Profil penulis
Riska Subhianti Putri
14 karya publik ditemukan.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa/I Kelas V dan VI Terhadap Penyebab Sakit Gigi di SD Negeri Sukarapih 01
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan: Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe II merupakan kondisi kronis akibat gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah karena aktivitas atau sekresi insulin yang tidak adekuat. Aktivitas fisik secara teratur diketahui dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu mengontrol kadar glukosa darah. Namun, banyak penderita DM Tipe II memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, yang berdampak pada buruknya pengendalian glikemik.Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II di Klinik Penyakit Dalam RS Harapan Bunda. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 107 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner aktivitas fisik dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 43,0% responden memiliki aktivitas fisik rendah dengan kadar gula darah sewaktu yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu (p = 0,000). Pasien yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kontrol glikemik yang lebih baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Peningkatan aktivitas fisik perlu dipromosikan sebagai bagian penting dalam pengelolaan diabetes.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang
Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Pola Asuh dan Pola Komunikasi Verbal Orang Tua Dengan Risiko Keterlambatan Perkembangan Bahasa Pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi
Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p<0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang
Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
Analisis Praktek Keperawatan Berbasis Bukti Penerapan Penggunaan Blangket Warmer Dalam Pencegahan Hipotermi Pada Pasien Post Operasi Section Caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Pijat Commond Cold Untuk Meningkatkan Keefektifan Jalan Nafas Pada Balita di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage dan Murrotal Al-Qur'an Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Ruang Stroke Unit RS Sentra Medika Cikarang
Penerapan Latihan ROM untuk Miengkatkan Kekuatan Otot Pada Pasien Dengan Gangguan Neurologi Stroke Non-Hemoragic (SNH) di Ruang ICU RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Penggunaan Salep Silver Sebagai Primary Dressing Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong
Analisis Penerapan Terapi Distraksi Visual (Vidio Animasi) untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Anak yang Akan Dipasang Infus di IGD Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi Tahun 2024
Hubungan Dukungan Suami Dengan Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil Trimester 1 (Hamil Pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi
Latar Belakang: Kehamilan merupakan hal yang wajar bagi wanita yang sedang berada dalam masa produktif. Pada masa ini, ibu hamil mengalami berbagai perubahan, termasuk perubahan psikologis. Pada trimester pertama, ibu hamil sering kali menghadapi masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, menurunnya rasa kepercayaan diri, dan sulit mengontrol emosi. Dukungan dari suami dapat membantu mengatasi perubahan psikologis yang ibu hamil alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan ibu hamil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantittif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tambelang Bekasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 50 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan suami dan perubahan psikologis ibu hamil. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi dukungan suami paling banyak adalah kurangnya dukungan suami yaitu sebanyak 35 responden (70%), frekuensi perubahan psikologis paling banyak adalah adanya perubahan psikologis terhadap ibu hamil sebanyak 36 responden (72%). Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi.