Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Bromage Score
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kejadian Shivering dengan Pemulihan Bromage Score pada Pasien Anestesi Spinal di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang sering digunakan pada berbagai prosedur pembedahan karena memiliki onset kerja yang cepat, memberikan analgesia yang adekuat, serta risiko sistemik yang relatif lebih rendah dibandingkan anestesi umum. Namun demikian, anestesi spinal dapat menimbulkan beberapa efek samping, salah satunya adalah shivering. Shivering terjadi akibat gangguan mekanisme termoregulasi yang disebabkan oleh blokade simpatis sehingga terjadi vasodilatasi dan redistribusi panas dari inti tubuh ke perifer. Kondisi ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien, serta berpotensi memengaruhi proses pemulihan pascaoperasi. Pemulihan motorik setelah anestesi spinal umumnya dinilai menggunakan Bromage Score yang menggambarkan kemampuan pasien dalam menggerakkan ekstremitas bawah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian shivering dengan pemulihan Bromage Score pada pasien anestesi spinal di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kejadian shivering diukur menggunakan Crossley & Mahajan Shivering Scale, sedangkan pemulihan motorik dinilai menggunakan Bromage Score. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami shivering dan mayoritas pasien mencapai pemulihan Bromage Score ≤ 2 jam. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian shivering dengan pemulihan Bromage Score pada pasien pasca anestesi spinal dengan nilai p = 0,433 (p > 0,05). Kesimpulan: Kejadian shivering tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemulihan Bromage Score pada pasien anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran: untuk peneliti selanjutnya menambah jumlah sampel serta mempertimbangkan variabel lain seperti suhu tubuh, durasi operasi, jenis obat anestesi, dan status fisik pasien untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi pemulihan motorik setelah anestesi spinal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kejadian Shivering Dengan Pemulihan Bromage Score Pada Pasien Anestesi Spinal Di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang sering digunakan pada berbagai prosedur pembedahan karena memiliki onset kerja yang cepat, memberikan analgesia yang adekuat, serta risiko sistemik yang relatif lebih rendah dibandingkan anestesi umum. Namun demikian, anestesi spinal dapat menimbulkan beberapa efek samping, salah satunya adalah shivering. Shivering terjadi akibat gangguan mekanisme termoregulasi yang disebabkan oleh blokade simpatis sehingga terjadi vasodilatasi dan redistribusi panas dari inti tubuh ke perifer. Kondisi ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien, serta berpotensi memengaruhi proses pemulihan pascaoperasi. Pemulihan motorik setelah anestesi spinal umumnya dinilai menggunakan Bromage Score yang menggambarkan kemampuan pasien dalam menggerakkan ekstremitas bawah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian shivering dengan pemulihan Bromage Score pada pasien anestesi spinal di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kejadian shivering diukur menggunakan Crossley & Mahajan Shivering Scale, sedangkan pemulihan motorik dinilai menggunakan Bromage Score. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami shivering dan mayoritas pasien mencapai pemulihan Bromage Score ≤ 2 jam. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian shivering dengan pemulihan Bromage Score pada pasien pasca anestesi spinal dengan nilai p = 0,433 (p > 0,05). Kesimpulan: Kejadian shivering tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemulihan Bromage Score pada pasien anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran: untuk peneliti selanjutnya menambah jumlah sampel serta mempertimbangkan variabel lain seperti suhu tubuh, durasi operasi, jenis obat anestesi, dan status fisik pasien untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi pemulihan motorik setelah anestesi spinal.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Usia Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pasca Spinal Anestesi di Ruang Recovery Room (RR) RS Medirossa Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode anestesi dengan cara menyuntikkan obat analgetik lokal kedalam ruang subarachnoid di daerah lumbal. Kekuatan motorik individu dapat diukur dengan menunjukkan derajat pergerakan melawan hambatan. Setiap ekstremitas harus diukur kekuatannya. Salah satu indikator respons motorik pasca anestesi spinal adalah Bromage score, yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan otot kaki. TUJUAN :Untuk Mengetahui Status Fisik Pasien Regional Anastesi Subarachnoid Spinal Block Regional Berkorelasi Dengan Bromage Score di RS Medirosa Cikarang. HASIL: Berdasarkan distribusi frekuensi variabel usia pasien bahwa mayoritas pasien memiliki usia 19-25 sebanyak 13 responden (43,3%) dan 26-35 sebanyak 11 responden (36,7%) dan 36-45 sebayak 6 responden (20.0%) memiliki frekuensi yang paling rendah. Dari uji Chi Square Faktor usia sangat berpengaruh dalam pencapaian Bromage Score 2 di karnakan cairan serebrospinal di ruang subarachoud melambat. KESIMPULAN: ada hubungan antara usia dengan waktu pencapaian Bromage Score 2 dikarenakan pada usia tua ada penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hepar, sehingga semakin bertambahnya usia maka akan semakin lama waktu pencapain Bromage Score 2.

31 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN USIA DENGAN WAKTU PENCAPAIAN BROMAGE SCORE 2 PASCA SPINAL ANESTESI DI RUANG RECOVERY ROOM (RR) RS.MEDIROSSA CIKARANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode anestesi dengan cara menyuntikkan obat analgetik lokal kedalam ruang subarachnoid di daerah lumbal. Kekuatan motorik individu dapat diukur dengan menunjukkan derajat pergerakan melawan hambatan. Setiap ekstremitas harus diukur kekuatannya. Salah satu indikator respons motorik pasca anestesi spinal adalah Bromage score, yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan otot kaki. TUJUAN :Untuk Mengetahui Status Fisik Pasien Regional Anastesi Subarachnoid Spinal Block Regional Berkorelasi Dengan Bromage Score di RS Medirosa Cikarang. HASIL: Berdasarkan distribusi frekuensi variabel usia pasien bahwa mayoritas pasien memiliki usia 19-25 sebanyak 13 responden (43,3%) dan 26-35 sebanyak 11 responden (36,7%) dan 36-45 sebayak 6 responden (20.0%) memiliki frekuensi yang paling rendah. Dari uji Chi Square Faktor usia sangat berpengaruh dalam pencapaian Bromage Score 2 di karnakan cairan serebrospinal di ruang subarachoud melambat. KESIMPULAN: ada hubungan antara usia dengan waktu pencapaian Bromage Score 2 dikarenakan pada usia tua ada penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hepar, sehingga semakin bertambahnya usia maka akan semakin lama waktu pencapain Bromage Score 2.

205 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail