BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai 2,3 juta pada tahun 2020 dan diperkirakan bertambah hingga tahun 2040 (WHO). Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan, salah satunya melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 103 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest yang berisi 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 85 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 18 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori cukup (67%), namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi, sebagian besar (82,5%) berada pada kategori baik. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukatif yang tepat dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menurut WHO sebagian besar persalinan (90%) selalu disertai rasa nyeri yang pada umumnya terasa hebat, sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi, penyebab nyeri selama persalinan meliputi faktor fisiologis dan psikologis di indonesia kejadian nyeri persalinan pada 2.700 ibu bersalin hanya 15% persalinan yang berlangsung dengan nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan nyeri hebat dan 20% persalinan disertai nyeri sangat berat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage efflurage terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Bdn.Hj Siti Aisyah S.SiT Sukatani Bekasi Tahun 2023
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pra eksperimental One Group with Pretest-Post Test Design. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer dari nilai observasi oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan massage efflurage. Nilai Z hitung -5,007, nilai signifikasi p value (p < 0,05) maka Ha diterima (H0 Ditolak) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh Massage Efflurage terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Bd Hj.Siti Aisyah S.SiT Sukatani Bekasi Tahun 2023.
Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh massage efflurage terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif Penelitian ini diharapkan Dapat dijadikan sebagai tambahan informasi bagi bidan tentang massage efflurage sebagai terapi non farmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Diabetes Mellitus sering dikaitkan dengan berbagai komplikasi-komplikasi yang serius. Rendahnya kualitas hidup pada penderita DM sering dikaitkan dengan kejadian komplikasi diabetik. Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga mempunyai peranan penting dalam manajemen pasien DM, terutama dalam pencegahan komplikasi diabetic, Sehingga diharapkan dengan pengetahuan dan dukungan keluarga yang baik, seorang penderita DM dapat mengawal penyakitnya dengan baik dan mencegah komplikasi-komplikasi DM dan meningkatkan kualitas hidupnya Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang DM dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM di wilayah kerja uptd Puskesmas DTP Purwakarta tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 tiga bulan terakhir tahun 2020 yang berada di wilayah UPTD Puskesmas DTP Purwakarta yaitu sebanyak 225 orang dan sampel sebanyak 69 orang dengan menggunakan teknik purposiv sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan pasien tentang DM, dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang dengan kualitas hidup pasien DM (P Value= 0,003) dan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM (P Value= 0,024.) Dari hasil analisis diperoleh pula nillai OR=5,029, artinya tingkat pengetahuan yang kurang baik mempunyai peluang 5,029 kali untuk terjadinya kualitas hidup pasien tidak berkualitas dibandingkan dengan yang tingkat pengatahuan nya baik. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang DM dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM di wilayah kerja UPTD puskesmas DTP purwakarta. Saran : meningkatkan penangganan manajemen pengobatan DM melalui edukasi tentang menejemen Diabetes melitus dan melibarkan keluarga dalam pengobatan diabetes melitus
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan