Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Dampak
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu yang Memiliki Anak Usia 6-12 Tahun Tentang Pencegahan Kecacingan di Desa Ridogalih RT002 dan RT002 RW006 Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Data Kementrian Kesehatan (2015), menunjukkan bahwa masih tingginya angka kecacingan di Indonesia 28,12 % dan di Jawa Barat 6,7 % mengalami kecacingan. Dampak infeksi kecacingan menimbulkan malnutrisi, diare, stunting dan anemia. Pencegahan kecacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga perilaku hidup sehat dan bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan ibu pada anak umur 6-12 tahun tentang pencegahan kecacingan. Hasil Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 dan sampel yang diambil 40 dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil distribusi frekuensi pengetahuan paling banyak pengetahuan baik 29 (72,5%), berdasarkan pendidikan semua memiliki pendidikan rendah <SLTA 40 (100%), berdasarkan usianya paling banyak usia 18-32 tahun 29 (17,5%), berdasarkan informasi lebih banyak dari non tenaga kesehatan 36 (90,0%), berdasarkan pengalaman paling banyak belum pernah 39 (97,50%), berdasarkan status ekonomi semua pendapatan rendah <4.100.000 ada 40 (100%), berdasarkan lingkungan mayoritas baik 29 (72,50%) Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan kecacingan di desa ridogalih rt 001 dan 002 rw 006 kecamatan cibarusah kabupaten bekasi tahun 2019 memiliki pengetahuan yang baik. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan kecacingan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail