dan lama-kelamaan ginjal akan mengalami kehilangan fungsinya. Terapi hemodialisis (HD) jangka panjang dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD). Hipertensi intradialitik merupakan komplikasi peringkat ke-1 di Indonesia yaitu sebanyak 38% atau 92.171 kejadian pada tahun 2018. hipertensi intradialitik proses terjadinya peningkatan tekanan darah saat dialisis lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan pre experimental design dengan pendekatan the one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 170 responden dan sampel dalam penelitian terdiri dari 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan batas kemaknaan (nilai alfa 5%). Hasil penelitian menunjukan hasil akhir yakni nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, karena nilai p-value sebesar 0,000 atau kurang 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya ada perbedaan antara hasil tekanan darah pre-test dan post test pemberian slow deep breathing exercise. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Ada pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong tahun 2022.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail