Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Epilepsi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Anak Usia 9-15 Tahun dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan pengobatan antiepilepsi dalam jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan, pengetahuan dan motivasi anak dalam mengonsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi anak usia 9–15 tahun dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden anak usia 9–15 tahun yang menjalani terapi obat antiepilepsi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, 26 responden (48,1%) memiliki motivasi sedang, dan 23 responden (42,6%) berada dalam kategori patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p=0,007 dan rho=0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dengan nilai p<0,001 dan rho=0,476, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulannya, pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi pada anak usia 9–15 tahun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Epilepsi di Klinik Saraf RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan neurologik kronis yang sering dijumpai. Menurut WHO , diperkirakan terdapat 50 juta orang di seluruh dunia yang menderita epilepsi. Populasi yang menderita epilepsi aktif ( terjadi bangkitan terus menerus dan memerlukan pengobatan) diperkirakan antara 4-10 per 1000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi faktor umur, jenis kelamin, status sosiol ekonomi, pendidikan, pengetahuan, komunikasi, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di Klinik Saraf RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2020. Penelitian ini analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 20 responden. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji statistik yaitu chi-square. Pada penelitian ini nilai p value ≥ 0,05 yang artinya tidak ada hubunggan antara faktor-faktor usia, jenis kelamin dan status ekonomi dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di klinik saraf RS Sentra Medika Cikarang 2020. Sedangkan hasil P value ≤ 0.05 yang artinya ada hubungan antara faktor-faktor pengetahuan, komunikasi, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di klinik RS Sentra Medika Cikarang 2020. Tidak ada hubungan antara faktor-faktor usia, jenis kelamin dan status ekonomi dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di klinik saraf RS Sentra Medika Cikaranng. Dan Ada hubungan antara faktor-faktor pendidikan, pengetahuan, komunikasi, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien epilepsi di RS Senttra Medika Cikarang tahun 2020.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Dengan Keamanan dan Proteksi : Resiko Jatuh Pada Tn. R Dengan Epilepsi di Ruang Tulip RSUD Kabupaten Bekasi 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan pada sitem saraf pusat yang ditandai dengan timbulnya bangkitan epileptik dengan dampak neuorobiologik, kognitif, psikologik, dan social. Menurut WHO sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi adalah tiga kali lebih tinggi dari pada populasi pengobatan. (WHO dalam Dewi, 2020 ). Tujuan penelitian ini untuk menggali/mempelajari Asuhan keperawatan dengan keamanan dan proteksi : Resiko jatuh dengan epilepsy. Penelitian dengan metode studi kasus, paritisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami epilepsi. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien tampak lemas, kekuatan otot menurun mempunyai riwayat kejang durasi < 5 detik implementasi yang dilakukan menaikan handrail tempat tidur pasien dan mengunci roda tempat tidur pasien, memasangkan gelang berawarna kuning untuk mengidentifikasi resiko jatuh. Kesimpulan studi kasus ini masalah resiko jatuh pada pasien dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah paham tentang resiko jatuh saran bagi perawat ruangan untuk lebih meningkatkan pelayanan seperti memberikan edukasi dan pemahaman pada klien dengan gangguan keamanan dan proteksi : resiko jatuh pada epilepsi.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail